
hotel mawar putih merupakan salah satu hotel bintang lima, yang memiliki konsep cukup unik. hotel ini terkenal dengan julukannya sebagai syurganya pria ganteng hal ini karena alasan sederhana pemilik hotel yang hanya menerima laki laki rupawan sebagai karyawan.
Meskipun hotel ini tidak memiliki banyak kamar hanya berkisar diantara 30 an tetapi fasilitas di tempat ini sangat lengkap. di lantai bawah terdapat restoran yang menyediakan banyak menu di lantai atas terdapat taman dan fasilitas lainya seperti spa pemandian air panas, ataupun kolam renang.
setiap harinya pesanan kamar menumpuk bahkan tidak mencukupi pesanan. sangat sulit mendapat kamar di hotel itu biasanya mereka menunggu beberapa tahun agar bisa menginap di sana. cukup sampai disini penjelasan umum mengenai hotel mawar melati.
Emma berjalan kesana kemari baik mengantarkan makannan ataupun mencatat pesanan para tamu hotel. Itulah pekerjaan emma sekarang yang penuh akan kesibukan di hari pertama ia bekerja.
Walaupun emma tampak sedikit terkejut saat pertama karna mendapati banyak yang pria ataupun wanita yang meminta nomornya ataupun sekedar menggodanya saat mencatat pesanan. emma pikir restoran ini hanya terbuka untuk tamu hotel namun ia tak menyangka restoran disini terbuka untuk umum.
"Selamat siang! Nona ingin pesan apa?" tanya emma dangan sopan. kepada seorang tamu yang berpakaian minim.
wanita itu menoleh ke arah emma dan menunjukan wajahnya yang sexy andai jika emma betulan laki laki ia pasti sudah jatuh cinta "er....saya ingin pesan kamu boleh?" bukanya memesan ia justru menggoda emma.
maaf? " spontan emma kebingungan.
"ahahaha maaf. saya cuma bercanda kok. " ujar wanita itu disela tawanya yang elegan.
"ah ..iya." kata emma masih kebingungan dan sekarang ia linglung.
"Sialnya anda lucu sekali! Mungkin teman saya akan tertarik padamu. Anda sudah punya pacar atau belum?" tanya wanita itu .
"emm belom." jawab emma polos.
" Saya punya banyak teman pria jomblo yang ganteng loh. lengkap tipenya, ada yang dingin cool, ada yang nakal, imut, lembut, ceroboh ,pendiam juga ada. Tinggal mau pilih yang mana? " tanya wanita itu tiba tiba berubah menjadi mak comblang.
"WHAT THE F**K. kamu pikir bisa jualan pria ke aku saat ini aku pria loh...eh tunggu apa wanita gila ini tau identitas asliku? Gawat aku bertemu wanita yang berbahaya!!??" batin emma panik bukan kepalang.
"tenang...aku harus tenang dan menjawabnya senormal mungkin agar ia tidak curiga. mungkin ia hanya ingin mengujiku!!??" batin emma berpikir berlebihan.
"Jadi bagaimana tuan emma?" tanya wanita gila itu saat emma terdiam cukup lama.
"ehem..." emma berdehem pelan guna menetralkan kegugupanya. "Maaf tetapi saya laki laki normal." ujar emma mati matian menahan kegugupannya agar ia terkesan seperti pria normal.
"yah sayang sekali...saya pikir busa melihat yang menarik. Hais sepertinya tidak semua pria cantik itu gay??!!" ujar wanita itu dengan nada kecewa.
"WHAT'S ? NANI!? kenapa dimana mana aku ketemu spesies yang seperti erna!! sudah cukup dengan bu bos! kenapa sekarang nambah wanita gila ga jelas ini??!! Semoga ini merulakan pertemuan terakhir kira wanita shinting!" teriak emma frustasi dalam hatinya.
"Yah sudahlah ...klo gitu saya pesan satu steak kambing 🐐 puding coklat dan anggur merah tahun 1974." ujar wanita gila itu dengan gaya yang elegan. bersamaan dengan itu emma mencatat pesanan wanita itu dengan cepat.
__ADS_1
Okey saya ulangi pesanan nona. satu steak kambing puding merah dan anggur merah tahun 1974. apakah benar?" ujar emma sopan yang hanya dijawab wanita itu dengan anggukan kepala ringan.
Tak lama kemudian emma membawa pesanan wanita gila itu "ini steak sapi , puding coklat dan anggur merah tahun 1974, pesanan anda nona!"ujar emma dengan sopan sambil meletakan satu persatu hidangan tersebut.
"ah iya terimakasih..." ujar wanita itu
"selamat menikmati hidangan dari kami nona." pamit emma hendak pergi "tunggu!! seru wanita gila itu menahan emma.
" ini kartu nama saya! jika sekiranya anda berubah dari jalur normal. anda bisa menghubungi saya untuk menjadi mak comblang. jangan remehkan saya! saya adalah spesialis mak comblang profesional !!??" ujar wanita tersebut dengan bangganya mengulurkan selembar kartu nama berwarna merah.
