Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 33 Pilihan yang Menentukan Takdir


__ADS_3

Shelli hanya bisa menutup matanya kuat-kuat lantaran takut menanggapi situasi yang tengah ia alami saat ini, dimana mereka berdua tengah dalam sebuah pesawat yang kini tengelam hingga jauh ke dasar lautan.


Adam tau jika Shelli berpura-pura takut seperti itu. Mana mungkin orang yang telah hidup sekian lama akan takut pada kematian seperti ini. Apalagi Shelli adalah makhluk SCP.


Lama pesawat ini tenggelam yang anehnya mesin pesawat masih tetap berfungsi dengan baik, meskipun sedang di dalam air. Hal itu pula menambah kepercayaan diri Adam terhadap teorinya.


"Sebenarnya, apa yang kamu lakukan dengan menenggelamkan pesawat ini? tanya Shelli nampak pias. Ingin segera tau jawabannya. Tapi Adam bersikeras untuk diam, tidak peduli.


Tak lama pesawat ini sudah tidak lagi berada didalam air. Sungguh ajaib dan membuat Shelli bingung.


"Ini...."


"Ya. Sebenarnya penyebab kita tak sampai-sampai pada tujuan karena pengaruh sebuah glitch, mungkin ada entitas yang melakukan ini demi sebuah tujuan!" jelas Adam yang akhirnya menjawab rasa penasaran Shelli selama ini.


"Jadi begitu, berarti apa yang kamu tadi adalah cara supaya kita bisa keluar yaa?" sahut Shelli memastikan sebab pesawat ini sengaja ditenggelamkan menurut kesimpulannya.


"Begitulah."


Kini rute perjalanan pada layar menampilkan map perhitungan rute tampak berbeda dari sebelumnya. Tidak direkayasa akibat pengaruh glicth.


Cuma satu misteri yang belum terpecahkan, yaitu dari mana glicth tersebut berasal.


Adam tidak terlalu memikirkan hal itu, karena yang menjadi prioritasnya sekarang adalah menyelamatkan adiknya.


[Peringatan: Sebuah rudal berkecepatan tinggi akan mengarah kemari!]


[Hitungan mundur dalam sembilan 9 detik 8... 9....]


Peringatan sistem pendeteksi bahaya dari luar pesawat berbunyi. Adam segera mengubah kendali pesawat menjadi manual, padahal baru beberapa menit tadi ia menggunakan mode auto pilot.


Terdeteksi 3 gambaran rudal meleset secara bersamaan pada arah berlawanan.


"Cih, apa-apaan serangan itu. Sangat merepotkan," gerutu Adam sembari mencengkeram kuat kemudi.


"Kencangkan sabuk pengaman!!" titah Adam yang langsung dipraktekkan oleh Shelli secepat mungkin.


Wuug...


Pada celah berkemungkinan selamat 1:1000 Adam akhirnya berhasil lolos dari target ketiga rudal itu.

__ADS_1


Ia pun bisa bernafas lega selagi mengamati kondisi.


Namun rudal itu kembali menunjukkan keberadaannya pada layar navigasi.


"Sial!" umpat Adam sembari menggertak kan gigi, baru kali ini ia merasa kesal hingga otot wajahnya terlihat sempurna.


Adam menebak jika serangan misterius itu berasal dari orang yang sama, pelaku penculikan siswi SMA serta dalang dibalik kemunculan SCP.


Kali ini Adam kembali memperhitungkan jarak antara rudal itu dengan badan pesawat se-teliti mungkin.


Hitungan otomatis oleh sistem pesawat beruntung membantu Adam dalam kondisi ini.


Wuuuuug...


Jess... shuu darr!!


Adam melakukan manuver hingga pesawat menghadap pada objek berbahaya itu.


Sebuah hal yang tak terpikirkan Adam dari awal, akhirnya ia pilih dari berbagai rencananya. Guna lolos dari momen berkemungkinan dirinya mati tadi.


Yaitu mengadu rudal pesawat ini dengan rudal misterius itu.


"Hampir saja ... aku mati oleh rudal tak diketahui dari mana asalnya, haaa ..." gumam Shelli yang hanya Adam dengarkan.


Sementara itu di waktu yang sama Adam dari paralel lain yang sekarang ini tengah bersama Hana sedang berusaha mencuci otak gadis itu.


