
Sementara ibunya masih terus mengawasi lima perampok tersebut ia sangat penasaran dengan apa yang mereka cari,"orang tersebut lagi cari sesuatu kan mendingan aku selamatin dulu anaknya entar gue balik lagi",ucap Citra sambil mengendap endap masuk ke kamar anak itu,ia berusaha tidak bersuara agar perapok tersebut tidak curiga,ia mengendong anak tersebut setelah ia mengambil anak tersebut ia segera keluar dari kamar itu tapi alangkah terkejutnya ada seorang perampok yang yang melihat mereka tapi anehnya perampok tersebut hanya diam dan tak berkata kata,Citra terkejut dan segera berlari keluar rumah untuk menyelamatkan anak tersebut."kok perampok tadi diam aja padahal dia kan udah liat aku duluan",kata Citra bingung harus melakukan apa.Citra kembali masuk ke rumah tersebut.Citra terus memperhatikan perampok tersebut dan tiba tiba ada yang menutup mata dan mulut Citra, secara spontan Citra langsung teriak tapi ia tidak bisa mengeluarkan suara apapun karena mulutnya terbungkam oleh tangan seseorang.Citra lalu diseret orang tersebut ke belakang rumah tersebut.
Orang tersebut langsung melepas tangannya dari mulut Citra, Citra ketakutan setengah mati dan hampir berteriak dan secara bersamaan ia membalikan tubuhnya,ia melihat ada seorang laki laki yang ternyata adalah Rama teman sekelas Citra."Rama lo ngapain ada di sini?",kata Citra terkejut melihat Rama yang berdiri di hadapannya."ya gakpapa dong soalnya lo keliatan serius banget tadi",kata Rama sambil tertawa kecil.Citra membalikan wajahnya dan merasa sangat malu ia berpikir sepertinya ia terlalu serius dengan apa yang dilihatnya,sampai sampai wajahnya merah menyala."ohh iya lo tadi tau gak rumah ini hampir kemalingan makannya gue tadi takut banget",kata Citra sambil meyakinkan Rama.Rama tersenyum melihat Citra bertingkah laku seperti anak kecil.Rama lalu menarik tangan Citra sambil terus berjalan tanpa mempedulikan ocehan Citra,"hehh lo tu kebiasaan ya jangan seenaknya tarik tarik tangan orang sakit tahu!!",kata Citra marah sambil memegangi tanganya.
__ADS_1
Citra terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan,"jadi..jadi...semua ini cuma pura pura",kata Citra dengan perasaan campur aduk.Ia tidak tahu harus berkata apa,ia kelawat serius dengan apa yang dilihat nya tanpa mencari tahu kebenarannya."Jadi lo gak usah terlalu serius,gak semua masalah tuh kita harus serius yang terpenting kita harus tetap tenang dengan apa yang terjadi",kata Rama sambil tersenyum ke arah Citra,Citra sangat malu dengan semua tingkah lakunya yang kekanak kanakan.Citra lalu segera pergi dari area sekitar rumah dan berjalan ke arah gerbang,ia keluar tanpa memalingkan wajahnya,"Aduhh...malu banget kok aku bisa sampai ketipu kayak gitu sih!!,itu ternyata mereka lagi shuting selama ini, seharusnya dari awal aku tahu kalau Rama itu aktor dan semua ini cuma lokasi shuting",kata Citra dengan wajah merah.ia terus berjalan ke arah halte bus,"ohh..iya tadi kan ada telepon dari Iqbal",kata Citra sembari mengambil handphone nya.
Sementara itu Iqbal masih terjebak di dalam gudang asing tersebut.Ia lalu berjalan ke arah keluarga tersebut,"bu sebenarnya apa yang terjadi dengan keluarga anda sampai suami anda sudah tak bernyawa lagi",kata Iqbal dengan berat hati mengatakan pertanyaan tersebut.perempuan tersebut hanya tergeletak dan terus menangis sambil memeluk kedua anaknya,Iqbal binggung harus berbicara apa lagi,ia berpikir keras cara keluar dari tempat mengerikan tersebut ia berjalan tertatih tatih ke arah pintu gudang dan berusaha mendobrak pintu tersebut.
__ADS_1
"percuma saja kamu mendobrak pintu itu,kita tidak akan bisa keluar dari",ucap perempuan itu sambil mengusap air matanya,perempuan tersebut seakan sudah pasrah dengan keadaan yang menimpa keluarganya tersebut.Iqbal lalu menoleh ke arah perempuan tersebut,"jelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga kalian!!",ucap Iqbal lantang.perempuan tersebut masih terlihat ragu untuk mengatakannya,"saya sebenarnya juga tidak tahu apa yang terjadi hingga keadaannya jadi semakin parah,hanya suami saya yang tahu alasan apa yang membuat mereka memperlakukan kita sampai seperti ini",jelas wanita itu panjang lebar,Iqbal hanya terdiam,ia berpikir mungkinkah semua ini hanya kejahatan tanpa alasan?,tiba tiba setelah mereka selesai bicara laki laki itu membuka pintu dan masuk ke gudang itu sambil membawa makanan.
Iqbal tau kalau itu hpnya,ia lalu berdiri dan berusaha bangkit untuk merebut hp itu.tapi saat Iqbal akan mengambil hp itu,laki laki tersebut langsung melempar hp tersebut hingga hancur berkeping keping."Di sini tuh kalian udah gak perlu hp lagi jadi kalian hidup apa adanya aja",kata laki laki itu pergi sambil melambaikan tangannya.Iqbal masih terus menatap hpnya yang hancur berkeping keping,ia sangat ketakutan hingga tubuhnya bergetar tidak karuan."sudah aku bilang kan kita gak akan bisa ngelakuin apa apa,kita hanya bisa pasrah aja",kata perempuan itu sambil terus memeluk anak anaknya.
__ADS_1
Sementara itu Citra masih terus menelepon Iqbal," kok gak di angkat angkat sih"kata Citra sambil terus menelepon Iqbal,ia lalu menyerah dan memasukan hpnya ke dalam tas.ia khawatir dengan keadaan Iqbal yang sedari tadi susah di hubungi ia lalu menyeberang jalan dengan keadaannya yang masih melamun,ia berjalan ke tengah jalan tanpa memperhatikan kendaraan yang lalu lalang di sekitarnya.saat ia hampir sampai ke seberang jalan,ada motor yang hampir saja menyerempetnya untung saja ada Rama yang menarik tangannya,Citra tidak tahu kalau sedari tadi Rama mengikutinya,Citra sangat kaget hingga tak bisa berkata kata saat melihat Rama sedang memegang tangannya,"lo gakpapa kan??,untung dari tadi gue ada di belakang lo,"kata Rama sambil terus menyombongkan diri,Rama langsung menoleh ke arah Citra,"Citra kok lo diem aja gak kayak biasanya,lo gakpapa kan?",kata Rama sambil terus menanyakan keadaan Citra,"aku..aku..."Citra terus berkata kata dengan kalimat yang terputus putus.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1