
keesokan harinya..... 1 jam sebelum interview.
"hitam atau putih?" tanya emma pada dirinya sendiri ditengah ke sibukkanya dengan baju bajunya....
"oi embun!" seru emma tiba tiba yang hanya dijawab deheman oleh embun.
"cocok yang mana?" tanya emma sambil menaruh 2 baju bergantian.
"bagus yang putih...km pake celana hitam kan?" jawab embun sekaligus memastikan.
"oh oh...oke !" ujar emma setuju.
"gimana menurutmu?" ujar emma setelah memakai baju yang dipilih embun.
"em...." embun menilai dari atas namun begitu sampai bawah ia terkejut.
"ga cocok....baju sama rambut uda bagus cuma....huppp.." embun menjeda kalimatnya.
"KENAPA PAKE SENDAL!!!" Teriak embun...
" Sana ganti pake sepatu flat, kamu pikir interview sama kayak ke sawah. sekarang cari kerja susah ada kesempatan ya maksimalkan dong." omel embun kesal sendiri.
"iya tau nanti ganti, ini masih ada beberapa jam kok..." ujar emma menenangkan.
"interview jam 9.00.?" tanya embun.
"iya. " jawab emma tanpa mengalihkan pandangannya pada kaca rias.
"Tolol 30 menit lagi uda jam 9...sini aku bantu dandan cepat!!" ujar embun semakin kesal dengan sifat santuy emma.
tanpa mendengar jawaban emma embun melancarkan aksinya mendandani emma tak sampai 15 menit ia sudah menyelesaikannya.
"Buruan sana!! keburu telat !" desak embun mendorong emma hingga ke luar pintu asrama tapi ia merasa sepeti melupakan sesuatu yang sangat penting.
"citt..." emma masuk kembali ke asrama.
"Kenapa balik...buruan berangkat !!! nanti klo telat ga makan sebulan loh!" ujar embun memperingati, emma tidak menjawab ucapan embun ia hanya menunjukan kakinya kepada embun.
"Astaga sandal!! Pantesan serasa rasa ada yang kurang!" ujar embun menepuk kepalanya singkat.
embun membantu emma mencari sepatunya setelah ketemu dengan sigap emma memakai sepatu dan cabut dari sana "embun makasih ya!" tak lupa emma mengucapkan terima kasih kepada embun yang repot repot telah membantunya.
"Ya buruan! kalo ga diterima aku ogah cari kerja buat kamu lagi!" canda embun yang hanya ditanggapi senyum konyol emma.
"bay sayangku!" pamit emma. yang hanya dijawab dengan deheman singkat.
skip perjalanan ....
sesampainya di hotel mawar melati....
emma gugup,untungnya ia tidak terlambat datang ke sana. banyak yang datang interview.Banyak pula yang masuk dan keluar dengan ekspresi berbeda beda. namun ada yang aneh dari situasi ini." KENAPA AKU WANITA SATU SATUNYA DISINI!!??" teriak emma dalam hatinya.
__ADS_1
"Emma jannah tun nisa'i !" tak lama kemudian giliran emma datang juga.
"tok tok tok!" tangan dingin emma dengan hati hati mengetuk pintu ruang interview.
" Masuk!" perintah seorang rekrutmen dari balik pintu itu.
"silahkan duduk!" perintah septi selaku pemilik hotel mawar melati. emma pun menurutinya tanpa banyak bicara.
"Emma jannah tun nisa'i, mahasiswa baru di kampus idaman, melamar sebagai waiters?" ujar septi dengan nada bertanya .
"Ya!" jawab emma cepat.
"apa tujuan anda melamar sebagai waiters di hotel kami?" tanya septi langsung ke intinya.
"karna saya membutuhkan uang untuk bertahan hidup!" jawab emma jujur yang terkesan bodoh.
"em...baiklah.." kata septi tercengang sebentar dengan jawaban embun." dia jujur atau bohong, namun menurut data ia pasti berbohong tapi kalau menurut sikapnya sulit membedakan apa acting atau bodoh" ujar septi dalam hatinya.
"bukankah anda memiliki orang tua dan juga beasiswa?" tanya septi memastikan.
"emm jujur karena ponsel saya yang rusak saya terpaksa memperbaikinya dan itu sudah menelan hampir seluruh uang saku saya! sekarang saja saya ngutang temen asrama saya buat sarapan" ujar emma malu malu.
"errr...baiklah!" ujar septi menanggapi.
"tinggi 170?" tanya septi
"iya!"
"Ya!"
" bagaimana dia bisa tau padahal itu kan tidak saya tulis di cv!" batin emma berpikir keras.
"mau dandan seperti pria setiap pergi ke kantor?" tanya septi nyeleneh.
