Ikatan Yang Terlupakan

Ikatan Yang Terlupakan
episode 13


__ADS_3

konichiwa....🤗 welcome back to my story'


sorry i am late to update this story. i hope yu are not bored.


happy reading.... sayangku 🥰


...----------------...


"kring...kring!!" ponsel emma berbunyi yang tandanya ada panggilan masuk untuknya .


emma yang asik bermimpi pun terbangun dengan malas emma mengangkat panggilan tersebut. sedangkan teman temannya telah pergi ke ke urusan mereka sendiri.


"hallo?" ujar emma kepada seseorang di sebrang sana!


"kamu dimana? mata pelajaran pak Darmin 10 menit lagi! cepat kemari!! kamu tak ingin karena hukuman kan?" teriak erna dari kelas.


emma terbelalak mendengarnya ia pun melirik jam dinding dan benar saja ini sudah jam 07.50 WIB sedangkan kelas dimulai jam 8. 00 WIB


"lah kok kamu ga bangunin aku tadi?" tanya emma kesal. sambil mengeluarkan baju dari lemari kecilnya.


"lagian sih. kami dibangunin ga bangun bangun, dan juga tadi aku ada urusan bentar! maaf " ujar erna merasa bersalah.


"hais sudahlah ...aku otw" ujar emma setelah mengganti baju dan mencuci muka.


ia keluar asrama sambil mengikat rambutnya asal hingga tampak acak acakan apalagi emma belum menyisir rambutnya.


ia berlari ke kelasnya. untung saja kelasnya dekat dengan asrama sehingga emma tak perlu mencari ojek ataupun taksi.


emma fokus berlari hingga seseorang menghentikannya ia pun refleks berhenti. tanpa banyak bicara orang tersebut menarik tangan emma ke sebuah ruangan.


"pak pak....alan aku mau dibawa kemana? bentar lagi saya ada kelasnya pak darmin!" oceh emma selama alan menarik tangannya. emma sedikit memberontak namun apa daya tenaganya kalah dengan alan.


jantung alan berdetak dengan kencang " sudah ku duga aku tidak menyimpang! karna sekarang aku juga mengalami hal yang sama saat tadi malam dan hari ini. " batin alan kegirangan hingga mengabaikan ocehan emma.


"sebaiknya nanti aku bertanya kenapa emma menyamar sebagai laki laki di pesta reuni tadi malam!"


"pak pak kalo ada yang liat gimana? pak saya ga mau dikira macam macam!" ujar emma saat melihat alan akan membuka pintu ruangannya.

__ADS_1


alan tak menjawab sampai mereka benar benar masuk ke dalam. hal itu membuat emma semakin mengoceh.


"stttttt" ujar alan meletakkan jari telunjuknya di bibir emma. emma terkejut sehingga spontan terdiam.


alan meneguk slivanya saat menyentuh bibir lembut emma ingin sekali ia menciumnya dan "chup!!" alan mencium bibir emma. emma membulatkan matanya terkejut hal itu membuat alan terkekeh dalam hatinya.


karna emma enggan membuka mulutnya alan menggigit'pelan bibir bawah emma spontan emma membuka mulutnya sedikit tak menyia-nyiakan kesempatan lidah alan langsung masuk menerobos. lidahnya terus menelusuri apa yang ada dalam mulut lawan ciumannya.


sedangkan emma yang masih terkejut terdiam kaku di satu sisi ia ingin mendorong alan namun tubuhnya tidak mau mengikuti pikirannya.


alan menyelesaikan ciumannya saat melihat emma yang hampir kehabisan nafas.


alan kemudian mendudukkan emma di sofa. lalu ia seperti mengambil sesuatu di lacinya. setelah itu ia kembali duduk di samping emma.


"hadap sana! "perintah alan yang langsung dilaksanakan emma.


alan kemudian melepas ikatan rambut emma lalu menyisirnya dengan hati hati...


"pak. saya sudah sangat terlambat untuk menghadiri kelas pak darmin loh pak! bolehkah saya ke kelas sekarang ? " tanya emma.


" pak...saya tidak ingin dicatat alfa!" lanjut emma saat ia tak menerima jawaban dari alan.


alan terus menyisir rambut emma sesekali membelai rambutnya.mendapat perlakuan lembut dari alan membuat emma mengantuk kembali


"emma! ada hal yang ingin aku tanyakan ? boleh kah ?"


