
Sejak berumur 10 tahun, aku di besarkan oleh Ayah dan seorang Kakak laki-laki yang sangat baik, lembut juga penyayang. Karena hal itu, aku tidak pernah merasa kesepian, walau tidak dipungkiri rasa sup rumput laut yang mereka buat tidak sama seperti buatan Ibu…
So Yun diam menatap Joong Ki yang masih terpejam sesaat, kemudian pandangannya teralih lagi pada makam di hadapan mereka dan perlahan ia ikut memejamkan mata setelah mengatupkan kedua telapak tangannya.
Bibi Kim, hari ini tepat satu tahun kami berteman dan memang kita belum pernah bertemu. Tapi, aku yakin kau adalah wanita yang sangat luar biasa. Terima kasih karena telah melahirkan juga membesarkan Song Joong Ki dengan sangat baik. Selamat ulang tahun, aku harap kita bisa bertemu.
Kembali ia membuka mata dan di lihatnya sosok Joong Ki tengah tersenyum manis.
“Apa?!” tanyanya ketus.
“Kau berdoa lebih lama dariku. Apa kau menceritakan sesuatu yang buruk tentangku pada Ibu?” tanya Joong Ki santai tapi, senyum mengejek terukir di wajahnya.
So Yun mencibir dan melirik sinis, lalu berbalik pergi meninggalkan Joong Ki yang hanya tersenyum geli sebelum akhirnya ia membayai langkahnya.
“Ki Joong?” tegur So Yun setelah beberapa saat mereka melangkah dalam diam.
“Mmm?” sahut Joong Ki.
“Apa… Dong Wook masih berpikir kalau aku kekasihnya?” tanya So Yun ragu.
Pertanyaan tersebut buat Joong Ki kembali bungkam sampai So Yun melempar pandangan padanya dan tersenyum riang. Tentu, reaksi yang ia tunjukkan membuat So Yun memilih untuk ikut diam kemudian kembali melihat jalan di depannya.
Karena rasa penasaran, dia pun melempar pandangan datar pada gadis yang berjalan di sisinya itu. Tetapi, memang tidak ada respon lagi setelah So Yun kembali tersenyum sampai ia dikejutkan olehnya yang tiba-tiba berhenti dan berjongkok.
“Ada apa?” tanya Joong Ki heran.
__ADS_1
So Yun menengadahkan kepalanya dan menunjukkan sepatu yang sudah ia lepaskan.
“Hak sepatuku lepas. Bagaimana kalau kau pergi lebih dulu? Nanti aku telepon Dae Hyuk untuk menjemputku,” tawar So Yun.
Namun, tawaran tersebut tidak buat Joong Ki segera menjawab. Yang ia lakukan dengan kening berkerut adalah diam dengan pikiran kosong sampai So Yun memukul kuat kakinya.
“Ya!” teriaknya kesal sambil mengusap-usap belakang kaki kirinya yang terasa panas.
“Hari ini kau ada jadwal fanmeet pukul 12.00 siang. Lebih baik pergi sekarang daripada kau terlambat dan di ceramahi Manager Yang lagi,” omel So Yun.
Alih-alih menuruti perintah, Joong Ki lebih memilih kembali diam dan menatap So Yun dengan perasaan bersalah.
“Sudahlah, cepat pergi,” perintah So Yun dan bergegas mengeluarkan ponsel dari tasnya, “kau lihat ini? Aku akan hubungi Dae Hyuk sekarang,” tambahnya.
Melihat So Yun yang segera mengirim pesan pada Dae Hyuk, ia pun hanya bisa menghela napas pelan. Tidak lama dan pandangan So Yun pun kembali padanya.
“Baiklah. Tapi… hubungi aku kalau kau sudah bersama Dae Hyuk,” sahut Joong Ki ragu.
Dengan perasaan tidak nyaman, Joong Ki pun melangkah pergi meninggalkan So Yun yang kini tersenyum sambil melambai padanya. Hingga cukup jauh jarak keduanya tiba-tiba…
“Ki Joong Oppa!” teriak So Yun.
Tentu, langkah Joong Kiyang masih ragu seketika terhenti dan buat ia segera berbalik melihatnya yang masih melambai dengan senyum riang.
“Jaga gitar dan boneka beruangku baik-baik, ya!” teriak So Yun riang.
__ADS_1
Langsung saja senyum sinis terukir di wajah Joong Ki karena sikap So Yun yang ia anggap sangat aneh dan buatnya menggeleng pelan sesaat. Walaupun setelah kembali berbalik dan melangkah pergi dia balas melambai tetapi, ia tidak melihat senyum riang dari gadis di belakangnya perlahan memudar.
“So Yun menghubungimu untuk menjemputnya?”
Pertanyaan tersebut Joong Ki ajukan setelah panggilan teleponnya tersambung dengan Dae Hyuk setibanya di tempat parkir utama makam.
“Iya, dia minta aku menjemputnya di makam Ibumu. Sepuluh menit lagi aku ke sana,” sahut Dae Hyuk dari seberang.
“Baiklah. Kabari aku kalau kalian sudah bertemu,” perintahnya.
Baru saja ia membuka dan masuk ke mobil setelah menutup telepon, sebuah pesan dari So Yun pun ia terima.
Dari : Ppal-ttong
Kalau kau sudah masuk mobil, periksa kotak minumanmu.
Ada termos cokelat berisi sup rumput laut buatanku di dalamnya.
Makanlah yang banyak dan tolong jaga gitar juga boneka beruangku.
Aku menyayangimu.
“Aku menyayangimu? Tumben sekali,” ujar Joong Ki seraya tersenyum sinis, “dia mengirim pesan seolah tidak akan pernah bertemu lagi.”
Joong Ki hanya menggeleng usai membaca pesan tersebut dan segera membuka kotak minum di jok belakang lalu mengeluarkan sebuah termos cokelat dari dalamnya. Senyum geli tampak dari wajah Joong Ki setelah beberapa lama memandangi dan memeriksa isi termosnya.
__ADS_1
“Dengan semua prilaku bar-barnya, aku tidak pernah berani membayangkan bagaimana dia bertahan hidup selama ini. Kulkasnya selalu penuh bahan makanan tapi, dia benar-benar koki yang buruk. Kurasa sup ini salah satu masakan yang selamat. Terakhir kali masak, dia hampir membakar seluruh dapur sampai aku harus pindah ke lantai bawah.”
Sesaat senyum geli tampak jelas di wajah Joong Ki karena semua perkataannya tentang So Yun sebelum ia kembali meletakkan termos ke dalam kotak minum dan menstarter mobil lalu meninggalkan tempat tersebut.