Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 22 Ancaman Di Segala Sisi


__ADS_3

Para bodyguard yang mendampingi putri dari pemimpin Asosiasi pun terkejut ketika melihat gumpalan mirip daging tengah meleleh.


Nampak menjijikkan untuk dilihat serta tercium bau menyengat tak sedap. Hal itu membuat mereka menjauh dari sana. Begitupula Arabella yang nampak cemas.


Entah mengapa ia seperti seorang cenayang saja, tebakannya seakan-akan terasa kuat seperti halnya benar jika pelaku utama kematian makhluk itu adalah ulah Adam.


Dan telah terjadi sesuatu ditempat ini.


Sementara itu, di sebuah ruangan persis seperti berada di laboratorium hingga dilengkapi berbagai peralatan nampak begitu canggih. Seorang berpakaian ala ilmuwan menatap tajam ke arah layar monitornya yang berukuran lumayan besar itu.


"Sudah kuduga. Dia lebih cekatan dari yang aku kira," ucapnya mengomentari apa yang dilihatnya pada layar monitor.


Di waktu yang sama Adam tengah menunggu data mengenai tempat yang ia lacak, bahkan meng-hack seluruh sistem disana.


Bermodal peruntungan ayahnya dahulu dimana beliau dulunya adalah seorang ilmuwan jenius, yang sayangnya menghilang tanpa jejak dalam perjalanan bawah laut.


Ayah Adam, Prof. Aslan pernah melakukan eksperimen kepada anaknya. Hanya saja hal itu di lakukan demi tujuan baik.


Beliau menaruh sebuah chip khusus ke dalam kulit putri perempuannya agar dapat selalu memastikan keberadaannya.


Prof. Aslan adalah seorang pria yang selalu menyayangi kedua anaknya, terutama putri tercintanya itu yang sangat mirip dengan mendiang istrinya.


Sebenarnya isi berangkas itu adalah potongan alat pelacak yang dipergunakan Adam untuk mencari titik lokasi Hana Makaira, adik tercinta.


Yang sempat sulit untuk ia cari menggunakan pelacakan linier. Seperti ada yang menghalang-halangi saja.


Beruntung Adam mengingat ayahnya di masa lalu.


"Hahaha aku telah menemukan tempat persembunyian mereka, sekaligus menyelamatkan adikku," ucap Adam terlihat dengan senyum miring sembari menatap layar monitor.


Rupanya caranya itu membuahkan hasil.


•••


Crak.


Crak.


Di luar tak jauh dari wilayah kediaman Aslan tempat Adam berada sekarang. Tengah terjadi pembantaian oleh serangan beberapa SCP sejenis.


Sebuah radar yang baru saja Adam aktifkan setelah lama tak digunakan membuatnya terkejut saat melihat pantauan.

__ADS_1


Dalam radar yang mampu menangkap hawa panas itu sosok makhluk yang diduga adalah SCP menyerang sekumpulan orang. Tak lain adalah para bodyguard yang kini melindungi Arabella sampai titik darah penghabisan.


Si penyerang memiliki nama lain "with many voice" atau SCP 939 dengan tubuhnya yang berwarna merah serta memiliki sifat agresif dan pergerakan super cepat.


Apalagi masuk kedalam kelas Keter memiliki tingkat ancaman tinggi. Ditambah jumlah mereka yang kini mampu membunuh banyak populasi manusia.


Secepat mungkin Adam bergegas keluar dari ruang bawah tanah saat ini. Menyembul melewati jalur keluar serta memperhatikan keadaan sekitarnya. Yang memang sedang kacau.


Adam kemudian menuju titik lokasi Arabella setelah menemukannya, terlihat tengah dilindungi oleh banyak bodyguard membentuk lingkaran.


Ada tujuh mahluk bertubuh merah mirip kadal itu dengan gigi tajam mampu merobek pakaian dari bahan khusus milik bodyguard sekalipun.


Sepersekian detik saat Adam hampir mendekati bulatan perlindungan dari bodyguard itu ia sempat mendapati serangan dari samping.


SCP 939 akan menerkam mangsanya dengan gigi terbuka lebar berlumuran darah segar.


Tubuhnya jika dilihat seperti pembuluh darah manusia terlihat jelas dari jaringan-jaringan epidermis.


Tentu saja Adam menyadari kedatangan makhluk itu seolah menebak jika dirinya akan diserang.


Wosh...


Menghindar dengan lincahnya seraya menyuntikan cairan khusus pada tubuh SCP itu.


