IBU MAAF

IBU MAAF
TUDUHAN PALSU


__ADS_3

Sementara Citra melihat ke arah kerumunan itu ia penasaran dan akhirnya melihat apa yang terjadi di antara kerumunan tersebut."Ada apa ya kok rame banget?"ucap Citra sambil melihat ke arah kerumunan,akan tetapi ternyata semua sudah terselesaikan karena sudah ditangani oleh pihak yang berwajib."mbak...ini ada apa ya kok pada ngumpul di depan apartemen ini?",ucap Citra penasaran,"Ohh ini mbak kata orang orang subuh tadi terjadi pembunuhan berantai mbak makanya saya langsung ke tempat kejadian",jelas perempuan tersebut."ohh makasih mbak ternyata ada pembunuhan to",kata Citra setengah terkejut dan langsung kembali berjalan ke arah rumahnya.Citra melamun memikirkan pembunuhan itu,"kokk jaman sekarang masih ada pembunuhan kaya gitu sihhh..."ucap Citra dalam hati,saat ia sedang melamun ia tanpa sadar telah berjalan terlalu dekat dengan kendaraan tapi tiba tiba ada yang menarik Citra saat ia akan diserempet motor,"akhhh...."suara teriakan Citra lantang.Citra terkejut setengah mati ia langsung menoleh ke arah orang yang telah menyelamatkan nyawanya."lo gak papa,kalau


jalan jangan sambil melamun untung gue masih bisa liat lo",kata kata dingin terlontarkan oleh pemuda itu yang ternyata adalah Putra,Citra tak bisa berkata kata saat ia melihat ke arah Putra,"ma..ma..kasihh",ucap nya terbata bata,Putra langsung melepas tangannya dari pundak Citra dan ia langsung pergi tanpa mempedulikan keadaan saat itu,"Putraa ....kamu kenapa sihh sekarang berubah total gak kayak waktu pertama ketemu dulu!!!!,iya aku minta maaf gara gara aku sekarang keadaan kamu jadi kayak gini",kata Citra sambil berteriak marah.Putra seketika berhenti berjalan dan segera membalikan tubuhnya ia melihat ke arah Citra dan tersenyum,Citra hanya menangis melihat keadaan Putra yang sekarang,"Citra kamu gak usah nangis kamu kan masih punya bang Iqbal jadi kamu udah gak butuhin aku,lagi pula dari pertama ketemu kita emang bukan apa apa kan?",kata Putra sambil menghapus air mata Citra."kamu..hikss kenapa...hiks...jadi kaya..gini kita kan....hiks bisa temenan..hiks kayak dulu lagi.ucap Citra sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Emang kalau aku bareng kamu lagi semuanya bisa kembali kayak dulu lagi"?, ucap Putra sambil tersenyum.Citra tak bisa menjawab pertanyaan Putra,mereka juga hanya terdiam melihat keadaan satu sama lain," Putra kamu emang gak papa jadi gak bisa liat kayak gini?,ucap Citra ragu ragu."Putra tak bisa menjawab apa apa,di sisi lain ia tidak sanggup menjalani hidup dengan keadaannya yang sekarang ini tapi Putra tetap berusaha untuk tidak patah semangat dan menjalani hidupnya dengan apa adanya.Citra hanya menunduk melihat Putra yang tidak bisa menjawab pertanyaannya itu, ia juga berpikir untuk tidak akan menanyakan pertanyaan itu lagi agar tidak menyinggung perasaannya.


Mereka tetap duduk tak bersuara sampai akhirnya Putra memutuskan untuk pulang,"yaudah kalau jalan lain kali hati hati,lo tau kan kalo dunia ini sekejam apa??,sekarang gue mau pulang dulu lo juga harus pulang yahhh!!!",kata Putra sambil pergi meninggalkannya,Citra tak bisa berkata kata ia melihat bahwa Putra ternyata adalah orang yang tegar dan kuat ia sanggup menerima semua apa adanya walaupun sebenarnya tidak sesuai keinginannya.

