
Iqbal pun terus berjalan menuju halte sebenarnya ia sangat kesepian tanpa Roy akan tetapi Iqbal merasa bahwa ini lah yang terbaik ia tidak ingin jika ia pergi nanti,Roy akan terlalu bersedih."Hahhh....gue harus ngelakuin apaan ya, gue harus segera ngomong sama ibu tapi gue gak pengen ibu terlarut larut dalam kesedihan,akhhhh.......teriakan Iqbal mendengung di gelapnya malam.Akhirnya Iqbal sampai di rumah Putra tetapi alangkah terkejutnya Iqbal,rumah tersebut sepi seakan tidak ada orang"kok sepii apa jangan-jangan keluarganya udah pada tau kalau Putra di rumah sakit,percuma juga sih gue kesini,ngapain juga gue kesini gak mikir banget dahh gue"kata Iqbal sembari meninggalkan halaman rumah Iqbal.Iqbal pun kembali berjalan di gelapnya tanpa ia sadari waktu sudah hampir tengah malam."ahkk udah jam segini gimana nih ibu pasti lagi nyariin aku sekarang beban orang tua banget sihh gue..",kata Iqbal sambil terus menyalahkan diri sendiri.
Iqbal segera berlari menuju ke rumahnya setelah naik ojek tadi.ternyata ibunya masih belum keluar dari kamarnya,Iqbal pun berusaha memanggil ibunya untuk keluar."bu..ibu..ibu...ibu udah tidur ya"tetapi tidak ada sautan apapun,"mungkin ibu sudah tidur kali"kata Iqbal sambil masuk ke kamarnya.ia merebahkan dirinya dikasur tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu,seakan ia sangat letih menghadapi hari hari yang sangat melelahkan.
__ADS_1
kukuuruyukkk....suara ayam berkokok yang menandakan hari sudah pagi,pada pukul 06.20 Iqbal terbangun dan terkejut karena ia bangun terlalu siang,ibunya pun ternyata juga belum keluar dari kamarnya."Ibu..bangun udah pagi lohh...nanti telat sekolahnya udah hampir jam setengah tujuh nih ibu...bangun,suara keras Iqbal berusaha membangunkan ibunya,"bu..Iqbal tau ibu masih sedih karena kejadian kemarin malam tapi Putra pasti baik baik aja kok jadi ibu jangan terlalu menyalahkan diri ibu sendiri",kata Iqbal sambil duduk di depan pintu kamar ibunya.akhirnya ibunya Iqbal mau keluar dan segera masuk ke kamar mandi ia sadar bahwa putra bukan tempat untuk dijadikan tempat menangis karena putra masih hidup dan pasti akan selamat.Iqbal tersenyum melihat ibunya yang sudah bangkit dari kesedihan yang mendalam,Iqbal pun juga segera berdiri dan bersiap siap untuk segera mengantarkan ibunya ke sekolah.akhirnya ibu dan Iqbal sudah siap untuk berangkat, dan langsung menuju ke sekolah dengan menggunakan taksi online.di perjalanan ibunya Iqbal bertanya kepada Iqbal."bal kok kamu gak kuliah kuliah sih","ohh itu bu Iqbal lagi liburan akhir semester kan wisuda"kata Iqbal dengan cara berbohong,"ohh kalau emang begitu ya udah pokoknya kamu harus tetep kuliah dan berwisuda apapun yang terjadi!!suara ibunya pelan dengan mata sembabnya karena menangis.
Akhirnya mereka sampai di gerbang sekolah,Iqbal langsung pergi menggunakan taksi yang sama."bu Iqbal pergi dulu ya"kata Iqbal sambil melambaikan tangannya.Citra masuk ke halaman sekolah dengan mata sembabnya ia masuk ke sekolah.tiba tiba"woii dasar cewek sokk.. cantik lo kan yang bunuh putra"Citra terkejut mendengar mendengar kata kata Jessica."bagaimana Jessica bisa tau kalau kemarin aku sama Putra barengan"hehh lo pasti nanya nanya kan kok gue bisa tau,lo gak perlu tau gue ngerti dari mana lo tinggal jujur aja kan!!...kata Jessica sambil membulyy Citra"masak sih Putra mati gara gara Citra,jahat banget sih"kata teman temannya Jessica.Citra sangat marah"hehh Putra tuh belum mati ya dan Iqbal itu masuk rumah sakit bukan gara gara gue itu semuanya cuma musibah yang gak ada yang tau kok",kata Citra sambil menatap tajam Jessica."yahh gak mau jujur sihh gak papa tapi lo tetep aja kita sebut cewek pembawa sial" kata Jessica sambil pergi bersama teman temannya ke arah kantin.Citra hanya bisa menunduk dan kembali ke kelasnya.saat ia masuk ke kelasnya semua orang seakan saling bisik membisiki satu sama lain,Citra tau kalau mereka sedang menjelek jelekannya,karena mereka menatap sinis Citra dan tidak ada ada yang mau berbicara dengannya
__ADS_1
Kedua murid tersebut dipersilahkan masuk.satu murid laki laki dan satu murid lainnya adalah perempuan.murid laki laki itu bernama Rama dia adalah murid yang tampan tetapi juga sangat dingin,dia juga adalah seorang aktor pendatang baru.semua murid wanita berteriak dan bersorak melihat ketampanan wajah Rama,"Rama,Rama duduk sini aja"kata salah satu murid."enggak sini aja" semua murid saling berebut Putra agar mau duduk di sampingnya.sedangkan satu murid lainnya bernama Dinda,Dinda adalah anak pengusaha terkaya di jakarta wajahnya juga cantik tiada saing.dia juga adalah anak yang ceria.semua murid laki laki juga memperebutkan Dinda untuk duduk di sampingnya."baiklah Dinda Rama silahkan duduk di tempat yang kalian sukai"kata pak guru sambil kembali duduk di bangkunya.
Rama langsung duduk sendiri di pojok kelas sedangkan Dinda duduk di samping Citra,Dinda berusaha membangunkan Citra,"hahh kenapa ada apa"jawab Citra terkejut."kamu tidur ya??.jawab Dinda dengan tersenyum polos.Citra tersadar bahwa tadi ada dua murid baru yang datang dan salah satunya duduk di samping Citra."Ohh iya nama aku Dinda nama kamu siapa??"."si pembawa sial"kata Jessica sambil tertawa memotong pembicaraan mereka,"ohh aku Citra"jawab Citra tersenyum melihat Dinda."iyaaa".tanpa disadari sedari tadi Rama melihatnya dengan tatapan dingin."Ohh nanti istirahat bareng ya"kata Dinda dengan ceria,Citra hanya menganggguk dan tersenyum.selama beberapa jam pelajaran telah berlangsung dan sekitar jam 09.00 bel berbunyi tetttt ......"yeayyyyy,jawab mereka serempak.akhirnya mereka semua keluar kelas,Jessica dan teman temannya pergi mengelilingi Rama dan menggodanya,Citra melihat kerumunan tersebut akan tetapi ia tidak bisa melihat wajah anak laki laki tersebut.karena Dinda langsung menariknya keluar kelas."Kamu hari ini mau ngapain"kata Dinda ramah."ohh gak kok aku gak mau ngapa-ngapain","gimana kalau nanti pulang sekolah kita main bareng"kata Dinda sembari memegang tangan Citra"iya kok boleh aja" jawab Citra tersenyum kembali.
__ADS_1
Sementara itu Iqbal sedang berkerja di restoran yang sama dan terjadi sesuatu yang tak terduga!!......