Sayangnya Hana tetap pada pendiriannya tak menginginkan sebuah kehidupan seperti itu. Seperti harapan besar kakaknya tersebut.


"Begini saja, kamu bisa hidup selama yang kamu mau. Contohnya aku sekarang ini, aku bisa kembali menjalani masa muda berkat eksperimen yang telah aku temukan. Dan masih banyak lagi hasil ekperimen mengejutkan yang mungkin membuatmu tertarik," ucap Adam membujuk serta menawarkan keuntungan menarik kepada Hana jika berpihak padanya.


Tetap sama seperti sebelumnya, Hana menolak. Yang mana membuat Adam murka hingga menarik paksa Hana untuk mengikutinya.


Tibalah mereka berdua pada layar besar menampilkan sebuah pesawat tak lain adalah pesawat Asosiasi. Tapi Hana tak mengerti mengapa kakaknya membawanya paksa kemari.


Adam kemudian menjelaskan sedetail mungkin bahwa Adam kakak Hana di paralel ini sangat berjuang keras demi bisa menyelamatkan seseorang yang dia anggap penting.


Dan orang itu adalah Hana, adiknya. Sekarang ini Adam tengah menjadi pilot sebuah pesawat demi bisa kemari.


Maka jika Hana tak menurut maka nasib sial akan menimpa kakak tercintanya itu.

__ADS_1


"Tidak ... jangan lakukan hal buruk kepadanya, aku mohon ..." ucap Hana memohon begitu sendu kepada Adam bersamaan dengan air mata yang lolos dari pelupuk mata.


Hana tau jika kakaknya dari paralel lain yang tengah bersamanya ini bersungguh-sungguh akan melakukan hal buruk jika kemampuannya tidak dituruti.


"Bagus. Itulah yang aku mau darimu, meskipun harus dengan cara seperti itu. Yaa mau bagaimana lagi, sekarang lebih baik kamu mempersiapkan diri untuk makan siang sebentar lagi!" titah Adam yang mana membuat Hana berfirasat buruk jika Adam tidak menempati janjinya.


Tapi pada akhirnya Hana menuruti perkataan Adam dengan patuh sembari mengikuti maid yang menyuruhnya untuk segera pergi.


Mereka berdua kemudian berjalan menuju dinding yang bisa memunculkan bentuk layaknya pintu.


Hana tetap tenang karena dirinya sudah terbiasa dengan segala keanehan di tempat ini. Sudah menjadi makanan sehari-harinya.


Dalam serangkaian meloloskan diri yang tiada hasilnya.


"Huh ..." Maid itu melongo mendapati Hana yang sudah tidak ada disisinya.


Ia kemudian langsung sigap untuk melapor. Di respon penuh amarah oleh Adam yang kini tengah berada di depan layar monitor.


Maid itu kemudian segera mencari keberadaan Hana, berharap dapat segera menemukannya agar bosnya itu tidak marah apalagi murka.


Saat ini Hana berlarian sesuai rute mengikuti panduan peta pemberian Nikola Tesla dalam secarik kertas komplit layaknya rumus


Didalamnya juga berisi cara-cara penting untuk mengubah dunia.


Hana masih belum membaca bagian itu, prioritasnya adalah menuju sebuah ruangan pusat kendali makhluk-makhluk SCP.


Niatnya Hana akan menonaktifkan kendali tersebut demi mengurangi segala bentuk kerusakan yang disebabkan oleh mahluk itu, terutama jatuhnya para korban akibat insiden ini.


Dengan penuh kehati-hatian melewati berbagai tempat yang memang menyorotkan sekitaran, Hana menjadi semakin tertantang. Karena ia merasa seperti dibimbing langsung oleh orang berpengaruh bagi peradaban dunia.


Setiap langkahnya dipenuhi oleh semangat yang berapi-api.


Sampai pada akhirnya ia berhasil memasuki ruang yang dituju melalui jalan lain, tidak melewati pintu utama.


Sebuah ruangan yang kali ini membuat Hana agak pusing, dikarenakan terdapat banyak sekali kabel-kabel berbeda jenis.


Tergabung pada banyaknya perantara yang tak bisa dihitung dengan jari. Seperti halnya berada diruang data base google.


Untungnya petunjuk pada secarik kertas itu benar-benar membantu. Hanya saja kenyamanan sekejap berubah ketika Hana mendengar sebuah langkah cepat.

__ADS_1


__ADS_2