
Thung!
Pergerakan cepat SCP 939 yang sebelumnya memilih untuk berganti target kini diblokade secara mendadak.
Pasalnya seseorang muncul secara tiba-tiba seperti halnya telah ber-teleportasi atau hantu yang secara tiba-tiba menampakkan diri.
Bahkan para bodyguard serta Arabella dibuat terkejut.
Sementara itu Adam malah menunjukkan senyuman mengejek setelah melirik sekilas ke arah seseorang yang tengah menahan terkaman SCP 939.
Sebenarnya seseorang itu adalah perempuan berambut coklat dengan mata lentik serta memiliki perangai seperti wanita dewasa. Ia juga mengenakan pakaian minim bahan.
"Tutup mata kalian dan jangan melihatku seperti itu. Atau aku akan mencincang kalian!!" pekik perempuan itu kesal mengetahui beberapa pria yang terus melihat lekuk tubuhnya begitu intens.
Mendengar hal tersebut membuat bulu kuduk mereka meremang. Tak menyangka jika perempuan itu akan seserius itu. Dilihat dari ekspresinya saat berucap dengan sorot mata tajam.
Lagipula perempuan seperti dirinya mampu menahan terkaman SCP 939 hingga makhluk itu tak berkutik. Yang mana hal itu menunjukkan seberapa tangguhnya perempuan itu.
Tentu tak sebanding dengan seluruh bodyguard yang kini melindungi Arabella.
Wugh.
Hanya dengan dorongan biasa melalui sebuah besi seukuran sapu sebagai senjata yang dimiliki oleh perempuan itu, kaki depan berkukuh tajam makhluk itu pernah mendarat disana.
Lalu terhempas dengan sangat brutal hingga mengerang kesakitan.
Prok.. prok..
"Bagus.. bagus, sebenarnya hal inilah yang aku ingin lihat darimu!" ucap Adam sembari mendekati perempuan yang tak kalah cantik itu.
"Apa kamu bilang!?" jawab perempuan itu terbelalak.
"Jadi selama ini kamu memang sudah tau akan keberadaan ku, dan kini memanfaatkan hal tersebut untuk kepentingan mu sendiri?" nada bicara perempuan itu terkesan seperti orang meminta kejelasan.
"Mungkin saja. Lagipula aku hanya mengetes," Saat Adam berbicara ia terlihat seperti orang yang tak nyaman mengenai topik tersebut.
"Kamu berusaha lari bukan?"
"Tidak, aku tetap disini."
"Heeem maksudku kamu berusaha untuk mengganti topik!!" Akhirnya perempuan itu mengeluarkan kekesalannya sembari mendengus kesal. Garis di dahinya mulai terlihat.
__ADS_1
Tapi sebelum Adam membuka mulut kembali Arabella melangkahkan kaki menuju mereka berdua dengan ekspresi tak suka. Mungkin ditunjukkan kepada perempuan itu.
"Sebenarnya kalian ini memiliki hubungan seperti apa!!?" celetuk Arabella yang akhirnya membuncah dengan nada meninggi.
"Hmm, kami sudah tidur bersama dan... hmmph." Belum selesai berbicara mulut perempuan itu dibungkam oleh Adam.
"Itu tidak benar, dia ini adalah penguntit yang selalu mengikuti ku kemanapun aku pergi. Serta dia ini adalah salah satu SCP!" jelas Adam nampak serius, membuat Arabella percaya serta di satu sisi tak menyangka. Jika perempuan itu adalah SCP.
Sama halnya para bodyguard yang mendengar ucapan pria muda barusan yang menurut mereka mustahil, ada yang janggal.
Bagaimana bisa perempuan beraura dewasa serta memiliki wajah cantik dan tubuh s*ksi dikatakan SCP. Benar-benar tidak bisa dipercaya.
Beberapa dari bodyguard-bodyguard itu bahkan terkekeh.
Dikala Adam ingin menjelaskan lebih detail lagi mengenai identitas perempuan itu situasi rupanya tak berpihak.
Kabar tentang penyerangan markas Asosiasi pun sampai ditelinga Arabella yang mana membuatnya sangat terpukul.
Lantaran ada informasi yang menyebutkan penyerangan tersebut mengakibatkan markas itu bermanuver.
"Hiks ... ayah..." Arabella menangis sesenggukan.
"Sebenarnya ayahmu baik-baik saja berserta semua orang didalam markas itu. ... dan pesawat itu sudah kembali normal!" ucap Adam hingga ucapannya itu membuat hati Arabella tenang. Sementara perempuan berambut cokelat itu memalingkan muka.