SCP itu seolah tak menghiraukan tembakan kejut dari bodyguard yang tengah melakukan perlawanan sebelumnya. Menggunakan stun gun.


Terkaman dari mahluk buas itu berhasil Adam hindari, meskipun datangnya dari segala arah.


Serangan kuku tajam dari makhluk itu bahkan mampu membela tanah, namun lagi-lagi Adam lolos. Ia mengelak dari segala serangan berikutnya tanpa kesulitan. Membuat para bodyguard yang tengah menonton pertarungan epic tersebut terbelalak dengan mulut terbuka, serta mata membulat sempurna.


Arabella yang panik serta khawatir terus saja mewanti-wanti Adam begitupun anggota dari bodyguard yang masih tersisa, ikut membantu.


"Awas di belakangmu Adam!!!" pekik Arabella khawatir.


Sebuah suntikan berisi cairan yang mampu membuat pengerakan musuh melambat secara drastis.


Ciptaan Adam dikala memanfaatkan sel yang diambilnya.


Hingga menyisihkan satu ekor SCP 939 yang terlihat tengah kelelahan.


Saat Adam akan mendekat suara seorang perempuan meminta tolong membuatnya berpaling dari target terakhir. Suara itu berasal dari tumpukan mobil.

__ADS_1


Adam mendekati titik suara setelah memberi kode kepada bodyguard untuk mengamankan satu ekor yang tersisa itu.


"Hiks... hiiik..." suara perempuan tersebut berubah menjadi rintihan teramat memilukan. Membuat siapa saja yang mendengarnya pasti merasa bersimpati dan akan mengeceknya.


Kini ia sudah berada di tempat suara wanita barusan terdengar, namun Adam hanya menemukan gundukan lempeng besi.


Suara perempuan itu kembali terdengar dengan tangisan lirih. Menunjukkan jika dia ada didalam sana, sebuah gundukan yang Adam lihat tak jauh dengannya.


•••


Beberapa waktu sebelumnya. Pusat markas Asosiasi pelindung dunia mendapati bahaya yang mengancam.


Dimana pesawat berukuran besar itu diincar oleh mahluk SCP berukuran lebih besar dari pesawat tersebut.


Raja Arthur dikala mengobrol bersama dengan seseorang berpakaian ala peramal dikejutkan oleh dentuman keras.


Semua orang didalam pesawat bagaikan bahtera itu terperangah. Bagaimana tidak, dalam sebuah radar terlihat makhluk seukuran pulau tengah bertengger di atas pesawat yang merekah tumpangi.


Akibat beban yang teramat berat dari bobot mahluk diduga SCP berukuran Titan itu membuat pesawat pusat dari kegiatan Asosiasi pelindung dunia bermanuver.


Tak bisa dipungkiri jika mahluk itu juga membahayakan dari segi lain.


SCP berwujud ikan pari raksasa itu memiliki lendir yang mampu menggerogoti bagian pesawat secara perlahan.


Beberapa pesawat penyerbu serta alat elektromagnetik yang mampu menghantarkan arus listrik bertegangan tinggi pun di kerahkan. Untuk lepas dari cengkeraman makhluk itu.


"Pesawat kita menempel sangat erat pada tubuh SCP itu!!?" seru salah satu staff meneliti setiap sudut pesawat. Terburu-buru.


"Kurasa kita hanya bisa bergantung pada teknologi Asosiasi!!" sela staff lain.


Beberapa saat hingga SCP berwujud Titan itu mengerang kesakitan. Perlahan tubuh besarnya itu terlepas dari bagian pesawat, namun suatu anomali terjadi.


Raja Arthur melihat dari jendela kaca saat mahluk besar itu mulai perlahan menjauhi pesawat.


"Sepertinya akan terjadi lagi," ucapnya ada ekspresi tak senang diwajahnya.


Beberapa alat serta navigasi pesawat mengalami error. Bahkan layar monitor pantauan menampilkan jejak semut layaknya teori pembentukan alam semesta, Big Bang.


Lampu-lampu mulai redup. Bahkan sampai semua peralatan seakan kehilangan fungsi secara perlahan.


"Yang Mulia, anda pernah mengalami Anomali yang di akibatkan oleh mahkluk SCP itu. Sebenarnya apa yang terjadi pada saat itu, apakah sama seperti ini?" tanya Hawl salah satu staff.

__ADS_1


"Benar, persis seperti yang aku alami. Menurutku mahluk itu menyerap energi yang ada di pesawat ini!"


__ADS_2