Ice Flower

Ice Flower
Chapter #21


__ADS_3

Malam itu, di sebuah taman bermain yang tak jauh dari pusat jajanan kaki lima. Seorang laki-laki bertopi hitam dengan syal di leher menutupi sebagian wajahnya terlihat menghampiri So Yun yang sedang duduk di salah satu ayunan. Tangan kirinya menenteng sebungkus tteokbokki[1] sementara, tangan kanannya memegangi erat segelas es kacang merah.


“Pegang tteokbokki-nya,” perintah laki-laki tersebut sebelum ia duduk di ayunan samping So Yun, “haaah, panasnya.”


Keluhan laki-laki yang sudah duduk di sampingnya otomatis membuat So Yun tersenyum geli setelah memakan beberapa tteokbokki yang ia pegang. Laki-laki tersebut melonggarkan lilitan syalnya dan tampaklah wajah bayi seorang Song Joong Ki yang memerah.


“Kenapa kau mengajak kemari dan menyuruhku berkeliaran hanya untukmembeli makanan yang bisa kita dapatkan lewat layanan pesan antar?” omel Joong Ki sambil melirik kesal pada So Yun.


Perlu beberapa menit untuk So Yun mengunyah makanan yang masih berasap tersebut setelah ia kembali memasukkan potongan lain ke dalam mulutnya. Dan jelas sekali sikap So Yun yang selalu tak acuh buat Joong Ki yang kini mengaduk es kacang merah di tangannya menjadi sangat kesal.


“Memesan tteokbokki lewat layanan pesan antar itu tidak akan terasa kenikmatannya,” ujar So Yun setelah berhasil menelan separuh makanannya, “lagipula, kau sendiri yang tadi menanyakan aku ingin ke mana,” omelnya kemudian.


Ucapan gadis di sampingnya hanya bisa buat Joong Ki  berdecak kesal. Dia memilih bungkam, memenuhi mulutnya dengan es dan mengabaikan So Yun yang sudah tersenyum geli sebelum ia kembali menikmati tteokbokki-nya.


Diam untuk sesaat dan menikmati makanan masing-masing, senyum geli terukir di wajah Joong Ki ketika pandangannya teralih pada So Yun yang sekarang sibuk mengipasi mulut setelah memakan beberapa potong tteokbokki.


“Musim panas seperti ini harusnya kau menikmati es krim, bukannya menyiksa diri dengan memakan kue beras yang panas dan pedas,” ejeknya sembari **** senyum.


Namun, So Yun hanya melirik dan mencibir kesal lalu kembali menikmati makanannya.


“Paboya,[2]” umpat Joong Ki seraya tersenyum sinis.


Beberapa menit kemudian, acara makan So Yun selesai. Setelah membuang bungkus plastiknya, ia kembali duduk dengan bibir yang sangat merah. Gadis manis dengan poni menutupi dahi itu terlihat sangat payah dan bahkan kesulitan untuk berbicara karena efek pedas dari saus *tteokbokki-*nya. Sedangkan, Joong Ki yang sedari tadi


memperhatikannya lagi-lagi tersenyum geli dan segera menyerahkan es kacang merah miliknya.


“Minum ini. Kau benar-benar terlihat sangat mengenaskan dan jelek dengan bibir seperti itu,” perintah Joong Ki sambil tersenyum mengejek.


Walaupun kesal tetapi, So Yun lebih memilih untuk menyelamatkan diri dari rasa pedas dan segera menyambut minuman Joong Ki. Dia meneguk habis tanpa jeda es kacang merah tersebut lalu melemparkan gelas kosongnya ke tempat sampah tanpa beranjak dari ayunan.


“Whoaaa…” seru Joong Ki dengan bola mata membesar karena takjub dengan apa yang dilihatnya.


“Haha… aku memang sangat ahli dalam hal melempar sembarangan,” kata So Yun penuh rasa bangga.


“Aku tahu. Karena memang tidak ada satu pun keahlianmu yang berguna,” ejek Joong Ki dengan wajah datar dan polos.

__ADS_1


“Iish! Kau mau mati?” cibir So Yun yang segera ingin melayangkan pukulannya.


Namun, ancamannya tersebut sama sekali tidak menakuti Joong Ki dan hanya buatnya  tertawa geli. Walaupun begitu, alih-alih marah, So Yun pun hanya bisa **** senyum karenanya. Dan lima menit kemudian, keduanya kembali hening sambil memandangi langit dan sesekali mendorong pelan ayunan masing-masing.


“Kalau musim panas bintangnya bisa terlihat sangat jelas,” ucap So Yun pelan.


“Kau suka melihat bintang?” tanya Joong Ki tanpa mengalihkan pandangannya.


“Aku suka melihat bintang di musim semi. Pada musim itu biasanya aku ke Pantai Haeundae, walau terkadang bintangnya masih terlalu sulit untuk dilihat lebih jelas,” sahut So Yun.


“Kau suka bunga?” tanya Joong Ki.


Dan So Yun pun mengangguk pelan.


“Bunga apa yang paling kau sukai?”


“Bunga Tulip Kuning Tangkai Ganda,” ucap So Yun pelan.