Emma terbelalak saat membaca kartu nama itu." Starla Night??!!" eja emma.
"Apa apaan Dunia pasti sedang eror!!?? " batin emma kaget.
"Ternyata wanita gila ini adalah aktris terkenal yang memenangkan piala oscar 5 tahun berturut turut!!?? " lanjut emma dalam hatinya yang menatap starla tidak percaya.
"bagaimana mungkin bintang besar terkenal sepertinya menyukai percintaan sesama jenis dengan terang terangan pula??!! dan masih bisa berdiri kokoh di dunia hiburan??!!" ujar emma bertanya tanya dalam hatinya.
"ehem.... baiklah. terima kasih atas kartu namanya..saya pamit undur diri, sekali lagi selamat menikmati hidangan anda selagi panas!!" pamit emma setelah berterimakasih dengan sopan meskipun emma berharap ia tak akan pernah mengunakan kartu nama itu.
"memang tak ada yang normal disekiratku semenjak aku datang ke kota ini." pikir emma
setelah itu emma kembali melayani tamu tamu lainnya. Tak terasa hari sudah menjelang sore tandanya emma sudah bisa mengakhiri pekerjaannya di hotel mawar melati dan ia bisa menghadap septi untuk meminta gaji hariannya.
"tok tok tok..." emma mengetuk pintu kantor bosnya berkali kali hingga bosnya menyuruhnya masuk dari dalam ruangan.
"ada urusan apa?" tanya septi tanpa melihat siapa lawan bicaranya.
"anu...itu..." emma malu untuk mengatakannya karna hanya dia yang berani meminta gaji harian pada bosnya itu karena terpaksa.
"cepet saya sedang sibuk." ujar septi tanpa mengalihkan pandangannya dari layar tabletnya.
"sibuk apaan ! nonton drama boys Love dikata sibuk??!! " sindir emma dalam hatinya. bagaimana emma bisa tau? ya karna ia mendengar suara suara aneh dari tablet septi..
"saya minta gaji harian saya!" cicit emma pelan.
"gaji? oh tuan emma ya?" tanya septi memastikan ia masih enggan menatap lawan bicaranya.
"ya!" jawab emma cepat.
__ADS_1
septi tampak mencari sesuatu di laci samping meja kerjanya. "ini..." ujar septi setelah mendapatkan amplop coklat berisi gaji harian emma.
"terima kasih bu bos! selamat menikmati drama boys Love kesayangan anda!" pamit emma namun tidak ditanggapi septi dengan serius.
emma senang menerima gaji harian pertamanya akhirnya krisis terbesar hidupnya untuk saat ini sudah selesai. yosh... akhirnya emma bisa mendapatkan uang untuk makan sehari hari dan juga bisa membayar utangnya kepada temannya dua hari yang lalu.
*teater kecil...
di sebuah rumah mewah diantara perumahan elite...seorang anak laki laki berusia 4 tahun menonton tv dengan ayahnya.
"Ayah Afgan kangen bunda!" ujar afgan tiba tiba.
"tapi kan bunda uda ga ada. mau berziarah ke makam bunda? ayah temenin?" tawar alan kepada anak kandungnya.
"okey! " seri afgan penuh semangat.
"kalo begitu ayok!" ajak alan menggandeng tangan afgan. mereka kemudian berjalan ke taman belakang rumah. selama perjalanan afgan memetik bunga mawar di dekat makam ibunya.
Sampailah mereka di depan makam bernisan Emma Angelina ibu kandung alan. makam itu selalu tampak bersih karena pelayan membersihkannya setiap hari.
alan kemudian menaburkan bunga yang dipetiknya tadi di atas makam. alan yang melihat itu merasa kasihan. sebenarnya itu adalah makam kosong. ibu kandung alan sekarang ini masih hidup dan sekarang menjadi mahasiswanya.
"emma Angelina...ah tidak emma jannah tun nisa'i seperinya kamu melupakan semua tentangku bahkan buah hati pertama kita." batin alan merasa sesak di dadanya. tanpa disadari air matanya mulai tumpah dipipinya.
"ayah ayah kenapa nangis ayah kangen bunda ya afgan juga kangen bunda! hiks " ujar alan ikut menangis saat melihat ayahnya menangis.
"eh enggak kok tadi cuma kelilipan!" bantah alan menghapus air mata yang tersisa.
"alan jangan nangis dong...klo alan jadi anak baik nanti bisa ketemu bunda loh jadi sekarang jangan nangis sayang..." ujar alan mencoba menenangkan.
"ayah bohong ibu uda meninggal itu makamnya." ujar alan menunjuk makam kosong itu dengan polosnya.
"Ah ...iya." jawab alan kikuk.
"udah jangan nangis dong ayah buatkan puding coklat." tawar alan.
"puding coklat?" tanya afgan.alan menganggukkan kepalanya seolah berkata "iya. "
"hore...puding coklat buatan ayah! ayo ayah buat sekarang!" seru afgan kembali ceria. afgan menggandeng tangan alan menuju ke dapur.
__ADS_1
^^^BERSAMBUNG ~^^^