IBU MAAF

IBU MAAF
APA SEMUA SUDAH KEMBALI NORMAL?


__ADS_3

Iqbal berjalan sambil melihat lihat sekelilingnya ia memandangi orang orang yang lalu lalang sedari tadi ia memikirkan Putra,"dia pasti sangat kecewa melihat ku menjauhinya apalagi sekarang dengan keadaan Putra yang seperti ini tapi ini semua kan demi kebaikan Putra sendiri",kata Iqbal dalam hati.


Iqbal melanjutkan perjalanan pulangnya tapi sebelum itu ia membeli martabak manis kesukaan ibunya,Iqbal ingin segera meminta maaf atas semua perkataan kasar yang pernah ia lontarkan ia juga seharusnya memikirkan semua tindakan cerobohnya itu,Iqbal akhirnya sampai di depan rumahnya ia masuk dengan jantung berdetak keras.Ternyata ibunya sudah menunggunya sedari tadi,Iqbal berjalan dan berdiri di depan ibunya,Ibunya juga segera berdiri dan segera memeluk tubuh Iqbal yang gemetaran,"Iqbal ibu minta maaf ya ibu gak pernah berniat ngelakuin itu semua sampai buat Iqbal khawatir kaya gini",kata ibu Iqbal sambil memeluk erat anaknya.Iqbal hanya terdiam seakan mulutnya berat dan ia tidak bisa melontarkan kata kata,ia hanya menangis di pelukan ibunya itu.


Ia melepas pelukan ibunya dan segera memberikan martabak manis yang baru ia beli tadi Iqbal hanya tersenyum dan segera masuk ke kamarnya.Ibunya juga tersenyum ia bahagia anaknya sudah kembali lagi seperti dulu layaknya seorang ibu lainnya ia juga ingin melihat anaknya bahagia dan tidak akan pernah pergi menjauh darinya.

__ADS_1


Iqbal masuk ke kamarnya ia sangat terharu melihat ibunya yang mau memaafkan dirinya padahal ia melakukan hal yang tidak pantas untuk dimaafkan.tiba tiba saat ia menangis terharu hp Iqbal berbunyi.Tuttt...tuuttt..."siapa sih yang nelpon orang lagi sedih juga",Iqbal lalu segera mengangkat teleponnya ia tahu bahwa orang yang menelepon tidak dikenal,"haloo ini siapa???"kata Iqbal menjawab telepon."wusss...Iq...bal tolongg....!!!,kata orang tidak dikenal itu meminta bantuan,"siapa sih jangan jangan ini modus penipuan yang baru ya!!,maaf lebih baik anda menelepon polisi saja",kata Iqbal sambil menutup teleponnya,"apa apaan sih orang orang ini menghalalkan semua cara demi dapat uang,mendingan gue gak usah ngurusin yang kaya begitu enggak penting banget lagi!!",kata Iqbal sambil merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Iqball..ayo makann!!", suara ibunya terdengar saat Iqbal sedang melamun,secara spontan ia langsung menjawab panggilan ibunya," iyaa iya Iqbal langsung kesana,Iqbal langsung keluar kamarnya saat ia bertemu ibunya ia merasa sangat asing dan canggung,"akhh mungkin aku semua ini gara gara omongan ku yang gak pernah kujaga",kata Iqbal sambil memandangi makanan yang sudah dibuatkan ibunya."Iqbal dimakan jangan cuma diliatin aja",suara Ibunya memecahkan lamunannya,"ehhh...iya..iya",kata Iqbal terbata bata.Iqbal dan ibunya segera makan tanpa ada kata kata yang keluar dari mulut mereka berdua tidak seperti biasanya mereka hanya terdiam dan fokus dengan makanannya masing masing.Ibunya langsung berdiri dan segera mencuci piringnya,"yaudah bu Iqbal masuk kamar dulu ya",kata Iqbal sambil masuk ke kamarnya.Tak disadari waktu sudah menunjukan angka 20.30 ia langsung tertidur pulas di atas kasurnya.saat Ibu Iqbal ingin masuk ke kamarnya ia melihat di balik jendela ada seorang laki laki berjaket hitam yang mencurigakan tapi laki laki itu segera pergi,"ahkk mungkin itu cuma orang yang gak sengaja lewat",pikirnya.ia segera masuk ke kamar tidur.ia pun tertidur lelap.


