IBU MAAF

IBU MAAF
KESEPIAN


__ADS_3

Citra tertidur dan tetap tidak mau bangun padahal semua sprei dan selimut nya kotor terkena darah.Sedangkan Iqbal yang juga ada di kamarnya hanya termenung dan melamun memikirkan perkataan kasar yang ia katakan kepada ibunya,ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan keluar kamar ia memandangi sesaat kamar ibunya dan segera pergi keluar rumah."ahkkk,apa yang gue omongin sama ibu tadi salah gak ya"pikirnya dalam hati.Iqbal terus berjalan dan merasa ada seseorang yang mengikutinya dari tadi ia menoleh ke belakang tapi tidak ada siapa siapa,"woiii...kalau lo berani keluar jangan jadi pengecut",suara Iqbal keras dan lantang.tetapi tetap tidak ada yang menjawab suaranya,Iqbal terus berjalan tanpa mempedulikan orang di yang mengikutinya.tiba tiba ada orang yang menghentikan langkah Iqbal dari belakang"woii berhenti..!!",Iqbal terkejut dan langsung menoleh dan ia melihat ada seseorang dengan topi yang menutupi wajahnya sedang menodongkan pisau ke arah Iqbal,"serahkan semua harta berharga lo sekarang juga",ucap perampok itu.Iqbal tetap tak melakukan apa apa ia malah mendekati perampok itu,"kalau lo mau uang gue lawan gue dulu sampai gue mati",wajah Iqbal langsung menatap tajam seakan ia ingin membunuh perampok itu,perampok itu agak ketakutan dengan wajah Iqbal,ia langsung menusukan pisau di perut Iqbal tapi langsung dihentikan,"Beraninya cuma main di belakang dasar pengecut!!!",Iqbal langsung melawan perampok itu dan segera memegang kedua tangannya agar ia tidak bisa memberontak.Iqbal langsung membuka topi perampok itu dan ternyata.....,"sorry bosque itu tadi kan cuma bercanda",kata perampok itu sambil tersenyum,Iqbal langsung melepaskan tangannya dari perampok itu dan segera pergi."boss mau kemana kok buru buru amat sih",kata perampok itu yang ternyata adalah iblis kontrak yang selalu meneror Iqbal."lo tu jangan bercanda bisa bisa gue langsung bunuh lo tadi kirain gue lo tu perampok bersenjata yang lagi viral itu".ucap Iqbal sambil memandang iblis itu,"tenang aja gue gak sampai jadi kriminal kaya yang lo omongin kok gue juga gak bisa di bunuh kok",iblis itu tertawa sambil menghampiri Iqbal,"ohh iya gue lihat tadi lo lagi marahan ya sama ibu lo",kata iblis itu sambil melihat ke arah Iqbal,Iqbal hanya terdiam dan menunduk mendengar pertanyaan dari sang iblis,Iqbal mengambil sesuatu dari dalam tasnya,ia mengambil sebuah surat percakapan seseorang.

__ADS_1


Iqbal memandang Iblis itu dengan wajah sedih.dan memberikan sepucuk surat itu."hahhh apaan nih lo mau gue baca ini???,Iqbal hanya mengangguk saat mendengar pertanyaan dari iblis itu."okehh okeyy gue bakal bacain kok emang isinya apaan sih??,dari seseorang yang dirahasiakan,aku adalah penggemar rahasiamu maukah kamu menjadi ibu dari anak anak ku??,hii...apaan nihh surat yang gak bermutu banget ini lo yang nulis??",kata iblis kontrak itu sambil membuang surat itu."ya gak lah mana mungkin gue buat surat gak jelas kayak begitu,lagi pula itu cuma salah satu surat pernyataan cinta dari sekian banyak surat yang gue temuin di depan rumah gue buat ibu gue!!,gue sengaja gak kasih tahu ibu gue takutnya dia jadi aneh sama ilfill sama orang sekitar,tapi sekarang justru sebaliknya gue yang makin sensitif dan risih sama orang orang termasuk sama ibu gue,gue gak tahu lagi harus berbuat apa".kata Iqbal sambil marah marah sendiri.iblis itu berdiri dan segera memeluk erat Iqbal,Iqbal terkejut karena iblis itu memeluknya ia berpikir semua iblis tidak punya perasaan, nyatanya iblis yang sedang memeluknya mempuyai perasaan layaknya seperti manusia,Iqbal hanya tersenyum dan tidak tahu harus mengatakan apa,"sorry tapi sebaiknya lo segera minta maaf sama ibu lo karena ibu lo gak pernah ngelakuin apa yang lo tuduhin selama ini",Iblis itu langsung menghilang seakan ia malu dengan perkataannya sendiri."gue gak akan manggil lo iblis lagi lo pasti juga punya nama kan??",kata iqbal dalam hati dan segera pergi.

__ADS_1


Tak terasa waktu sudah berjalan cukup lama hingga matahari sudah terbit,Iqbal berjalan sambil menunduk kesepian,tiba tiba saja ada yang memanggilnya,"Bang Iqball kan.....???",Iqbal terkejut mendengar kata kata itu seakan suara itu sudah tidak asing lagi di telinganya,Iqbal langsung menoleh ke arah orang yang memanggilnya tadi betapa terkejutnya Iqbal melihat seorang anak laki laki yang sedang berdiri sambil tersenyum. "Bang Iqbal kenapa kok jalan sendirian sih mukaknya juga pucet banget",kata anak laki laki itu sambil menghampiri Iqbal,Iqbal tahu itu adalah Putra anak sma yang dulu ia kenal hingga terlibat kecelakaan karena kontrak yang ia buat agar ibunya selamat." bangg..ngapain melamun sih??dari tadi dipanggilin gak yaut yaut",Iqbal mundur beberapa langkah saat didekati putra ia takut kejadian yang sama akan menimpa putra lagi,"ehh iya lo udah sembuh?",kata Iqbal canggung,"kok bang Iqbal menjauh sihh jangan jangan bang Iqbal udah gak mau temenan ya liat Putra kaya gini",Putra menunduk sedih sambil melihat tangannya yang patah."apaan sih lo Put gak jelas banget gue ngejauhi lo bukan berarti gue udah gak mau temenan lagi sama lo tapi ada sesuatu yang gak mungkin gue ceritain sama lo jadi sorry ya lain kali gue bakal cerita kok kalau waktunya udah tepat".kata Iqbal sambil menatap Putra, "iya kok bang Putra bisa ngerti bang Iqbal ngejauhi Putra pasti ada alasannya". Putra tersenyum lalu menunduk kesepian Iqbal lalu pamit dan segera pergi meninggalkan Putra yang masih sangat terpukul,Putra berdiri sambil melihat Iqbal pergi tanpa tujuan.Putra lalu pergi meninggalkan tempat itu.Iqbal ingin pulang tapi ia takut melihat ibunya yang menangis ia memutuskan untuk pulang ke rumahnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2