
Adam kini memperhatikan dengan seksama lempengan yang menurutnya mencurigakan. Yang sebelumnya sempat terdengar suara perempuan meminta tolong.
Ia kemudian mendekati lebih dekat lagi. Dan...
Wuss
Rupanya suara tadi hanyalah tipuan semata dari kemampuan yang dimiliki oleh SCP 939. Sebelumnya memanipulasi suara menjadi suara seorang perempuan.
Nyatanya SCP tersebut cukup cerdik lantaran berusaha menjebak targetnya menggunakan cara emosi belas kasian manusia.
Untungnya Adam sempat menghindar dari terkaman mendadak yang secara tiba-tiba muncul dari tumpukan lempengan tersebut.
Hal itu juga mengejutkan beberapa bodyguard saat menyaksikan.
"Sepertinya dirimu adalah yang asli," ucap Adam dikala sorot matanya menatap pada SCP 939 tak jauh didepannya. Keduanya sama-sama saling menatap. Seolah mengamati perangai satu sama lain.
Tak menyangka juga SCP tersebut kehadiran tubuh asli, namun muncul terlalu lamban. Saat sudah tiruannya dihabisi oleh Adam, dan hanya menyisakan satu ekor saja.
Kali ini Adam memasang kuda-kuda. Ia sepertinya paham mengenai sosok asli makhluk tersebut yang tak lemah seperti tiruannya itu.
Blash.
Adam kemudian bergerak lebih dulu. Ia lalu mengincar bagian samping makhluk tersebut seraya bersiap untuk menyuntikkan sesuatu.
Wuss
Sayangnya makhluk itu sudah memprediksi serangan frontal tersebut dan malah berganti target. Kini SCP 939 mendekati Arabella setelah lenyap dari tempat keberadaannya semula.
Kecepatan bergerak makhluk itu bahkan lebih cepat dari pada kecepatan gerak para clone sampai tiga kali lipat.
Arabella bahkan tidak menyangka makhluk tersebut bergerak mendekatinya, begitupun kumpulan bodyguard pelindung.
•••
Di waktu yang sama lebih tepatnya di markas Asosiasi. Para staf mulai kewalahan menghadapi serangan mendadak dari sebuah objek mirip pesawat.
Meskipun energi pesawat yang dijadikan markas ini telah kembali berkat bantuan Profesor Smith, tapi musibah lain kian mewarnai.
Objek misterius itu bergerak super cepat sembari menembaki markas Asosiasi.
__ADS_1
Dipastikan oleh Dae Yong ada lima pesawat yang mampu bergerak super cepat itu.
Hanya saja masih belum diketahui apa motif penyerangan tersebut.
Di sebuah ruangan penelitian dimana Professor Smit melihat objek tersebut yang telah tertangkap oleh kamera. Iapun sangat shock lantaran mengenal badan dari pesawat itu, yang sepertinya pernah ia lihat.
"Tidak mungkin. Pesawat itu adalah..." ia tidak melanjutkan, saking shocknya.
Tapi setelah beberapa gambar berhasil memperlihatkan seluruh visual pesawat itu akhirnya membuat Profesor Smith percaya.
Bahwa objek berjumlah lima tersebut yang kini menyerang markas Asosiasi adalah pesawat supersonik. Dikenal oleh sejarah saat pertama kalinya seorang ilmuwan bernama Nikola Tesla mempublikasikan temuannya.
"Ini begitu membingungkan. Pesawat seperti itu muncul selepas makhluk Titan itu pergi, yang artinya musuh memiliki teknologi mutakhir. Serta mempunyai keterlibatan dengan seorang ilmuwan. Yaa itu mungkin saja.." ucap profesor Smith bermonolog.
"Lalu parahnya lagi jika Ilmuwan itu mendukung aktivitas yang Adam katakan pemusnahan massal manusia. Bisa saja dunia ini akan memulai era baru. Dimana kontrol manusia hasil eksperimen memiliki kontrol penuh pada satu pusat!"
Artinya jika hal buruk itu terjadi seluruh kehidupan manusia seperti politik dan lain sebagainya bisa dimanipulasi secara keseluruhan. Oleh satu orang saja, layaknya dewa.
Kini profesor Smith merasa ngeri serta takjub di satu sisi. Bagaimana bisa seseorang menciptakan dengan sempurna rancangan temuan pesawat supersonik, yang mana di era hidupnya Ilmuwan hebat "Nikola Tesla" belum sempat menciptakan temuan itu.
