IBU MAAF

IBU MAAF
TERJEBAK OLEH PERMAINAN MAFIA


__ADS_3

Saat Citra ingin melanjutkan kalimatnya tiba tiba ia jatuh pingsan dan tak sadarkan diri.Rama yang ada di sampingnya secara spontan langsung menangkap tubuh Citra yang sudah lemas tak berdaya."Citra..Citra..kok lo malah pingsan??,gimana yah apa gue bawa aja ke rumah sakit?",kata Rama kebingungan harus membawa Citra ke mana Rama langsung menggendong tubuh Citra yang lemas dan kembali ke tempat syhuting,Rama membaringkan tubuh Citra di atas sofa,Rama langsung pergi mengambil minyak kayu putih yang ada di tasnya,"Citra..lo ada masalah apa sih??,masa cuma gara gara hampir ketabrak lo langsung gak sadarkan diri sihh.."kata Rama yang terus mengoceh walaupun Citra masih tidak sadarkan diri.Saat Rama masih berusaha membangunkan Citra,tiba tiba ada kru yang menghampiri Rama,"Rama..waktu istirahatnya udah selesai nihh kita kita mau lanjut lagi,lo juga siap siap sana!!",kata kru tersebut sambil marah marah.Rama langsung menolehkan kepalanya,"iya iya tapi ini gimana??",ucap Iqbal sambil mengangkat telunjuknya ke arah Citra.Kru tadi pun sangat kebingungan ia menyuruh kru lain untuk menjaga Citra, kru tersebut langsung menarik tangan Rama dan memintanya untuk mengganti pakaiannya.


Rama langsung menurut dan segera pergi untuk mengganti baju.Saat Rama sedang shuting,Citra perlahan mulai sadar dan langsung berjalan pelan ke arah tempat shuting,ia melihat Rama dengan lihainya berakting sesuai dengan peran yang ia lakoni."Cutt.."ucap sutradara yang menandakan semua kru termasuk Rama boleh pulang ke rumah masing masing."Rama kelihatannya seneng banget sama kehidupannya gak punya masalah dan semua kebutuhannya tercukupi",kata Citra merasa sedikit iri dengan kehidupan Rama.tiba tiba saat Citra sedang asyik melamun,Rama mengagetkan nya dari belakang,"dorrr...lo udah sadar kok bisa sih..lo sampai pingsan kayak gitu,gue khawatir tahu!!",kata Rama sambil memegang pundak Citra,seketika pipi Citra langsung memerah,dan Citra tak tahu harus mengatakan apa,Rama sadar bahwa ia telah membuat Citra malu dan langsung melepas tangannya dari pundak Citra."Mak..maksud gue siapa sih yang gak khawatir liat temen sekelas pingsan gitu aja",kata Rama berusaha mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Sementara itu Iqbal masih terus berusaha keluar dari gudang tersebut dengan cara mendobrak pintu."Kenapa sih pintunya gak mau kebuka!!!",kata Iqbal marah sambil terus meneteskan air mata."Masnya percuma aja ngelakuin ini semua kita sebaiknya pasrah aja sama yang maha kuasa",kata perempuan berbaju lusuh itu sambil memegang pundak Iqbal."gakk..gakk..kita gak bisa pasrah gitu aja,kita juga harus berusaha kan??",kata Iqbal tidak bisa mengendalikan emosinya.Perempuan tersebut hanya menunduk,sementara Iqbal tanpa henti terus berusaha mendobrak pintu itu."Gue harus apa??,ohh iya Iblis...Iblis gue harus minta bantuannya!!",kata Iqbal senang karena masih ada harapan untuk keluar dari permainan orang tidak waras yang tidak di kenal nya ini."Iblis...Iblis lo di mana,Cepet keluar gue mohon untuk kali ini aja!!",kata Iqbal sambil terus berusaha memanggil iblis kontrak itu.


