
Di hari yang cerah dan tampak damai di sebuah desa namun berbeda dengan suasana di sebuah rumah gubuk sederhana. Ya... disana di rumah emma jannah tun nisa'i tokoh utama kita .
Di sana sungguh berisik suasananya sebab orang orang didalamnya tengah sibuk mempersiapkan barang yang akan dibawa anak gadisnya untuk merantau ke kota.. Hampir setengah jam mereka mondar mandir akhirnya selesai juga.
" Assalamualaikum emma berangkat dulu ya mbok, pak , dik kecil..." Salam emma ke pada seluruh keluarga nya disusul bersalaman perpisahan yang sementara kayak cinta mantan eh canda..
" Waallaikumsalam... hati hati dijalan ...nanti klo uda sampai kabarin jangan lupa.!" Perintah ibu tanpa meneteskan air mata .
Mereka berpelukan singkat penuh rasa haru namun tanpa air mata hanya perasaan bangga ." Iya... berangkat ya..." Ujar emma, melambai singkat ,lalu masuk ke mobil.
" Iya dah...." Jawab keluarga emma kompak.
" Udah neng?...." Tanya pak supir singkat disertai wajah datarnya.
" Udah pak yok berangkat." Jawab emma tersenyum lebar. tak lama kemudian pak supir menjalankan tugasnya sebagai supir....reader uda tau kan pekerjaan supir itu apa?
Selama perjalanan hanya kesunyian yang tampak, bagaimana tidak pak supir sibuk menyetir sedangkan emma sibuk mengagumi jalanan yang perlahan dari deretan sawah menjadi deretan rumah dan gedung gedung tinggi...dan tampa mereka sadari mereka telah sampai di depan kampus tujuan.
" Pak ini uang transportasi nya.." Ujar emma menyodorkan beberapa lambar uang kertas.
pak supir tak membalas ucapan ma dengan menerima uang emma dan tanpa basa basi melaju meninggalkan emma.
" Baru pertama make jasa sopir justru ketemu supir yang dinginnya ngalahin kulkas tetangga.... hais kayaknya keberuntunganku telah habis untuk masuk ke kampus ini." Ujar emma dalam hati.
Kemudian emma berjalan masuk ke kampus dengan bangga sebagai maba... dengan sandal jepit dan kaos oblongnya ia berjalan santai tak peduli dengan lirikan jijik orang orang di sekitarnya.
Saking bangganya ia lupa membuka matanya dan ...."brak..... aduh...." Emma menabrak seseorang didepannya . mereka tersungkur di atas tanah. orang orang disekitar mereka berhenti terlihat di wajah mereka seperti mendapatkan tontonan bagus tanpa ada minat untuk menolong emma .
Dengan sigap emma berdiri dan meminta maaf. namun sebelum ia hendak membuka mulutnya pria yang ditabrak emma sudah menyelanya." Mahasiswa baru kampus ini?" Tanya seorang pria yang ternyata adalah salah satu dosen disana.
"Hahaha mampus si cewek kampung baru masuk uda buat masalah sama dosen ..." Ujar salah seorang maba agak keras hingga ditelinga emma.
" IYA... " Jawab emma mendongak kan kepalanya polos.
__ADS_1
" Bagus..." a dosen itu menyeringai.
" emm...pak maaf untuk yang tadi.." Ujar emma meminta maaf takut takut.ia mengharapkan dosennya mau memaafkannya.
Bukannya menjawab harapan emma dosen tersebut justru memojokkan emma ke sebuah pohon besar." pak... saya minta maaf." Ujar emma meminta maaf sekali lagi dengan suara pelan ia menyadari situasi ambigu yang diciptakan pak dosen.
" Mo dimaafkan?" Tanya pak dosen semakin menyeringai dengan suara rendah nan beratnya itu cukup membuat emma menganggukkan kepalanya waspada.
" Boleh tapi cium dua kali...sekarang.." Bisik pak dosen, ditelinga emma. pak dosen sedikit meniup telinga emma yang membuatnya bergidik...
" Boleh diganti dengan yang lain ga, syaratnya ?" Tanya emma berusaha bernegosiasi kepada dosennya yang kebetulan berwajah tampan.
