
konichiwa....🤗 welcome back to my story'
sorry i am late to update this story. i hope yu are not Bosan.
happy reading.... sayangku 🥰much💋
...----------------...
Happy reading sayangku 🥰💞🥰
"Elsa?" Panggil emma untuk kesekian kalinya. ..
"Ya ? Ada apa em? " Tanya elsa tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan.
"Itu kita beneran ke lapangan kuda milik keluargamu? "Tanya emma dengan nada ragu pasalnya lapangan tempat mereka tuju jauh berbeda dengan yang ia bayangkan.
"Iya benar kok! Ini lapangan yang sering aku kunjungi sewaktu SMA!" Ujar elsa seadanya.
" Em sebaiknya kita ganti tempat aja gimana elsa?" Tanya emma ragu-ragu.
"Ga perlu disini komplit fasilitasnya!" Ujar elsa meyakinkan.
"Tapi.....! " Belum selesai emma berbicara elsa sudah terlebih dahulu berbicara.
"Ga perlu khawatir semua aku yang urus!" Ujar elsa penuh tekanan. "Oke!" Jawab emma cepat. Ia merasa dalam hatinya sudah merepotkan temannya yang satu ini.
........
...----------------...
Lapangan pacuan kuda land fantasi menjadi lapangan kuda terbaik yang sering digunakan untuk lomba-lomba internasional karena memiliki fasilitas yang melebihi milik negeri. Yang sialnya lapangan ini adalah milik keluarga Smit lebih tepatnya milik alan sebagai kepala keluarga smith.
"Kuda Neverland!" Emma melongo saat membaca papan nama kandang kuda. Setahu emma lapangan kuda itu sangat misterius dan harga menyewa kuda di sana sangat mahal.
"Elsa!" Panggil emma.
"Hmm?" Tanya elsa tanpa menolehkan kepalanya.
"Lebih baik kita pindah tempat aja deh buat nyewa kuda!" Usul emma dengan raut memelas.
"Kenapa?" Tanya elsa sedikit bingung sendari tadi sahabatnya itu memintanya untuk pindah tempat.
"Ga papa. Cuma ga enak saja sama kamu yang harus nyewa kuda disini pasti sangat mahal gaji 10 tahun pun belom tentu cukup untuk membayarnya!" Ujar emma malu-malu.
"Semua kuda itu dikelola kakak sepupuku jadi tenang saja ga perlu bayar kok!" Ujar elsa meyakinkan.
"Oh...oke!" Ujar emma kikuk. ..
__ADS_1
Kemudian mereka masuk ke kandang kuda. " Nah pilih kuda cepat!" Perintah elsa .
"Nanti aku ajarin gimana caranya!" Lanjut elsa tanpa menunggu jawaban dari emma.
"Elsa!" Panggil emma lagi untuk kesekian kalinya. Yang hanya dijawab seadanya oleh si lawan bicara.
"Jadi sugar mamiku donk!" Ujar emma memasang muka centil dan menempelkan dirinya ke elsa.
Tanpa basa basi elsa langsung mendorong tubuh emma "Jijik!" Ujar elsa dengan muka datar.
"Sana buruan keburu siang!" Perintah elsa sambil mendorong tubuh emma ke dalam kandang.setelah itu , Ia pun menghampiri tukang penjaga kuda "bawain kuda biasanya! " Perintah elsa dingin. ..
Emma bingung memilih kuda mana yang akan jadi partnernya belajar, pasalnya jumlah kuda yang Sangat banyak ditambah kualitasnya yang luar biasa.
Akhirnya ia memilih seekor kuda putih menurut hatinya. Sedangkan elsa sudah sendari tadi menunggu emma bersama kuda jantan berwarna coklat miliknya pribadi.
"Elsa aku sudah selesai memilih kuda 🐎! " Ujar emma datang bersama kuda putih yang cantik.
Elsa kaget melihat kuda yang datang bersama emma "itu kan kuda milik kakak sepupu selain orang itu, tidak ada yang bisa berdekatan dengan kuda itu ....! " Batin elsa kagum.
"Sepertinya latar belakang emma tidak sesederhana itu!" Batin elsa menduga-duga. Dalam kepala kecilnya telah berpikir keras
" Elsa!" Panggil emma .
"Ah iya ayok! " Ujar elsa tersadar dari lamunannya.
Tak butuh lama ia pun mulai menguasai cara menunggangi kuda hingga elsa merasa tak ada lagi hal yang bisa ia ajarkan kepada sahabatnya itu.
Elsa sempat curiga kalau emma sebenarnya telah mahir menunggangi kuda dilihat dari kecepatannya menguasai kuda.
"Elsa! Aku rasa aku sudah bisa menunggang kuda!" Ujar emma kegirangan. Sedangkan orang yang dipanggil hanya tersenyum tipis enggan membuka mulutnya.