perempuan dan kedua anaknya terus memperhatikan tingkah laku Iqbal yang mereka anggap aneh."bu..itu omnya kenapa dia lagi manggil siapa??",kata salah satu anak tersebut.Ibu itu hanya diam mendengar pertanyaan anaknya.perempuan itu juga binggung dengan apa yang dilakukan Iqbal,"Iblis...gue minta tolong untuk kedua kalinya,gue gak mau mati di sini!!",kata Iqbal sambil terus menangis. Tiba tiba saat Iqbal sudah Putus asa,Iblis kontrak tersebut muncul tepat di depan Iqbal."lo kenapa bal kok lo bisa ada di sini??",kata Iblis tersebut dengan santainya menanyakan pertanyaan tersebut.Iqbal langsung menoleh dan memeluk tubuh Iblis itu yang sebenarnya tidak nyata."makasih lo udah mau datang gue gak tahu gue harus ngelakuin apa lagi",kata Iqbal sambil menangis di pelukan seorang iblis."ibu om itu lagi meluk siapa?",kata salah satu anaknya dengan pertanyaan yang hampir sama,Ibu tersebut hanya menjawab,"om itu kayaknya lagi latihan pentas",kata perempuan tersebut dengan mulut yang bergetar.

__ADS_1


Iblis tersebut melihat keadaan di sekelilingnya.Ia terkejut melihat keadaan satu keluarga yang sangat mengenaskan."Gue mohon buat lo supaya bisa bantu gue sama mereka keluar dari gudang ini",kata Iqbal sambil terus memohon ke sang Iblis.Iblis tersebut juga kebingungan dengan apa yang terjadi di tempat ini."sebenarnya ada apa sih kok kalian bisa jadi kayak gini??",kata Iblis tersebut sambil melihat keadaan,Iqbal langsung menangis mendengar pertanyaan itu."gue juga gak tahu kenapa ini semua bisa kejadian",kata Iqbal sambil berdiri perlahan.perempuan tersebut yang tak lain bernama Siska pergi menghampiri Iqbal,"mas nya lagi ngomong sama siapa ya??,dari tadi anak saya tanya terus",kata Siska penasaran.Iqbal menoleh dan ia bingung harus mengatakan apa,di sisi lain ia tidak mungkin harus mengatakan bahwa di sini ada jin kontrak."ehh..emm anu saya sebenarnya lagi latihan drama kampus walaupun saya kekurung di sini saya harus tetep latihan kan??",kata Iqbal terpaksa berbohong,Siska mempercayai perkataan Iqbal dan segera pergi kembali ke anak anaknya.Saat Iqbal membalikan tubuhnya lagi ia terkejut melihat Iblis itu sudah hilang tak berjejak,"bliss..lo kemana gue masih belum selesai ngomong!! ",kata Iqbal sembari terus memanggil Iblis itu.Iqbal kembali tergeletak tak berdaya ia teringat akan ibunya,Iqbal hanya duduk termenung sambil meneteskan air mata.


masih bersama Rama,ia tiba tiba merasa ada yang janggal dengan iqbal,firasatnya juga mengatakan bahwa Iqbal sekarang dalam bahaya. "Citra maaf tadi gue gak bermaksud buat modusin elu tapi gue emang bener bener khawatir",kata Rama sambil menatap tajam mata Citra.Citra langsung memalingkan wajahnya," iya kok gakpapa makasih ya udah nolongin gue",kata Citra sembari berjalan pergi dari lokasi shuting tersebut."Citra lo mau pulang??,biar gue anterin aja",kata Rama berteriak keras,Citra hanya menggelengkan kepalanya,dan pergi menjauh dari Rama,Rama juga hanya terdiam ia merasa sudah sangat ikut campur ke dalam urusan Citra,Citra terus berjalan menuju ke rumahnya ia merasa sangat bersalah padahal ia tidak tahu apa kesalahannya,saat ia sudah sampai di depan rumahnya ia menoleh ke kanan dan ke kiri,"Iqbal belum pulang kayaknya",kata Citra dengan rasa kecewa.

__ADS_1


Citra tetap berusaha menelepon Iqbal tapi tidak aktif.ia segera masuk ke rumahnya dan segera mandi ia melepas semua baju kotornya dan segera mandi,air dingin membasahi sekujur tubuhnya tetapi air dingin seakan tidak terasa dingin baginya semua itu tidak ada artinya dengan semua yang dialami dirinya,Citra meneteskan air mata,seakan akan merasakan semua penderitaan Iqbal.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2