Berganti pada ruangan lain masih di tempat yang sama, Raja Arthur sedang memperhatikan segala peristiwa.
"Bisakah anda ramal sekarang nona?" pintanya kepada seorang nenek tua berwajah penuh bintik-bintik. Tengah duduk berhadap-hadapan dengan Raja Inggris sebelumnya.
"Pffs, kau bilang dia adalah seorang nona. Apa matamu rabun?" ejek seseorang yang mana itu adalah Juro. Tiba-tiba saja ia masuk keruangan tersebut. Bahkan berani berkata seperti itu kepada sang Raja.
Sementara beberapa orang yang berjaga di depan pintu ruangan tersebut nampak kebingungan saat mengetahui pintu telah terbuka.
Padahal sebelumnya mereka ingat telah menutup rapat-rapat.
"Kau, sedang apa kau kemari? Dan bagaimana bisa memasuki..." ucapan Raja Arthur terpotong, Juro menyela.
"Intinya aku kesini untuk membalas dendam!" Hal itu membuat sebelah alis Raja Arthur naik, ia lalu melihat dengan seksama orang itu.
"Apa masalah yang sudah ku perbuat hingga melibatkan dirimu?" tanyanya masih merendah. Tidak memikirkan hal yang sebelumnya orang tersebut katakan yang menyebutnya rabun serta memiliki dendam pribadi dengannya.
"Tsk, kau Raja yang pelupa. Tapi memang begitulah seharusnya. Dirimu yang hidup selama bertahun-tahun dan sepertinya memasuki tiga ratus tahun harusnya menjadi debu!" kembali Juro melontarkan kalimat tak enak kepada sosok Raja dihadapannya.
Diketahui Raja Arthur memiliki umur yang sangat panjang persis seperti yang Juro katakan. Atau mungkin lebih dari tiga ratus tahun lamanya.
__ADS_1
Ia seperti manusia abadi. Tak menua serta pertumbuhannya seakan berhenti di umur 21. Entah apa yang membuatnya awet muda? Banyak rumor dan teori konspirasi tentangnya.
"Cukup!! Jika kau kemari hanya untuk mengejek maka cepatlah pergi! Sebelum aku benar-benar mengotori tangan ini dengan darah orang yang membuatku jengkel!" ancam Raja Arthur yang tak terima jika dirinya hanya dijadikan bahan olokan tak berdasar. Satu tangannya terlihat terkepal dan ada raut emosi di wajahnya.
Beberapa orang yang berjaga didepan akhirnya menyadari akan kehadiran seseorang, tamu tak diundang.
Langsung saja mereka masuk kedalam dan mengepung Juro setelah diperintah untuk keluar namun diabaikan begitu saja.
Sementara Juro tidak berpindah satu centimeter pun.
Lalu ia menunjukkan senyuman smirknya.
wuss
Bruk!
Satu sampai tujuh orang penjaga yang diketahui terlatih dalam beladiri tumbang seketika.
Dalam satu gerakan Juro berhasil melumpuhkan mereka semua.
"Orang-orangmu sangat payah. Mereka hanya kroco bahkan lebih rendah dari..."
"Cukup!! Hentikan perkelahian kalian!" pekik perempuan yang sudah tak lagi muda itu.
Perkataannya cukup membuat mereka berdua terdiam.
Hanya saja jika perempuan lanjut usia itu tidak segera bertindak maka bisa dipastikan perkelahian mereka akan terjadi.
Barusan hampir saja Raja Arthur melayangkan pukul telak pada Juro, namun tak sampai mendaratkannya pada pipi lantaran mendengar suara perempuan tua itu.
"Jika saja orang tua itu tidak menghentikan ... tidak mungkin! Aku tidak mungkin kalah oleh orang biasa sepertinya," ucap Juro dalam hati bermonolog. Ada rasa kesal dihatinya.
Dirinya seakan tak menyadari pergerakan lawannya yang super cepat tadi, meskipun ia sendiri adalah yang mengandalkan kecepatan saat bertarung.
Bagaimana bisa menurutnya "Raja Arthur" tiba-tiba ada didekatnya? Padahal sebelumnya jarak keduanya lumayan jauh. Sepuluh langkah.
"Kali ini aku melepaskan dirimu. Kita bicarakan hal itu nanti saja! Saat ini kita dalam perahu yang sama, kau pasti paham maksudku, bukan?!"
"Tsk, untuk kali ini saja," seru Juro sesaat sebelum keberadaannya hilang begitu saja.
__ADS_1