
konichiwa....🤗 welcome back to my story'
sorry i am late to update this story. i hope yu are not bored.
happy reading.... sayangku 🥰
...----------------...
disinilah emma berada terbengong memikirkan perasaanya yang kian lama kian aneh setelah melakukan ciuman panas bersama dosennya. jujur seharusnya ia merasa jijik dengan dirinya tapi mengapa ia justru merindukan dengan itu lagi?
"apa aku adalah seorang bich ?" tebak emma ngawur sedetik kemudian ia menggelengkan kepala dengan keras .
"tidak ...tidak ...aku tidak mungkin memiliki jiwa wanita malam! ya.... tidak mungkin mungkin waktu itu aku hanya...khilaf..iya khilaf setiap orang pasti bakal melakukan kekhilafan kan kan ?" batin emma berteriak membantah pikiran ngawur nya.
"aduh!!" teriak emma kesakitan. bagaimana tidak ? penghapus segede susu kotak mengenai keningnya.
"siapa sih yang melempar ini! ga punya hati memang tu Orang!" teriak emma tanpa melihat si pelaku pelemparan penghapus yang sudah menatap emma dengan wajah sangar.
"siapa yang ga punya hati !" ujar alan dengan nada dingin.
mendengar suara bariton alan seketika emma menatap wajah alan yang ditekuk. "eh...bapak....penghapusnya maksud saya!" ucap emma mencari alasan.
"bapak...bapak....saya masih muda tau!" ujar alan tak terima dikatai bapak oleh istrinya sendiri.
"sudah ku putuskan siswi emma yang akan menjadi kandidatnya!" lanjut alan tegas. seketika ruangan itu menjadi riuh. sedangkan orang yang di sebut namanya justru kebingungan.
"maaf menyela keasikan kalian ! tapi apa maksudnya saya menjadi kandidatnya?" tanya emma kebingungan. sedetik kemudian semua orang menatap emma dengan tatapan kasihan.
"Selamat kamu menjadi orang yang mewakili kelas kita untuk lomba pacuan kuda 🐎!" ujar alan tersenyum miring. alan masih kesal karna cintanya mengabaikannya saat mengumumkan pengumuman penting.
"Apa!" teriak emma kaget.
"tapi pak saya ga bisa naik kuda!apa lagi pacuan kuda sambil memanah!" ujar emma tak terima dirinya menjadi tumbal.
"alasan kamu pasti menang! kalo kamu yang maju!" ujar alan terlihat yakin.
"bagaimana mungkin istriku kalah dalam pacuan kuda sambil memanah meskipun ia tak sehebat atlet yang memenangkan kejuaraan internasional !" batin alan bangga . sampai ia melupakan jikalau ia masih marah dianggap bapak oleh emma.
"tapi pak..." belom selesai emma berbicara alan memotongnya lebih dulu." jangan ngeles kalo kamu latihan pasti bisa! "
merasa ia tak akan menang di perdebatan ini , emma duduk dengan wajah cemberut tak lupa umpatan yang lancar ia ucapkan dalam hatinya.
"baik hari ini cukup sampai disini. sampai jumpai di lain waktu !" ujar alan sebelum meninggalkan ruangan itu.
"ting!" sebuah pesan masuk ke ponsel emma.
__ADS_1
"ayo ke kantin yang lain uda di sini nih!" begitulah kira-kira isi pesan yang dikirim sahabat sahabat nya.
"oke otw!" balas emma lewat chat.
tak menunggu waktu lama emma telah sampai di kantin untuk bertemu teman-teman nya . "Hai bestieku! " dengan nada lemas seperti orang yang telah diperas tenaganya.
"kenapa kamu tumben banget lemes kek jogetnya bang jali!" ujar erna pada emma yang menenggelamkan wajahnya di lengannya.
" masa aku jadi kandidat lomba memanah sambil berkuda! ini semua gara gara dosen brengsek itu!" ujar emma dengan nada sebal.
"pak alan yang kamu maksud?" tanya embun memastikan. " iya!" seru emma langsung duduk tegak.
"siapa lagi kalo bukan dia Playboy gila!" umpat emma lagi .