"hmm!" gumam emma tanpa sadar lalu ia telah tertidur.


"apa kemarin kamu menyamar sebagai pria di acara reuni yang diselenggarakan di hotel mawar melati?" tanya alan memastikan.


"emma ?" tanya alan saat emma tak kunjung menjawab pertanyaannya.


tiba tiba "bruk..." emma jatuh ke pangkuan alan.


"lah.. ternyata sudah tidur toh! sudahlah nanti saja aku tanya kalau sudah bangun" ujar alan menggelengkan kepalanya.


"ternyata masih belum berubah....kewaspadaannya memang rendah!!? hal inilah yang membuatku jatuh cinta dan sedikit khawatir.!" lanjut alan saat menatap wajah emma yang terlelap.

__ADS_1


"chup " alan mencium hidung emma. melihat emma masih terlelap seperti tidak terganggu sama sekali ia pun melanjutkan aksinya dengan mencium seluruh wajah emma mulai dari kening, mata , hidung, pipi kemudian turun ke bibir.


saat mencium bibir emma. emma membuka mulutnya hal itu membuat yang tadinya alan hanya ingin mencium sebentar kemudian menjadi ciuman yang panas. ia menelusuri setiap inchi mulut emma hingga mulut emma sedikit membengkak di bagian bawah.


alan kemudian menghentikan ciumannya karna merasa tak tega dengan bibir emma .


alan mengelus-elus kepala emma dengan lembut membuat emma tersenyum dalam tidurnya , sepertinya senyumnya tertular pada alan yang ikut tersenyum.


alan membiarkan emma tidur di pangkuannya sedangkan ia meraih dokumen di meja dan membacanya satu persatu.


tiga jam telah berlalu masih dalam posisi yang sama kaki alan terasa kebas sendari tadi namun ia tidak ingin memindahkan emma karna ia ingin lebih lama berdekatan dengan istrinya, akhirnya beberapa saat kemudian emma terbangun dari tidurnya. ia terkejut mendapati dirinya dipangkuan alan.


"kamu sudah bangun? tanya alan basa basi. emma tidak menjawab pertanyaan alan. kemudian ia bangkit dan melirik jam dinding. sudah jam 13.00 WIB. "berapa lama aku tertidur !" ujar emma tanpa sadar.


"sudah tiga jam lebih!bahkan aku melewatkan kelas karena dirimu! bagaimana caramu menggantinya?" ujar alan tersenyum devil.


"ah...maaf saya harus pergi untuk bekerja ! selamat siang pak alan!" ujar emma bangkit dan bersiap kabur.


saat emma ingin melangkahkan kakinya. alan menarik tangan emma hingga berbalik ke arahnya. "chup" alan mengecup bibir emma sekilas seperti tadi emma melotot tak percaya dengan kelakuan dosennya.


"sudah bayar dengan ini saja !" ujar alan sambil menyentuh bibir emma.


hal itu membuat wajah emma langsung memerah, emma kemudian berteriak "dasar cabul!" .


emma melepas tangannya dari alan , kemudian ia berlari meninggalkan alan yang terkekeh melihat tingkah emma.


"beruntung sekali hari ini!" ujar alan penuh arti.


alan kemudian duduk di kursi kerjanya dan kembali memeriksa dokumen perusahaan.


tiba tiba alan teringat. "oh iya...aku lupa menanyakan alasan emma tampil sebagai laki laki di pesta reuni tadi malam!" ujar alan.


"yah sudah lah nanti saja aku tanyakan sewaktu ketemu istriku lagi!" ujar alan dengan nada pasrah.


kemudian ia melanjutkan pekerjaan dengan semangat karna berhasil mencium emma dari sekian lama setelah emma menghilang.


sedangkan emma berlari lari di lorong kampus saat menuju asramanya. wajahnya telah memerah bak tomat. sampai di asrama ia langsung membaringkan tubuhnya dan berusaha untuk tidak mengigat kejadian tadi.

__ADS_1


...----------------...


jangan lupa like, vote, coment, dan hadiahnya 😁🥰🥰🙏🙏🙏


__ADS_2