"iya."
"ehhhhhh...!" ujar emma setelah sadar telah menyetujui hal yang tidak benar.
"oke kamu diterima!" tegas septi memutuskan.
"nani??!!" teriak emma kaget bukan kepayang dalam hatinya.
"Ke...kenapa??" tanya emma. entah bagaimana perasaan emma saat ini yang pasti semua campur aduk.
" Jujur, saya hanya menerima karyawan pria di sini!" septi menggantung kalimatnya.
"kenspa hanya pria?" tanya emma tanpa sadar.
"errr...karna saya suka pria tampan jadi saya hanya menerima karyawan cowok ganteng dan cowok cantik." jawab septi tanpa malu.
"WHAT'S..... ALASAN MACAM APA ITU!! pantesan dari tadi aku ketemu banyak cowok ganteng, bahkan satpam aja ganteng kek suga!! wah bener bener syurga pria tampan. klo aku bekerja disini enak tiap hari bisa cuci mata!he he he ... erna bakal iri pasti dia kan otaku!" pikir emma mulai sombong.
__ADS_1
"sebenarnya kalo bukan karna fotomu saat memakai kostum romeo saya tidak mau menerimamu bahkan jika kamu direkomendasikan oleh keponakanku tercinta! bersyukur lah kamu punya wajah tampan!!!" lanjut septi menopang dagunya.
"iya!" jawab emma menahan jengkel mendengar ucapan bos barunya.
"WHAT THE F**K!! jadi Aku cuma menang tampang??!! Apa apaan aku cantik bukan ganteng??!!" umpat emma yang beruntungnya ia mampu menahan bibir merahnya untuk tidak keceplosan.
"Jadi sekarang saya boleh undur diri?" pamit ma sopan.
"Tunggu!!" ujar septi. ia tampak mengambil sesuatu di bawah mejanya.
" Ini seragam dan kartu karyawan mu!" ujar septi, menyerahkan seragam laki laki dan sebuah kartu nama.
"tuan jannah ?!!" eja emma membaca kartu namanya.
"anda bahkan telah mempersiapkan segalanya!" sindir emma halus.
"ohooho terima kasih atas pujiannya! " balas septi tanpa merasakan maksud ucapan emma.
"Itu bukan pujian bos bodoh!!!" batin emma berteriak.
"saya menantikan romansa antara anda dengan karyawan saya !!?? pasti sangat mendebarkan wahahahs" ucap septi melantur.
"sepertinya aku menemukan sepesies yang sama dengan erna (T_T) " ucap emma menangis tanpa air mata di hatinya.
"saya permisi!" pamit emma. Tanpa menunggu jawaban bosnya ia langsung pergi dari ruangan itu.
skip sampai asrama.....
sampai di asrama emma tidak menemukan teman temannya .ia pun ke kamar mandi untuk menghapus make up nya. dan mencoba seragam barunya.
"Oke interview berhasil!" ujar emma merasa senang.
"meskipun karna tampang ku yang menyimpang!! masa aku ganteng sih?" ujar emma menatap dirinya dengan rambut palsu model pria.
"Hais... seperti cowok cantik ??!! sepertinya ak harus menebalkan alisku dan merendahkan suaraku agar tidak ketahuan." ujar emma menilai dirinya sendiri.
" Sudahlah!!Semangat bekerja besok!!! Tuan jannah. " ujar emma dengan suara rendahnya.
emma pun melepas seragamnya dan rambut palsunya. lalu keluar kamar mandi. saat membuka pintu kamar mandi ia mendapati elsa yang baru saja membuka pintu asrama bersama kakanya.
"Elsa!!!" teriak emma . ia berlari menuju temannya itu. ketika emma hendak memeluk elsa. elsa menghindar akhirnya tanpa sengaja emma memeluk alan.
"eh sejak kapan elsa setinggi ini??!!" batin emma membenamkan wajahnya pada dada alan. emma meraba raba punggung alan. alhasil alan tersipu malu karna ulah konyol emma.
"Kakak!!!" teriak elsa membuat keduanya tanpa sadar menoleh..
"ehhhhh!!!??? klo elsa di sana lalu aku memeluk siapa??!!" tanya emma kebingungan dalam hati kecilnya. emma segera menoleh ke atas. betapa terkejutnya ia mengetahui orang yang ia peluk.
menyadari itu,emma segera melepas pelukannya " ehh pak alan maaf pak saya kira anda elsa." ujar emma meminta maaf dengan nada sopan.
"hmn" dehem alan singkat lalu meninggalkan kedua gadis tersebut tanpa banyak bicara.
__ADS_1
^^^bersambung…^^^