" jadi yang mana yang bener dosen brengsek atau playbook gila?" tanya embun malas.
"dua duanya lah!" ujar emma.
"banyak amat julukannya bunda!" ujar embun memutar matanya malas.
"iya harus dong!" jawab emma ngawur.
"hiks gimana dong pasti di hujat kalau kalah!" ujar emma overthingking.
"ahh makasih kalian memang yang terbaik " ujar emma mendramatisir.
"mau belajar di pacuan keluargaku kebetulan sepupu keluargaku punya?" tawar elsa yang sendari tadi hanya menyimak .
"oke! thanks you so much 💋" ujar emma kesenangan.
" ok iya embun , erna ikut yuk biar rame kan asik!" ajak emma pada kedua sahabatnya yang lain. .
"oke aku ikut!boleh nih elsa?" tanya embun berbinar.
"boleh bawa sekampung juga boleh!" ujar elsa
"hahaha elsa itu mana muat 😅 nanti orang sekampung pada kebagian engga ya kudanya?" ujar emma tak percaya. begitu pun dengan erna dan embun. mereka pikir elsa hanya bercanda namun pada kenyataanya elsa tak pernah bercanda dengan sahabatnya semua yang ia katakan adalah benar.
"oh iya kawan kawan maaf nih aku ga bisa ikut !" ujar erna tiba tiba yang berhasil menghentikan tawa emma dan embun.
"kenapa?" tanya elsa serius.
" aku mau ambil cuti setahun soalnya aku harus ke luar negri buat merawat ibu ku!" ujar erna sendu.
"ah iya semoga ibumu cepat sembuh!" ujar emma pada erna.
__ADS_1
"amin" ucap mereka bersamaan.
"terima kasih kawan kawan 🥰!" ujar erna terharu ternyata ia masih punya teman yang mengerti dirinya.
mereka pun kembali bercanda tawa bersama hingga menjelang sore.
...----------------...
di sisi lain ...
"papa dimana ya ?" batin afgan pada dirinya sendiri.
"papa uda janji bakal ngajak aku ketemu si putih! tapi kok sampai sekarang papa ga dateng Dateng !" batin afgan di ruang tamu sambil ditemani bibi inah.
"tuan muda sebaiknya anda menunggu tuan di kamar !" usul bibi inah kepada anak majikannya yang ia hormati.
"bibi inah!" panggil afgan tiba tiba.
"iya tuan muda?" sahut bibi inah agak menundukkan badannya.
"menurutmu kapan papa pulang . afgan bosen di rumah sendirian." ujar afgan sendu.
"sebentar lagi tuan pasti kembali tuan muda!" ujar bibi inah kepada tuan mudanya.
"lalu kapan afgan bisa ketemu mama?" tanya afgan. bibi inah yang mendapat pertanyaan itu hanya bisa terdiam ia tak bisa menjawabnya.
" afgan rindu mama ! afgan pengen liat wajah mama secara langsung bukan hanya dari foto"
"afgan pengen di antar jemput sama mama di sekolah!!"
"afgan pengen dibacain dongeng sama mama lagi "
"afgan pengen kayak afgan masih TK dulu." ujar afgan sendu ia menatap kosong pintu di depannya.
"kasihan sekali tian muda sudah ditinggal ibunya karna kejadian itu. dan semenjak itu juga tuan jarang menemani tuan muda karena menjadi seorang gila kerja. " ujar bibi inah merasa simpati kepada keluarga majikanya yang dulunya seindah bunga mekar kini telah berubah suram bak bunga layu.
" semoga tuan berhasil membawa nyonya muda kembali ! agar tuan muda bisa ceria kembali" doa bibi inah dalam hatinya untuk tian mudanya yang imut itu.
...----------------...
^^^BERSAMBUNG 🥰^^^
sebelumnya karya ini berjudul dosen dan ceo brengsek ku tercinta namun author menggantinya dengan judul ikatan yang terlupakan 🤗
untuk semuanya terima kasih sudah mampir jangan lupa tinggalin jejak kalian ya 🙏supaya author lebih semangat melanjutkan karya ini bay bay🤗
__ADS_1