Segera Joong Ki menghentikan ayunannya dan menatap So Yun yang masih memandangi bintang sambil tersenyum.


Pandangan So Yun pun seketika teralih pada Joong Ki setelah ia juga menghentikan ayunannya.


“Aku suka bunga bertangkai ganda, karena bunga itu akan layu di saat yang sama dan selalu terlihat indah ketika bersama.”


“Lalu, bagaimana dengan Mawar?”


Penjelasan So Yun tentang bunga yang ia sukai sesaat sempat buatnya tersenyum tipis dan bersemangat sampai Joong Ki kembali mengajukan pertanyaan yang tidak ingin dia dengar hingga buat ekspresinya kembali datar.


“Aku benci Mawar karena terlalu banyak duri di tangkainya. Kuakui bunga itu indah tapi, ketika layu yang tersisa hanya durinya,” jelas So Yun dingin~~~~.


Reaksi So Yun yang sangat dingin dan datar tampak jelas memperlihatkan jika dia begitu membenci Mawar pun membuat Joong Ki terdiam sesaat.


“Mmm… tapi, Dong Wook mengatakan kalau kau sangat menyukai Mawar Kuning yang ada di meja khususmu,” kata Joong Ki dengan sedikit berhati-hati dan buat So Yun menghela napas seraya menunduk lesu.


“Dong Wook selalu membuat kesimpulan berdasarkan penglihatannya sendiri. Dia pasti salah mengira jika aku tersenyum karena Mawar Kuning di dalam pot. Nyatanya aku tersenyum karena ukiran Bunga Tulip Kuning Bertangkai Ganda yang terdapat di bagian luar pot,” keluh So Yun.

__ADS_1


Joong Ki kembali terdiam dan mengerjap beberapa kali sesaat seperti orang linglung setelah mendengar jawaban So Yun yang buat keningnya juga sempat berkerut.


“Kau menyayangi Dong Wook?”tanyanya dengan perasaan aneh menyelimuti.


“Eung,[3]” sahut So Yun seraya mengangguk-anggukan kepalanya yang tertunduk, “Dong Wook mengatakan kalau dia tidak ingin mengetahui tentang masa laluku. Tapi…”


So Yun mengangkat kepalanya dan memandang Joong Ki yang sudah menatapnya lebih dulu.


“Apa?” tanya Joong Ki penasaran.


“Dua bulan lalu dia terlihat sangat marah dan mempertanyakan tentang masa laluku. Aku tidak ingin ceritakan apapun saat dia sedang emosi jadi, aku memilih diam. Tetapi, di saat yang sama dia berubah pikiran lalu meminta maaf dan menangis karena sudah memperlakukanku dengan kasar. Dia juga mengatakan kalau aku tidak boleh terpengaruh kata-kata orang lain, begitu pun sebaliknya,” jelas So Yun dan kembali tertunduk lesu, “haaa… aku menyayanginya tapi, aku masih tidak bisa memahami sikapnya. Sudah setahun lebih kami menjalani hubungan tanpa arah seperti ini.” tambahnya lemas.


Keduanya pun kembali saling diam untuk beberapa saat. Kening Joong Ki lagi-lagi berkerut, seakan berpikir sebelum ia kembali menatap So Yun yang kini mulai mendorong pelan ayunannya lagi.


“Jadi…apa sekarang Dong Wook sudah mengetahui tentang yang kau ceritakan padaku?”


Segera So Yun menghentikan ayunannya lalu menatap Joong Ki datar dan tentu membuat ia seketika merasa ragu.


“Kau… tidak perlu menjawabnya. Maaf,” kata Joong Ki yang langsung mengalihkan pandangannya.


Namun, So Yun terdengar menghela napas cukup keras dan membuat Joong Ki kembali menatapnya.


“Entahlah. Aku tidak memiliki keberanian untuk menceritakan apapun padanya walau hanya lewat surat seperti yang aku lakukan padamu. Aku benar-benar tidak bisa bayangkan jika dia mengetahuinya. Karena jujur saja, aku mulai takut kehilangannya,” jelas So Yun dan lagi-lagi ia tertunduk lesu, “dia mencoba segala cara untuk memahami sikapku yang datar. Dia juga mengatakan jika tidak ingin tahu apapun sejak kami mulai menjalin hubungan ini, padahal aku sudah berikan tawaran padanya. Aku sangat berharap dia tahu tentang masa laluku dan bisa menerimaku seperti yang kau lakukan sekarang,” tambahnya.


Setiap penjelasan So Yun atas pertanyaannya selalu membuat Joong Ki terdiam tanpa ekspresi. Lama, dalam hening sampai tiba-tiba So Yun menggelengkan kepalanya dengan cepat.


“Aaa… mollayo, jinjja molla![4]” teriak So Yun.


Tatap mata Joong Ki tampak kosong dan datar. Tidak ada komentar apapun, dia hanya diam memperhatikan So Yun yang terlihat sangat frustasi akan masalahnya.


[1] Makanan populer Korea yang di buat dari kue beras, kue ikan dan saus cabai pedas manis gochujang


[2] Dasar bodoh


[3] Iya

__ADS_1


[4] Aaa… entahlah, aku benar-benar tidak tahu!


__ADS_2