
“Jang Dong Wook~ssi?”
Teguran itu membuat Dong Wook yang sejak semalam duduk dengan kepala tertunduk di depan pintu apartemen So Yun pun tersadar. Segera saja wajahnya yang pucat terpampang jelas dengan lingkar mata yang sangat hitam.
Sejenak berusaha memfokuskan pandangannya yang kabur sampai ia bisa melihat jelas laki-laki yang sekarang berdiri di hadapannya dan buat amarahnya seketika memuncak. Dengan kondisi tubuh yang payah, dia langsung berdiri lalu mencengkeram kuat kerah baju laki-laki tersebut.
“Eodiegaseo?[1]” tanyanya dengan suara serak.
Tidak ada jawaban dan hanya tatapan sinis yang ia terima dari laki-laki tersebut. Kemudian dengan sekali sentakan kuat ia berhasil mendorong mundur Dong Wook yang akan melayangkan pukulannya.
“Aku menghormati dan jadikan kau panutan bukan karena Jang Dong Min Adikmu tetapi, karena sikapmu yang tegas, dewasa dan pekerja keras. Tapi, aku tidak mengira kau akan melakukan hal serendah itu pada kekasihmu sendiri,” jelas laki-laki itu datar dan dengan tatapan yang dingin.
“Yeong Jerry, jaga ucapanmu!!! Apa kau tidak tahu sedang bicara dengan siapa?!” teriak Dong Wook.
Lagi, Dong Wook kembali ingin melayangkan pukulan pada laki-laki bernama Jerry tersebut. Namun, dengan kondisi tubuh Dong Wook yang lemah, tentu sangat mudah bagi Jerry untuk menjatuhkan ia segera setelah kepalan
tangannya tertahan dan mendorong dia dengan kuat.
“Aku mungkin tidak terlalu mengenal So Yun. Tapi, aku tahu dia gadis yang baik,” ucap Jerry dingin, “aku dengar dari Dong Min, sudah empat hari ini kau tidak pulang ke apartemenmu. Apa selama itu kau di sini?” tambahnya tanpa mempedulikan Dong Wook yang kini tertunduk lesu dengan tubuh gemetar.
“Kau… tahu di mana So Yun sekarang?” tanya Dong Wook yang tidak sedikitpun berniat merespon sosok dengan tatapan dingin di depannya.
“Apa yang akan kau lakukan padanya?” tanya Jerry.
__ADS_1
“Beritahu aku di mana dia sekarang,” sahut Dong Wook.
Tetapi, Jerry hanya tersenyum sinis karena ucapannya.
“Na ganda,[2]” ujarJerry datar dan berbalik tanpa menghiraukan Dong Wook yang saat itu menatap punggungnya tanpa bisa berbuat apapun.
Sementara itu, So Yun terlihat sedang duduk di salah satu meja sambil memainkan gitar dalam bar milik Dae Hyuk.
“Sudah berapa hari dia tidak bicara?” tegur Dae Hyuk.
Pandangan Joong Ki pun teralih karena pertanyaan Dae Hyuk yang baru saja meletakkan segelas jus stroberi kesukaannya. Dari meja bar yang tak jauh dari tempat So Yun duduk, keduanya sesaat memperhatikan gadis yang sedari tadi diam dengan pandangan kosong itu.
“Sejak aku pulang membawakan koper berisi pakaiannya empat hari lalu,” sahut Joong Ki pelan.
“Mungkin dia belum tiba, karena saat aku mengambil koper tidak ada siapapun yang aku temui di sana,” kata Joong
Ki datar.
Keduanya terdiam lalu kembali mengalihkan pandangan pada So Yun yang masih memainkan gitarnya sampai
terdengar helaan napas Joong Ki dan buat Dae Hyuk sesaat melirik padanya. Tetapi, Joong Ki tak acuh dan segera beranjak kemudian duduk di hadapan So Yun yang langsung meletakkan gitar yang sempat ia mainkan di sisinya.
“Apa ada tempat yang ingin kau kunjungi?” tanya Joong Ki hati-hati.
__ADS_1
Tidak ada jawaban dan hanya tatap kosong yang ia terima dari So Yun
“Apa kau ingin bertemu Dong Wook?” tanyanya lagi.
Tetap tidak ada jawaban dan reaksi itu buatnya menghela napas pelan. Joong Ki pun tertunduk sesaat, membiarkan So Yun diam dengan tatap kosongnya cukup lama sampai…
“Dong Wook. Jang Dong Wook,” ucap So Yun tiba-tiba.
Dan sontak Joong Ki pun mengangkat wajahnya dan menatap lekat So Yun yang kini menatap datar padanya.
“Dangsini nuguseyo?[3]” tanya So Yun dengan tatapan yang bingung.
Setelah reaksi mengejutkan karena So Yun tidak mengenalinya, Joong Ki pun kembali di kejutkan dengan
dia yang tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri dari tempat duduknya.
[1] Ke mana dia pergi?
[2] Aku pergi
[3] Anda siapa?
__ADS_1