" Em sayangnya tidak..." Jawab pak dosen, ia kemudian memajukan wajahnya hingga bibir mereka hampir bertemu dan.....
"Bruk....argh..." Emma reflek menendang kaki ke tiga pak dosen dengan kejamnya. hingga pak dosen terduduk di tanah meringis kesakitan. p
Semua pria yang menyaksikan kejadian tersebut tanpa sadar menutupi bagian privasinya sedangkan sebagian wanita tertawa di atas penderitaan dosen tersebut seolah olah mereka telah mengharapakan hal ini terjadi.
"Argh...." Teriak pak dosen semakin keras disertai sumpah serapah pada emma karena tanpa disengaja emma menginjak kaki dosen malang itu dan berlari menuju tempat registrasi.
"Assalamualaikum..." Salam emma kepada penghuni asrama.
" Waallaikumsalam salam." Jawab mereka
"Eh kenalin aku erna ratna an nisa'i.. jurusan akutansi ." Sapa erna ramah.
"Iya salam kenal ak emma..dari jurusan akutansi ." Ujar emma menjabat tangan erna .
"Aku embun sri wahyuningsih dari jurusan akuakultur." Ujar embun tersenyum manis.
"Emma Jannah tun nisa'i, dari jurusan akutansi..." Ujar emma menjabat tangan embun dan ikut tersenyum, eh tersenyum bisa menular ya?
" Elsa ambeien Smith, manajemen bisnis .." Sapa elsa singkat dengan wajah datar yang setia dipajang dari tadi.
__ADS_1
"Eh..." Seketika ruangan tersebut menjadi sunyi . tak lama kemudian suara tawa mereka bertiga terdengar sedangkan elsa hanya tersenyum tipis" wah buat grop idol yuk , idol inisial e..." Ujar embun menyadari inisial penghuni asrama 667 berinisial e ." Canda erna .
"Sudah sudah jadi bahas peraturan asrama ga ini jadinya ...?" Tanya emma yang membuat teman barunya menyudahi tawanya.
"Jadi dong masa engga?" Tanya balik embun dengan senyum konyolnya..
""Ketua asrama dipilih berdasarkan ap? " Tanya emma.
"Nilai utbk aja gimana?" Tanya erna yang hanya dijawab anggukan kepala lainnya.
" Eh btw skor utbk ku 670." Ujar embun dengan bangganya.
"Yah sayang sekali embun tak dapat jadi ketua.soalnya skor utbk ku 671, hahaha..." Tawa erna mengejek embun.."Halah cuma lebih satu poin aja bangga ." Cibir embun memanyunkan bibirnya .
"Temen temen keknya ak ga bisa jadi ketua deh, soalnya ak ga ikut utbk. ak masuk jalur Snmptn yang pake nilai rapot...." Ujar emma malu.
"Eh iya ga papa , berarti emma mengundurkan diri jadi ketua asrama kan?" Tanya erna yang dijawab dengan anggukan kepala ringan dari emma.
"Elsa skor utbk berapa?" Tanya emma
"800 " Jawab singkat elsa yang membuat seisi ruang tersebut berdecak kagum.
"Oke sekarang sudah diputuskan ketua asrama adalah elsa....hore..." Ujar emma menyimpulkan dan disetujui dengan oleh mereka.
"Malam, tidur!" Perintah elsa yang ajaibnya emma, erna embun paham apa yang dikatakan elsa.
" Siap bu ketua asrama!" Teriak mereka serempak. kemudian mereka ke tempat masing masing untuk membereskan barang bawaannya dan lekas tidur.
" Selamat malam semuanya, mimpi indah.....seindah wajahku di mimpimu....asik.." Teriak erna yang sepertinya kelebihan kepercayaan diri hingga hampir menyerempet tak tahu malu." Malam!" Emma hanya menjawab dengan singkat.
" Malam erna tapi mungkin lebih indah memimpikan pak alan , meskipun ia sedikit brengsek." Cibir embun.
Dan tak lama kemudian .mereka telah terlelap menuju alam mimpi masing masing. menunggu hari esok peresmian mereka menjadi mahasiswa baru di kampus terbaik dalam negri, universitas"..........."( isi sendiri ya reader .)
__ADS_1
^^^...bersambung~^^^
.........salam cinta dari author 🥰🥰🥰.........