Human VS SCP

Human VS SCP
Bab 28 Rencana Kabur


__ADS_3

"Nikola Tesla...."


Tentu saja Hana sangat terkejut. Ia kenal dengan wajah pria itu dalam sejarah dunia. Dikenal dengan nama Nikola Tesla seorang ilmuwan berpengaruh bagi perkembangan dunia sains.


Hana masih bingung bagaimana bisa wajah pria didepannya ini sungguh mirip dengan sosok ilmuwan terampil tersebut.


Hana masih tak percaya, meskipun wajah itu ia ingat-ingat kembali untuk kesekian kalinya. Memanglah wajah seorang ilmuwan terkenal berpengaruh bagi peradaban dunia.


Hingga pada akhirnya ia menyerah untuk percaya pada ego kecurigaan. Hana kemudian langsung memutuskan untuk bertanya. Itu jalan satu-satunya.


Sebenarnya ia lupa jika dirinya sedang dikejar oleh seorang maid.


"Umm apa anda benar Nikola Tesla yang itu, atau..." perkataan Hana menggantung. Dan langsung dilanjutkan oleh seseorang didepannya.


"Begitulah. Hanya saja saya sungguh tidak bisa mengontrol tubuh ini seperti dulu lagi, karena sesuatu mengendalikan saya bersumber dari dalam sini!" ucap Nikola Tesla sembari menunjuk bagian samping kepalanya dekat telinga. Ia terlihat serius saat mengatakan.


Penggalan dari ucapan Nikola Tesla barusan sepertinya bukan kebohongan, cuma ada maksud dari ucapannya itu. Hana menebak.


Keduanya lalu berbincang saling tanya dan jawab.

__ADS_1


Hana kemudian shock mendengar salah satu penuturan dari Nikola Tesla. Tentang keadaan di luar sana sekarang.


"Sungguh?! Apa anda melihatnya sendiri?" tanya Hana sempat tidak percaya. Dan masih saja ada rasa takjub ketika dirinya bisa berbincang dengan orang terkenal saat ini.


"Ya. Dunia saat ini sedang mengalami tragedi mengerikan oleh makhluk-makhluk aneh bernama SCP. Dan hal itu terjadi karena sebab akibat dibaliknya!"


"Apa ... berhubung dengan seseorang yang mengendalikan anda?" Hana langsung menyimpulkan.


"Benar. Dia sangat licik dan jahat. Dan mungkin dirimu akan tercengang setelah mengetahuinya, alasan seseorang itu melepaskan SCP di ruang publik."


Dari nada menekan serta mulut seorang ilmuwan itu seakan kesulitan untuk berucap seperti melawan kendali, Hana bisa memastikan kebenaran sang ilmuwan jenius tersebut.


Dimana dirinya memaksa untuk memberikan informasi terkait keadaan di luar sana pada Hana.


Tentu saja karena beliau ingin lepas dari kendali tersebut dan agar Hana mengetahui kebenarannya segera.


Tiba-tiba saja seorang perempuan berpakaian maid menemukan keberadaan Hana.


Dan dengan sigap meringkus Hana tanpa adanya perlawanan sama sekali, tenaga Hana seakan terkuras habis.

__ADS_1


"Lepaskan aku! Aku mau bertemu dengan orang itu!!" Hana bersikap keras seolah memerintah. Sayangnya ucapannya itu tidak digubris.


"Sepertinya anda harus memperlakukan dia dengan baik. Saya sebagai seorang pria tidak tega melihatnya!" pinta Nikola Tesla dengan nada dominan.


"Hmm, sepertinya anda sudah hampir lepas dari kendali itu," ucap perempuan berpakaian maid itu datar, menatap pria berpakaian era 80 an tak jauh dengannya.


Beberapa saat hingga Nikola Tesla terdiam sebagai pertanda kendali dirinya sudah sepenuhnya di ambil alih oleh sebuah chip, yang tertanam di dalam kepala.


Kali ini Hana tidak melawan, ia hanya menurut ketika dipaksa untuk berjalan kembali ke tempat semula.


Ketika sudah dekat dengan pintu keluar dari sebuah ruangan layaknya laboratorium, Hana tiba-tiba saja mendadak pingsan.


Hal itu membuat perempuan penjaga Hana kerepotan, padahal saat ini Hana sedang berpura-pura.


"Anda pasti sedang berakting lagi, saya sudah menebaknya dari awal!" ucap maid tersebut memberitahu, seraya memapah gadis yang masih duduk di bangku SMA untuk beranjak.


Lagi-lagi tubuh Hana lolos hingga membuatnya terjatuh.


Entah mengapa hari ini maid itu nampak malas untuk sekedar meladeni maupun mengungkap rencana gadis tersebut.

__ADS_1


Bosnya menyuruhnya untuk menjaga gadis itu agar tidak kabur terlalu jauh dari posisi semula. Yang mana jika hal tersebut terjadi maka pengaruh SCP berwujud rumah atau bangunan akan lenyap.


"Kamu..." Hana dengan sigap menyuntikan sesuatu kepada maid itu. Menancapkan sebuah suntikan begitu dalam agar efeknya bekerja lebih cepat.


__ADS_2