__ADS_1


Citra lalu melanjutkan perjalanannya pulang ke rumah saat Citra sampai di depan rumah ia sangat terkejut melihat polisi sudah mengelilingi rumah Citra,ia langsung berlari,"pakk..pakk ini ada apa ya kok pihak yang berwajib bisa ada di rumah saya",kata Citra sangat terkejut setengah mati."semua polisi tersebut seakan diam dan tak menjawab sepatah kata pun."sebaiknya anda jangan berada di tempat ini dulu guna penyelidikan lebih lanjut",jawab polisi itu dengan tatapan dingin.Citra langsung meningggalkan area depan rumahnya ia segera menelepon Iqbal,saat handphonenya sudah tersambung,Iqbal tidak mengangkat teleponnya,"aduhh...ni anak kemana sihhh...lagi darurat gini palah teleponnya gak di angkat",kata Citra dengan perasaan yang campur aduk.


"uhhh..siapa sih yang nyuruh gue ke kantor polisi emangnya gue punya salah apaan perasaan gue gak pernah punya masalah sama pihak yang berwajib,yaudah deh nanti tinggal jelasin apa adanya",kata Iqbal sambil memperhatikan hpnya.saat hampir sampai di tempat tujuan Citra menelpon Iqbal,tutttt.....tuttt...,"Siapa sih ni yang nelpon,ohhh ibu to gue angkat aja deh siapa tau penting",kata Iqbal sambil menatap handphone nya,tapi saat ia akan mengangkat teleponnya tejadi kecelakaan di jalan raya,"bruakkkk"....aduhhh pakkk ini ada apa ya pak kok bisa hampir nakbrak mobil orang bapak kurang fokus ya?",kata Iqbal sambil merintih kesakitan."Ohh maaf maaf dek saya tadi gak liat kalau ada mobil yang lewat,adek gak apa apa kan?",kata supir itu sambil membalikan tubuhnya,Iqbal terkejut melihat supir itu yang ternyata adalah iblis kontrak yang waktu itu."looo ngapain lo ada disini tadi juga nyetir gak hati hati lo mau bikin gue mati ya!!",kata Iqbal sambil marah marah,supir tersebut lalu menghilang dan tiba tiba ada di samping Iqbal,"iya sorry lo tau kan kalau lo punya kontrak sama gue jadi lo harus hati hati dimana pun dan kapan pun karena nyawa lo bisa aja langsung melayang entah kemana",kata Iblis itu sambil tersenyum menyindir.Iqbal langsung merinding dan tak berani menjawab kata kata iblis itu.

__ADS_1


Iqbal lalu keluar dari mobil yang ringsek bagian depannya itu,ia berjalan tertatih tatih karena kakinya yang terluka,Iqbal berusaha kabur dari iblis itu ia tak mau kalau nyawanya diambil sekarang,"Iqbal lo mau kemana gue gak bakalan bunuh lo sekarang kok",kata iblis itu sambil tersenyum. tiba tiba iblis itu entah dari mana langsung muncul di hadapan Iqbal,"gue cuma mau kasih tau kalau sekarang lo lagi terlibat sama kasus pembunuhan berantai di apartemen dekat rumah lo,dan sekarang lo masih jadi buronan polisi".kata iblis itu,Iqbal langsung menghentikan larinya ia membalikan badannya dan melihat ke arah iblis itu,"maksud lo sekarang gue lagi dicari polisi dan difitnah sama pelaku sebenarnya",Iqbal terkejut ia tidak menyangka urusannya menjadi sepanjang ini,ia juga tidak menyangka ada orang yang tega memfitnahnya dengan kasus yang tidak pernah dilakukannya itu."ya terserah lo,mau kabur atau menyerahkan diri",kata iblis itu sambil menyentuh pundak Iqbal denagn tiba tiba yang membuat Iqbal terkejut,"tapi tapi ngapain gue harus menyerahkan diri gue kan gak punya salah,ehhh...gak gak gue harus bicara apa adanya dan bilang kalau gue gak ada sangkut pautnya sama kasus ini".kata Iqbal linglung dalam hati.Iblis itu langsung pergi disaat Iqbal sedang kebingungan,dan tanpa basa basi Iblis itu tertawa tak jelas dan langsung pergi.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2