"Emma! " Panggil elsa .Dengan isyarat ia menyuruh emma untuk duduk di bawah pohon bersamanya.
"Elsa aku rasa aku sudah bisa menaiki kuda sekarang apa seharusnya aku belajar memanah ? " Tanya emma kepada dirinya sendiri.
"Elsa apa kamu bisa mengajariku memanah?" Tanya emma penuh harap.
"Maaf emma bukannya aku ga mau tapi aku benar benar ga bisa memanah. " Ujar elsa memandang emma.
"Yah kalo begitu apa sebaiknya aku menyewa seorang guru?" Gumam emma pada dirinya sendiri.
" Tapi sepertinya aku bisa meminta kakak sepupuku untuk mengajarimu ia pandai memanah! " Ujar elsa setelah menimbang peluang.
" kakak sepupumu tidak sibuk?" Tanya emma. Ia berpikir jika semua urusan keluarga elsa diserahkan pada kakak sepupu elsa bukannya ia akan menjadi orang yang sangat sibuk mengingat bisnis besar yang dimiliki keluarga smith.
"Engga kata kakak sepupu hari ini ia berlibur ke sini. " Ujar Elsa.
__ADS_1
"Bagaimana kau tahu?" Tanya emma bingung.
"Soalnya kita harus melapor jika menggunakan fasilitas keluarga. " Ujar elsa jujur.
"Baiklah! Kapan kakak sepupumu kemari!" Ujar emma tak sabar. Sendari tadi ia penasaran dengan wajah kakak sepupu elsa yang hebat itu.
"Oke dia disana aku panggil dulu ya. Kamu tunggu disini ga papa kan? "Tanya elsa bangkit berdiri.
" Iya ga papa!" Seru emma tersenyum sumringah.
" Maaf emma aku berbohong sebenarnya aku tak rela kamu diajari oleh kaka sepupu tapi kaka sepupu bilang jika ia tak mengajari kamu memanah aku ga boleh bawa kamu kemari. " Ujar elsa merasa bersalah karna tidak mengatakan fakta ini. ..
Sepeninggal elsa emma merebahkan tubuhnya diatas rumput-rumput hijau.
"Brak ! " Ibarat ketiban durian tubuh emma terasa sakit.Bagaimana tidak sakit orang ia kejatuhan seorang anak 5 tahunan dari atas pohon, untungnya mereka tidak menderita luka serius.
Emma hendak mengomeli bocah tersebut namun ia mengurungkan niatnya katena terpesona dengan wajah tampan anak itu.
"Masih kecil uda tampan sekali kalo sudah besar pasti bisa jadi superstar. " Batin emma terpesona.
"Ibu!" Seru anak itu tiba tiba. Anak itu memeluk emma dengan erat. Tanpa mengurai pelukan mereka emma memindah posisi dusuknya unntuk bersandar di bawah pohon beringin.
"Dia bukan anakku tapi mengapa hati ini tererasa nyaman dengan pelukannya? " Tanya emma pada dirinya sendiri.
"Nak! Siapa namanya ?" Tanya emma mengelus pucuk kepala afgan dwngan lembut.
"Afgan!" Jawab afgan yang masih enggan melepas pelukannya.
"Afgan! Jangan sembarangan panggil orang mama! Coba panggil saya kakak!" Ujar emma dengan lembut.
Bukannya menurut afgan justru menagis histeris." Hiks....ibu benci afgan! Afgan anak baik kok,jangan benci afgan ya ma!" Ujar agfan disela-sela tangisannya.
"Eh cup cup ....sayang. Kakak ga benci afgan kok kaka cuma sayang samaa afgan. Kasihan kalo ibu kandung afgan diduain afgan. " Jelas emma merasa bersalah telah membuat afgan menangis.
Melihat afan tak ada tanda-tanda menghentikan tangisannnya emma kemudian mengancamnya. " Udah jangan nangis lagi nanti kalau kegantengan afgan dicuri ayah afgan loh!" Begitulah kata emma.
Tiba-tiba afgan menghentikan tangisnya. " Afgan ga nangis lagi! Kalo kegantengan afgan dicuri ayah nanti ayah ga bisa kabur dari tante! " Ujar afgan dengan polosnya sukses membuat emma mengerutkan keningnya.
"Hah??!!"
...----------------...
terima kasih 🙏☺️telah membaca story ku bila ada banyak kesalahan baik penulisan, alur tidak nyambung harap dimaklumi yah🙏 soalnya mimin bukan makhluk sempurna kesempurnaan hanya milik allah 🤗
wassalamu'alaikum wr.wb.
jangan lupa dukungannya ya sayangku 🥰💞🥰😍 aku tak bisa tanpa dirimu 🥰meskipun....
__ADS_1