Keesokan harinya...

__ADS_1


ahkkkk Iqbal segera bangun dari tempat tidurnya ia melihat ke arah jam hampir pukul enam tepat ia keluar dari kamarnya,Iqbal melihat sarapan sudah ada di atas meja makan ia juga melihat Ibunya sudah bersiap siap untuk berangkat ke sekolah,"Iqbal Ibu mau berangkat sekolah dulu ya"kata Ibu Iqbal sambil memakai sepatunya,"lohh kookk sendiri nanti Iqbal antarin kokk",kata Iqbal sambil memandangi ibunya."gak apa apa nanti pulang sekolah juga gak usah dijemput kaya biasanya,tenang kok ibu bisa jaga diri ibu gak akan biarin hal kemarin kejadian lagi",kata ibunya sambil tersenyum dan segera keluar rumah.Iqbal hanya memandangi ibunya dari jendela yang semakin jauh tidak terlihat.Iqbal pun menghela nafas ia juga harus memberikan kesempatan kedua kepada ibunya,Iqbal berjalan ke arah meja makan ia segera memakan sarapan yang sudah di siapkan ibunya sambil menonton tv akan tetapi..


Sementara Ibunya pergi ke sekolah naik angkot ia hanya termenung dan membayangkan kejadian kemarin,"akhh sudah sudah jangan kepikiran lagi tak kan kubiarkan kejadian kemarin terulang kembali".kata Citra dengan penuh semangat saat angkot tersebut berhenti untuk menaikan penumpang yang ada pinggir jalan Citra melihat seorang laki laki berjaket hitam yang ternyata adalah Rama teman sekelasnya yang pernah terlibat masalah dengannya,Ia memandangi Rama yang sedari tadi hanya melihati hpnya seakan Rama tidak kenal sama sekali dengan Citra dan seakan tidak pernah terjadi apa apa diantara mereka,saat Rama melihat ke arah Citra,Citra memalingkan wajahnya seakan tidak melihat apa apa.angkot itu pun berhenti tepat di depan gerbang sekolah mereka saat mereka ingin turun mereka berdua terjepit di pintu angkot,semua penumpang maupun murid yang ada di depan gerbang melihat mereka dan berbisik satu sama lain supir angkot itu tidak tahu kalau penumpangnya terjepit di pintu dan segera menjalankan angkotnya kembali Rama pun berhasil keluar sedangkan Citra kehilangan keseimbangan Rama segera menangkap Citra tepat di luar angkot mereka berdua bertatap mata sampai tidak sadar sekeliling mereka,"Ciee...romantis banget sihh jadi pengen dehhh..."kata salah satu murid menyoraki mereka.ternyata di tempat yang sama Putra berdiri sambil memandangi mereka berdua,seketika suasana menjadi sunyii semua orang melihat ke arah Putra. Putra menunduk dan segera masuk ke sekolah Citra melepas tangan Rama dan segera berlari menghampiri Putra.


"Putra....Putra dari tadi dipanggilin kok gak yaut sih lo udah sehat", kata Citra akrab sambil memegang pundak Putra,Putra melepas tangan Citra dan segera pergi masuk ke kelas,"Putraaa...lo kenapa sihh??emang ada yang salah ya sama gue", Putra memalingkan tubuhnya dan menatap sedih ke arah Citra",gak apa apa kok aku udah sehat", kata Putra sambil tersenyum dan masuk ke kelasnya.Citra tahu bahwa Putra sedang tidak baik baik saja apalagi melihat keadaannya tadi Citra akhirnya juga ikut masuk ke kelasnya

__ADS_1


Sedangkan Rama yang masih berdiri di depan gerbang itu segera masuk ke sekolah dengan pipi merah sesaat membayangkan kejadian romantisnya dengan Citra tadi, "aduuhh apa apaan sih gue malah jadi lembek gini",kata Rama sambil menuju ke arah kelas yang sama dengan Citra dan Putra.


BERSAMBUNG......


__ADS_2