Ice Flower

Ice Flower
Chapter #25


__ADS_3

 “Kak, bagaimana? Apa yang dokter katakan?” tanya Dae Hyuk panik.


“Aaah… dia baik-baik saja. Itu hanya reaksi sementara karena depresi dan tertekan,” sahut Joong Ki santai.


Joong Ki yang baru saja mengantarkan dokter pribadinya keluar dari apartemen pun langsung menghempaskan diri ke atas sofa tetapi, Dae Hyuk yang sangat khawatir tentu tidak peduli dan tetap menghujaninya dengan pertanyaan. Sementara, Jerry yang sedari tadi memperhatikan mereka pun tersenyum seraya menepuk pelan pundak Dae


Hyuk yang sudah kembali duduk di sampingnya.


“Jangan tersenyum di saat seperti ini,” omel Dae Hyuk setelah pandangannya teralih pada Jerry.


“So Yun baik-baik saja. Tenanglah,” bujuk Jerry.


“Haaa…”


Helaan keras itu membuat Jerry seketika memandang Joong Ki yang sudah lebih dulu menatapnya.


“Kau bertemu Dong Wook?” tanya Joong Ki santai.


“Mmm,” sahut Jerry seraya mengangguk pelan, “dia terlihat kurus dan kurang sehat,” tambahnya.

__ADS_1


“Dia masih di apartemen So Yun?” tanya Joong Ki lagi dan kembali Jerry mengangguk pelan.


“Sebenarnya apa yang dia inginkan dengan berkelakuan seperti itu?” omel Dae Hyuk.


Lagi, Jerry tersenyum sambil mengusap punggung Dae Hyuk, berusaha meredakan kekesalan teman baiknya itu sementara, Joong Ki terdiam sejenak sebelum ia kembali menatap Jerry.


“Apa yang akan dia lakukan kalau bertemu So Yun?” tanya Joong Ki yang sekarang terlihat lebih serius.


“Entahlah,” sahut Jerry seraya mengangkat kedua bahunya, “tadi saja dia ingin menyerangku dua kali karena tidak memberitahukan keberadaan So Yun. Dia benar-benar terlihat seperti orang yang hilang akal,” tambahnya.


“Kak, apa dia akan menyakiti So Yun lagi?” tanya Dae Hyuk penasaran.


“Aku tidak habis pikir, kenapa dia bisa melakukan hal seperti itu pada So Yun,” ujar Jerry sembari tersenyum sinis.


“Dia ingin So Yun selalu mendengarkannya tapi, dia sendiri mudah terhasut orang lain,” lagi, Dae Hyuk mengomel.


“Dae Hyuk, kau bekerja saja seperti biasa dan jangan katakan pada siapapun tentang So Yun,” perintah Joong Kisetelah berdiam cukup lama.


Segera, Dae Hyuk mengangguk cepat dan pandangan Joong Ki pun teralih pada Jerry yang terlihat sangat santai sejak awal.

__ADS_1


“Kau juga bekerja seperti biasa. Kabari aku tentang Dong Wook jika kau mendapat informasi dari Adiknya,” tambahnya pada Jerry.


“Apa kau ingin bertemu Dong Wook?” tanya Dae Hyuk yang lagi-lagi diliputi rasa penasaran.


“Mungkin tapi, tidak sekarang,” sahut Joong Ki seraya beranjak duduknya, “kalian pulanglah. Ini sudah terlalu larut. Aku akan kabari jika terjadi sesuatu pada So Yun,” tambahnya yang kemudian melangkah masuk ke kamar So Yun.


Gadis manis yang sekarang tengah terlelap dalam salah satu kamar mewah apartemen Joong Ki itu terlihat sangat pucat dengan jarum infus di tangan kanannya. Sesaat setelah duduk di sisi ranjang, Joong Ki dalam diamnya meraih handuk kecil yang sedari tadi tertempel di dahi So Yun. Ia mencelupkanya ke dalam sebuah baskom kecil berisi air hangat di atas meja samping ranjang dan lalu kembali meletakkannya di dahi So Yun.


Ia memandang kosong sembari mengusap lembut pipi kiri gadis di hadapannya. Larut dalam lamunan dan perlahan bayang ketika mereka pertama kali bertemu tampak jelas dalam pikirannya. Dia yang pertama kali melihat So Yun menangis setelah menamparnya, saat So Yun tersenyum sangat tulus pada Eun Byul dan saat dia mengecup pipi So Yun untuk menghibur Eun Byul.


Ki Joong? Siapa? Kau balik namaku? Dasar Ppal-ttong. Panggil Kakak, aku lebih tua darimu…


Ingatan akan kekesalannya karena So Yun tidak memanggil namanya dengan benar membuat senyum geli terukir di wajah Joong Ki yang juga ingin di panggil “Kakak” olehnya.


Kau punya mimpi?... Aku ingin ke Namsan Tower bersama orang yang kusayangi dan memasangkan gembok di sana… Itu keinginan, bukan mimpi… Itu mimpi terbesarku sebagai seorang perempuan, Dasar Bodoh…


Ketika ingatan akan senyum tulus seorang Hyeon So Yun yang mengungkapkan tentang impiannya, Joong Ki pun mengerjap seolah tersadar dari lamunan dan tatap dalamnya kini kembali teralih pada sosok nyata So Yun yang tertidur di hadapannya..


“Haaa… Anak Baik,” ucap Joong Ki pelan seraya tersenyum tulus, “aku ingin kau terus di sisiku. Tapi, aku tidak mungkin memaksamu melakukannya jadi, hiduplah dengan baik agar bisa memasangkan gembok cinta dengan orang yang kau sayangi,” tambahnya sambil mengusap lembut pipi So Yun, “aku menyayangimu. Maaf, karena sudah membuatmu seperti ini.”

__ADS_1


Diam beberapa menit sebelum akhirnya ia turun dan duduk di lantai, lalu membaringkan kepalanya di sisi ranjang. Namun, tanpa sepengetahuannya, air mata mengalir dari kedua sudut mata So Yun yang terpejam. Dia mendengar semua ucapan Joong Kiyang sudah terlelap sambil menggenggam erat tangannya.


__ADS_2