"Tidak sepenuhnya. Kini penyerangan lain pun turut hadir. Sepertinya orang itu sengaja melakukan penyerangan tersebut dikala markas Asosiasi penuh akan orang-orang kuat." Sambung Adam kembali mengejutkan Arabella.
"Jadi.. ada kemungkinan buruk mereka akan..." gumam Arabella terdengar lirih, namun tak sampai selesai.
"Kamu tenang saja Ara, disana ada seseorang yang bisa mengatasi masalah itu tanpa mengotori tangannya sekalipun!" cegah Adam agar Arabella tak semakin panik dan gelisah. Ia bahkan mendekap tubuh perempuan satu kelasnya itu.
"Bisa kalian sudahi drama romantis ini, aku jadi mual," ucap perempuan itu tak suka. Dia rupanya sebal melihat kedua insan itu melakukan adegan romantis.
Kini Arabella percaya sepenuhnya kepada perkataan Adam tanpa kegugupan sekalipun.
"Oh yaa, Adam Kamu harus jelaskan hal tentang hubunganmu dengan perempuan itu!"Seraya menunjuk sosok berpakaian minim bahan itu.
"Uh, aku ini adalah kekasihnya!" balas perempuan itu dengan percaya dirinya. Sekali lagi membuat kesalahpahaman.
Pada akhirnya Kesalahpahaman Adam dengan perempuan itu terus berlanjut. Dan entah mengapa membuat Arabella ngambek dan memilih kembali ke pesawat.
Untuk tubuh asli SCP 939 rupanya kabur setelah terhempas keras oleh perempuan itu. Hanya meninggalkan jejak berjarak panjang.
__ADS_1
Saat ini Adam kembali menuju rumah tempat tinggal masa kecilnya bersama dengan perempuan itu.
Ia rupanya adalah makhluk SCP 126 memiliki sebutan "teman tak terlihat" dan itu adalah salah satu kemampuannya.
Sebenarnya ia adalah entitas tak kasat mata dan tak berwujud hanya bisa dideteksi oleh suara, Humanoid itu bersuara seperti wanita.
Informasi lain tentangnya mengatakan suka dengan sesuatu seperti seni, alam, dan Filosofi. Ditambah keinginan untuk memiliki anak?
Itulah data yang Adam ingat mengenal SCP 126.
"Heii, sebenarnya aku ingin bertanya kepadamu!" ucap Adam dikala menghentikan langkahnya serta menghadap perempuan itu.
"Apa itu, tanyakan saja. Aku memiliki banyak waktu."
"Itu mengenai tentang dirimu. Mengapa kau terus mengikutiku serta seakan-akan tergila-gila padaku, kenapa?" jelas Adam. Sorot matanya menunjukkan keseriusan ucapannya. Selama ini ia selalu menyadari kehadiran tak kasat mata tersebut, tapi ia abaikan begitu saja.
Sampai akhirnya kesabarannya mencapai batas. Saat itu di tengah pencariannya sebelum bergabung dengan pihak Asosiasi Adam akhirnya mengetahui sosok tak kasat mata itu.
Dia rupanya memiliki wujud seorang perempuan dewasa.
Dan saat itu Adam berpura-pura terlelap agar bisa mengamati perempuan itu. Apakah dia musuh atau bukan?
Selama pengujian hasilnya perempuan itu bukanlah musuh, karena pada saat Adam berpura-pura dalam keadaan rapuh melalui sandiwaranya. Perempuan itu malah terus memperhatikan pria yang terus mencoba mengujinya.
"Apa tujuanmu mengikuti ku terus?" pertanyaan simple Adam lontarkan.
"Kalau itu sudah jelas karena aku menyukaimu."
"Lebih objektif," timpal Adam.
"Hmmmm, ya. Kamu pria yang cocok untuk aku jadikan pasangan hidup. Aku bahkan membayangkan jika kita bisa bersama nanti dan memiliki beberapa anak, kyaa!!"
"Hentikan itu. Hal tersebut tidak akan pernah terjadi!" tegas Adam terlihat serius dari sorot matanya.
"Apa!? Kenapa begitu. Padahal aku sudah rela menampakkan wujud ini dan menahannya sampai ribuan tahun agar seseorang tidak pernah mengetahuinya. Serta ... aku menyelamatkan seseorang yang bagimu lumayan penting!" Protes perempuan itu sembari memanyunkan bibir dan tampang kasian. Seperti orang yang ditindas, namun terlihat bikin gemas.
Tetap saja hal itu tidak membuat Adam goyah.
"Tapi ada pengecualian."
"Eh...? Apa itu, kasih tau aku?"
__ADS_1
"Apa gunanya bagimu untukku?" Adam malah bertanya balik.