
“Makan sarapanmu dan tetap di sini. Jangan coba-coba menyentuh pintu utama ataupun berniat untuk pergi sampai kuizinkan,” perintah Joong Ki sambil menarik ritsleting jaketnya.
Pagi itu, So Yun terdiam di meja makan apartemen Joong Ki.Kedua matanya menatap lekat sosok laki-laki di hadapannya yang tampak sangat datar dan tidak sedikitpun ada niatan untuk melihat padanya.
“Oppa?” tegur So Yun pelan.
Pandangan Joong Ki yang baru keluar dari kamarnya setelah mengambil kunci mobil langsung teralih pada So Yun yang sedari tadi memperhatikannya.
“Wae?” tanya Joong Ki dengan senyum manisnya.
“Amugeotdo hajima,[1]” ujar So Yun datar.
Seketika senyum Joong Ki memudar setelah mendengar ucapannya.
“Kak Dong Wook sudah tahu dan ingin aku melihat semua karena dia tidak ingin melakukannya bersamaku. Entah siapa yang memberitahu tapi, dia memukul hanya agar aku tenang dan menjagaku sepenu…”
“Aku tadi sudah katakan pada Bibi pemilik gedung untuk menyiapkan pakaianmu. Pulang syuting aku akan mengambilnya jadi, sementara kau pakai saja bajuku. Aku pergi,” perintah Joong Ki memutus kalimat So Yun dan melangkah pergi dari apartemen mewahnya.
So Yun hanya bisa terpaku karena sikap Joong Ki yang tiba-tiba sangat datar dan dingin padanya. Dengan perasaan kesal, ia terburu-buru menyelesaikan sarapannya dan beranjak lalu masuk ke salah satu kamar. Dia melompat ke atas ranjang dan menarik selimut tebalnya sampai menutupi seluruh tubuh. Sesaat kemudian, tidak terdengar apapun namun, So Yun mulai terlihat sibuk dengan ponsel dari balik selimutnya.
Kepada : Jang Dong Wook
Aku tidak mengerti perkataanmu semalam,
apa maksudmu dengan, “setelah melakukan ini kita impas”.
Dan sebenarnya apa yang kau ketahui?
__ADS_1
So Yun menggigit kuku jari telunjuknya setelah mengirim pesan itu, wajahnya tampak pucat, tidak dipungkiri So Yun ketikaitu merasakan ketakutan yang luar biasa. Saat merasa takut atau gugup, So Yun akan bersembunyi di balik selimutnya sambil menggigiti kuku jari telunjuknya. Tak lama terdengar tanda pesan dari Dong Wook dan So Yun langsung membukanya.
Dari : Jang Dong Wook
Kau di mana? Bisa kita bertemu?
Aku di apartemenmu sekarang.
Memang tidak ada yang ingin kubicarakan,
aku hanya ingin hubungan kita baik-baik saja.
Kau tahu kalau aku sangat menyayangimu, kan?
Segera So Yun menyingkap selimut, melompat dari ranjangnya dan berlari ke pintu utama. Tapi…
KLEK! KLEK! KLEK!
“Ige mwoyaaa…?![2]” teriak So Yun kesal.
KLEK! KLEK! KLEK! DAR! DAR! DAR!
“Hah! Hah! Hah!”
So Yun terus berusaha membuka dan beberapa kali menggedor pintu hingga buat napas lelahnya terdengar jelas dalam apartemen bernuansa musik dengan kertas dinding bergambar not balok tersebut. Sampai ponsel yang ia genggam sedari tadi tiba-tiba berdering dan amarahnya pun memuncak ketika melihat nama yang tertera di layar.
“Ya! Song Joong Ki!”bentaknya setelah menerima panggilan tersebut.
__ADS_1
“Neo kagosipheoyo?[3]” tanya Joong Ki dari seberang dengan suara yang santai.
“Apa yang sedang kau lakukan?!” teriak So Yun kesal.
“Pintunya sudah kukunci dari luar,” sahut Joong Ki santai.
“Ya! Neo micheosseo? jinjja jugeumi jullaeyo?![4]” kembali So Yun berteriak sampai suaranya sekilas terdengar serak.
“Jangan pergi ke manapun sampai aku kembali. Karena kalau kau berani melakukannya, maka aku sendiri yang akan menggantungmu,” ancam Joong Ki datar.
Perubahan suara Joong Ki yang terdengar sangat jelas di telepon seketika membuat So Yun tertegun.
“Tunggu aku di rumah,” tambahnya.
Telepon terputus dan So Yun yang bersandar di pintu perlahan terduduk lemas ke lantai.
“Apa yang kau lakukan? Aku hanya ingin bertemu Dong Wook,” bisiknya pelan.
Ia mengerjap dengan pandangan kosong. Wajah So Yun terlihat lebih pucat dan sesaat dia memperhatikan kedua pergelangan tangannya yang terbalut perban sebelum kemudian membenamkan wajah di kedua lututnya yang menekuk.
[1] Jangan lakukan apapun
[2] Apa-apaan ini…?!
[3] Apa kau ingin pergi?
[4] Hei! Apa kau sudah gila?! Kau benar-benar ingin mati?!
__ADS_1