
Citra mengganti bajunya tanpa mempedulikan harga baju itu,ia langsung keluar ruang ganti setelah selesai mangganti baju."nihh gue udah nurutin apa yang lo mau sekarang gue pulang dulu ya",kata Citra sambil berjalan keluar pintu tanpa mempedulikan orang tersebut.saat iya akan berjalan keluar tiba tiba cowok tersebut memegang tangannya,"apaan sih kan gue udah nurutin yang lo mau"ucapnya lirih."iya kok sebenernya gue mau ngomong kalau lo cantik,oh iya dari tadi kan kita belum kenalan, jadi kenalin nama gue Rama lo siapa??",kata Rama sambil mengulurkan tangannya."iya gue udah tau kok nama lo kalau nama gue Citra"ucap citra cuek.
__ADS_1
Rama langsung pergi ke kasir untuk membayar baju yang dipakai Citra,ia dan Citra juga langsung keluar dari butik mewah itu.sedari tadi mereka diam tanpa memgucapkan sepatah kata pun."oh iya makasih ya udah mau beliin baju buat gue entar gue ganti tapi nyicil ya"katanya sambil memalingkan muka,"santai aja kok gak usah diganti juga,yaudah karena kemauan pertama gue udah lo lakuin sekarang buat keinginan kedua yaitu lo harus makan bareng sama gue",ucap nya sambil tersenyum. "maksudnya....??" Rama pun membawa Citra menaiki mobil mewahnya dan segera menuju ke restoran yang Rama inginkan,tapi alangkah terkejutnya Citra ternyata Rama membawanya ke Restoran yang dulu ia pernah datangi bersama Putra.Ia dan Rama akhirnya turun dari mobil dan segera memasuki restoran tersebut. mereka duduk di dekat jendela."oh iya lo mau makan apa?"kata Rama sambil memanggil pelayan"iya mas mbak mau makan apa ya?"ucap pelayan tersebut ramah."oh saya mau makan rendang sama minumnya es jeruk,kalo lo mau makan apa?",Citra hanya terdiam sambil melihat ke arah bawah,"oh yaudah mbak samain aja",ucapnya sambil tersenyum,mereka sedari tadi hanya diam sambil menunggu pesanan datang,beberapa menit kemudian pesanan pun datang"ini mbak mas pesanan udah siap",Citra menoleh karena mendengar suara yang tak asing,pelayan tersebut juga menoleh ke arah Citra,alangkah terkejutnya Citra melihat pelayan tersebut yang tak lain adalah Iqbal anaknya sendiri."Iq..iqbal"suara Citra terbata bata, Iqbal juga terkejut melihat ibunya datang bersama seorang laki laki.Iqbal menatap tajam ke arah laki laki itu dan langsung menarik tangan ibunya dengan kuat,"akhhh..."suara teriakan Citra,Rama terkejut melihat Citra ditarik paksa oleh pelayan itu ia langsung berdiri dari kursinya dan berusaha melepas tangan pelayan tersebut."hehh gak punya sopan santun banget sihh lepasin gak"kata Rama dengan kesal,Citra sedari tadi hanya diam karena ia tahu bahwa yang menarik tangannya adalah Iqbal,Rama marah marah dan memanggil menejer restoran tersebut dan menyuruhnya untuk segera memecat pegawainya."jangan dipecat saya yang salah kok".kata Citra sambil menundukan kepala.
__ADS_1
Rama kebinggungan dengan apa yang dikatakan Citra,Citra lalu mengajak Rama dan segera meninggalkan restoran tersebut Rama sangat kecewa dengan apa yang dikatakan Citra sebelumnya,"Citra kok lo bukannya marah atau gimana,kok lo malah pergi dia kan udah ngelakuin hal yang buat lo gak nyaman kan??",kata Rama sambil memegang tangan Citra. Citra hanya terdiam dan berusaha untuk melepaskan tangan Rama.Citra lalu pergi meninggalkan Rama,Rama pun segera berlari dan mengejarnya,Rama pun menghentikan langkah Citra,"Citra lo sebenernya kenapa sih emang orang itu siapa mantan lo atau pacar lo??"kata Rama dengan suara keras.Citra pun memandangi wajah Rama,"Rama kenapa sih lo peduli benget sama gue padahal kan kita baru ketemu beberapa jam yang lalu dan seharusnya lo gak usah ikut campur urusan gue,karena gue bukan siapa-siapa lo".Citra pun segera pergi meninggalkan Rama,kini langkah Rama menjadi sangat berat,ia terdiam beberapa saat ia sadar bahwa dia cuma sebatas teman yang bertemu di pinggir jalan.
__ADS_1
"hiks...hiks..hiks kenapa anakku sekarang jadi kaya gini padahal aku gak pernah ngelakuin semua apa yang dituduhkan Iqbal tadi", ibunya hanya menangis,hatinya sangat tertusuk tusuk mendengar kata kata kasar anaknya.ia masuk ke kamarnya dan langsung menjatuhkan tubuhnya di atas kasur ia terus menangis hingga matanya lebam, tiba tiba ada nomer yang tak dikenal menelponnya,ia ingin mengangkatnya tapi ia takut kalau itu hanya sekedar telepon iseng.ia memutuskan mengangkat teleponnya karena siapa tahu itu telepon penting" hiks hiks hallo ini siapa ya"kata Citra dengan suara masih menangis,"Citra kamu kenapa kok nangis sih"terdengar suara tinggi Dinda yang terkejut mendengar Citra menangis,"gak kok aku cuma lagi pilek"Citra berbohong agar Dinda tidak merasa khawatir."kamu gak bisa bohong Citra aku tahu kok kamu lagi nangis emang kamu kenapa nangis"kata Dinda sangat khawatir."gak apa apa kok kamu gak usah khawatir aku cuma tadi jatuh di depan rumah,yaudah aku tutup dulu ya teleponnya","ehhhh tunggu"suara Dinda terputus karena teleponnya ditutup oleh Citra,Citra masih menangis tanpa disadari waktu menunjukan angka 21.00 ia langsung tertidur pulas setelah melihat jam,semua darah dan kotoran bekas lukanya menempel di sprei dan selimutnya.akan tetapi...
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
__ADS_1