
"Putra sebaiknya lo keluar dari sini dulu gue mau ngomong sama Citra entar gue susul lo", kata Iqbal dengan tatapan dingin.Putra pun hanya mengiyakan lalu menundukan kepala dan segera pergi dari uks." Ibu gak papa kan tadi pihak sekolah nelpon aku dan katanya ibu berantem sama murid sekolah ini dan semuanya karena ibu yang memulai semuanya,"semuanya bohong dia dulu yang menabrak ibu dan ngajak berantem duluan tiba tiba aja dia nangis berarti bukan ibu yang salah dong!!
Iqbal hanya menunduk dan menangis sambil memegang tangan ibunya."ibu maaf, bukannya Iqbal gak percaya sama ibu tapi Iqbal mohon untuk nurutin perkataan Iqbal yang terakhir kalinya sebelum Iqbal pergi, Iqbal gak mau ibu kayak gini terus, Iqbal pengennya ibu bisa nerima keadaan ibu yang sekarang karena ibuku yang sekarang bukan ibuku yang dulu".Ibu Iqbal hanya menatap Iqbal dengan penuh tatapan lembut dan menghapus air mata Iqbal,ibunya pun hanya meminta maaf dan berjanji agar tidak mengulang kejadian tersebut untuk kedua kalinya,dan segera memeluk Iqbal,"Iqbal ibu minta maaf dan ibu janji bakal selalu nurutin semua perkataan kamu",
Sementara itu Putra berjalan menyusuri koridor kelas sambil melihat tangannya kanannya karena tanpa disadari ia terbawa suasana hingga mengelus rambut Citra dan ia berpikir apakah Iqbal akan marah karena ia menyentuh adiknya yang berharga."haahhh..gimana nih kalo sampe bang Iqbal marah kan bakal canggung juga bukan hanya sama bang Iqbal aja citra pasti sangat canggung saat ketemu gue nanti.putra pun hanya terus melamun tanpa disadari bell sudah berbunyi sehingga ia berlari menyusururi koridor kelas untuk kembali ke kelasnya,ternyata saat ia sampai di kelasnya guru sudah memulai pelajaran di depan kelas "ia binggung dan segera berpikir bagaimana supaya ia bisa masuk kelas tanpa ketahuan,tiba tiba saja guru dari kelas lain memergoki Putra yang sedang ada di depan kelas." ampun pak saya tadi cuma telat masuk kok saya tadi dari kamar mandi pakk,kata Putra yang sedang ketakutan"kamu berdiri di sana angkat satu kaki dan kedua tangan kamu"kata pak harto yang biasa disebut guru killer.semua murid tertawa melihat tingkah laku Putra yang ketakutan karena dihukum guru killer.
__ADS_1
"wahhh kok ada citra sih bukannya tadi di uks ya mati gue malu banget" kata Putra dengan pipi merah."baiklah anak anak kita lanjut lagi pembelajarannya ohh iya beberapa murid baru akan datang besok pagi karena mereka daftar susulan gelombang ketiga","ya pakk ,kata mereka semua serempakkk..tettttt...bel sudah berbunyi dan semua siswa keluar kelas untuk beristirahat."hahhhh capeknya jam pelajaran pertama aja udah capek apalagi jam pelajaran kedua nyesell gue sekolah disini!!..kata putra sambil berjalan menuju kantin,dan putra melihat citra makan bekalnya di kantin sekolah Putra pun segera pergi menghampiri citra."Citraa lo tadi ngomong apa sih sama kakak lo",kata putra menggoda Citra,"Citra kenapa ya apa dia marah karena kejadian tadi di uks yahh panteslah dia marah"Citra pun hanya terdiam dan menghabiskan makanan miliknya,tiba tiba Putra mengambil makanan Citra dan tak sengaja mereka saling bertatapan,hal itu membuat citra tidak nyaman dan pergi dari kantin dan menuju kamar mandi"ahhkkk apaa yang gue lakuin sihh aduhh..gimana nih marah gak yaa..
Sementara itu Citra di kamar mandi hanya menatap dirinya di depan kaca dengan pipi yang sangat memerah."sadar ..sadar aku kan udah tua udah punya anak masak suka sih sama berondong...malu banget dahh...tadi kenapa juga sihh Putra natap mata gue kaya drama korea aja",aduh udah jam segini aja,harus masuk kelas nih"Citra berlari keluar kamar mandi menuju ke kelasnya tiba tiba dia dihalangi oleh preman sekolah yaitu murid kelas 9" ehh...ehhh ...ehh ada cewek cantik nihh adek kelas ya"kata cowok genit itu sambil memegang pipi Citra."apaan sih jangan macem macem gue bisa teriak loh","teriak aja kalau berani palingan udah pada masuk kelas.Citra pun tidak bisa melakukan apa apa karena kedua tangannya dipegangi oleh kedua pemuda brengsek itu,Citra pun berteriak minta tolong,"tolong.....tolongg,Putra mendengar suara Citra minta tolong karena sedari tadi ia menunggu Citra di lorong kamar mandi ia pun segera berlari dan menolong Citra"woiiii lepasin Citra kalau lo gak mau babak belur","pahlawan kesiangan nihhh...Bruakkkk Putra terjatuh dipukul oleh preman itu....hingga pingsan tak sadar kan diri,Citra marah dan segera memukul salah satu preman sekolah itu sebelum kehilangan kesempatan
Citra pun membantu Putra berdiri, mereka berdua bersama sama berjalan ke arah kelas akan tetapi saat sampai di kelas ternyata kelas sudah kosong."haahhh pada kemana semua sih kok gak ada orang padahal kan udah masuk jam pelajaran kedua"kata Citra sambil marah marah,"iya juga pada kemana sihh!!,tiba tiba terdengar suara orang dari belakang "woiii kalian pada ngapain masih ada di kelas,kelas udah mau dikunci nih,semua orang kan udah pada balik gurunya pada rapat semua" kata penjaga sekolah sambil menyuruh mereka keluar."pantasss sepii"kata mereka berdua kompak dengan saling bertatapan ,"eciyeeee pacaran nih yee"gak lah pak saya pamit dulu Assalamu alaikum"kata mereka kompak lagi."eciyeee kompak banget sihhh.
__ADS_1
Citra dan Putra pergi menuju ke luar gerbang tanpa ada yang mengucapkan sepatah kata pun,"emmm Citra sebagai permintaan maaf gue lo mau gak makan malem nanti bareng gue,kalau lo gak mau sih ya gak apa apa soalnya kan gue yang traktir"kata Putra sambil menatap Citra(ibu Iqbal).gimana yahh....
Sementara itu Iqbal pulang dari berkerja dan ingin segera menjemputnya sebenarnya dia kerja paruh waktu menjadi pelayan restoran dekat sekolah ibunya."Hahhh udah jam segini aja, katanya juga ada pengumuman pulang jam segini gara gara ada rapat,Ibu pasti udah nungguin",kata Iqbal sambil melihat hpnya ckittttt......"woi kalau jalan pakai mata dong"
BERSAMBUNG......
__ADS_1