
“So Yun, kau suka Mawar Kuning, kan? Ini aku petikkan untukmu.”
Dari sebuah kursi panjang di bawah pohon besar dan cukup untuk mendengar jelas ucapan seorang pasien laki-laki pada boneka perempuan yang ia dudukkan di hadapannya, sosok Song Joong Ki dengan sorot datarnya tengah memperhatikan laki-laki tersebut.
Sang Pasien terlihat sangat senang ketika menyerahkan setangkai Mawar Kuning yang terbuat dari plastik pada bonekanya. Senyum yang tidak asing dan penuh ketenangan itu tampak jelas dari Sang Pasien yang tak lain adalah Jang Dong Wook, kekasih So Yun. Ya, Jang Dong Wook kini mengalami gangguan mental setelah semua kejadian yang mereka alami setahun lalu.
“Hanya kita berdua yang tahu tentang masa lalu So Yun,” ucap Joong Ki pelan tanpa melepaskan pandangan dari Dong Wook yang sudah duduk merangkul bonekanya, “jika kau lebih bersabar untuk membicarakannya secara baik-baik, aku yakin kau akan bisa memahaminya dan kalian tidak perlu mengalami hal seperti ini.”
Dia yang seakan berbicara pada Dong Wook sekarang terdengar menghela napas dan diam sejenak dengan tatapan kosong.
“Detik ini, baik kau maupun aku tidak ada dalam ingatan seorang Hyeon So Yun. Tapi, kurasa adil, sebab tidak hanya aku yang akan di hukum seumur hidup. Kita impas karena sama-sama tidak bisa membahagiakannya.”
Kembali diam dengan tatap mata yang semakin kosong, ia pun menyatukan jemari dan menghantupkannya ke dahi dengan cukup kuat.
“Kau melakukannya agar ingatantentang Kakakku juga hilang?”
Suara seorang gadis yang tiba-tiba duduk di sisinya membuat kegiatan Joong Ki seketika terhenti dan mengangkat kepalanya. Kedua matanya mengerjap linglung setelah melihat jelas sosok gadis berambut pendek dengan sorot mata tajamnya itu. Namun, alih-alih membalas pandangan Joong Ki, Sang Gadis tetap menatap lurus ke arah Dong Wook, hanya sekilas ia tampak tersenyum sinis.
“Aku, Choi Eun Hee,” ujar gadis itu datardan buat Joong Ki tertegun dengan kedua bola mata membesar.
“Kau… Choi…”
__ADS_1
“Iya. Aku, Choi Eun Hee. Teman yang di anggap Adik oleh Hyeon So Yun,” sahut Eun Hee memutus kalimatnya.
Sesaat pandangan Eun Hee teralih pada Joong Ki yang seketika meneguk ludah kuat. Tetapi, Eun Hee kembali mengabaikannya dan beralih lagi pada Dong Wook.
“So Yun… dia mengirim sebuah cerita fiksi yang berisi suatu hal tentang dirinya yang tidak pernah ia beritahukan pada siapapun. Awalnya, aku tidak mengerti tetapi, ketika tulisan yang kubaca membahas tentang seorang gadis yang berbohong pada sahabatnya. Aku menjadi paham dan mengingat semua yang pernah dia ceritakan sebelumnya. Tersadar di waktu yang sama dan merasa seperti orang bodoh karena sudah sangat percaya padanya,” jelas Eun Hee.
Beberapa lama, keduanya kembali terdiam dan sekarang, Joong Ki yang tampak lebih tenang pun ikut memandang ke arah Dong Wook.
“So Yun sudah ceritakan semuanya padamu?” tanya Joong Ki datar.
“Mmm,” sahut Eun Hee seraya mengangguk pelan, “aku mengetahuinya tahun lalu, tepat pada tanggal 1 April. Dari kebohongan pada orangtuanya sampai menjadi artis, dia ceritakan semuanya padaku dengan sangat detail. Jika kau penasaran aku marah atau tidak? Tentu. Aku tidak mengontaknya lagi setelah itu dan cukup tahu dia tinggal di Seoul,” tambahnya.
Kembali keduanya terdiam sejenak.
Pandangan Joong Ki pun lagi-lagi teralih pada Eun Hee setelah mendengar semua penjelasannya. Cukup lama dan dapat ia lihat dengan jelas tatap kosong itu terukir dari sudut mata gadis di sisinya.
“Aku bekerja di salah satu instalasi kesehatan Seoul sejak enam bulan lalu dan dua bulan sesudahnya ada acara kunjungan ke salah satu rumah sakit Busan. Di sanalah aku melihat So Yun, setelah sekian lama aku memutus kontak dan akhirnya harus bertemu dengan keadaan yang tidak nyaman. Bahkan bisa di katakan, itu momen paling buruk dalam hidupku.”
Lagi, Eun Hee menjelaskan dengan ekspresi datar dan sekilas terdengar helaan napasnya pelan.
“Melihat dia keluar dari ruang CT Scan bersama kedua orang tua juga Adiknya, So Jun, membuat sekian banyak
__ADS_1
pertanyaan muncul di benakku. Karena itu, aku yang cukup mengenal So Jun pun bertanya dan mendapat jawaban atas semua pertanyaan. Seluruh ingatan So Yun hilang dan hanya tentang keluarganya yang tersisa. Aku hampir gila, otakku terasa kosong sampai akhirnya aku memutuskan untuk mencari tahu tentangmu, Dae Hyuk, Jerry juga Dong Wook. Tapi, kurasa yang paling menarik dari kejadian ini adalah kenyataan tentang Kim Merry, teman SMA-nya yang menjadi sebab dari semuanya,” tambahnya.
“Kau… mengetahui sesuatu selain kebohongannya?” tanya Joong Ki ragu.
Dengan kening berkerut, Eun Hee beralih pandangan pada Joong Ki yang sudah menatapnya lebih dulu sebelum
kemudian iamenggeleng pelan.
“Memangnya ada hal lain yang tidak aku ketahui? Apa ini berhubungan dengan tuduhan Merry?” tanya Eun Hee heran.
“Tidak ada,” sahut Joong Ki seraya menggeleng cepat, “jadi, apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
Walau masih di liputi rasa penasaran tetapi, Eun Hee memilih untuk mengabaikannya dan kini tatap dingin itu kembali terarah pada Dong Wook yang sedang memeluk erat bonekanya.
“Tidak ada yang bisa aku perbuat setiap kali datang kemari selain untuk memakinya dari kejauhan,” ucapnya datar, “aku juga sempat bertemu temanmu, Jerry, dan dia menceritakan bagaimana Dong Wook menyuruh So Yun menonton adegan ranjangnya secara langsung bersama seorang perempuan hanya karena menelan ucapan Merry
seutuhnya. Kurasa dia sudah tidak waras sejak awal,” tambahnya dengan suara yang mulai bergetar.
Terpaku, hanya itu yang bisa di lakukan Joong Ki setelah mendengar semua kata-kata Eun Hee yang akhirnya menangis dalam diam. Ia memilih untuk berpura-pura mengabaikan gadis di sisinya dan sesekali ia alihkan pandangan ke arah lain usai memandangi Dong Wook untuk waktu yang lama.
Jadi, sampai akhir pun hanya kita berdua yang akan mengetahuinya, kan, Jang Dong Wook?
__ADS_1
Batin Joong Ki serata menatap tajam ke arah Dong Wook dengan mata memerah karena menahan amarah juga air matanya.