
.
.
.
.
"huhhh...." emma menghela nafas panjang berulang ulang sampe membuat endang yang asik dengan gawainya merasa terganggu.
"kenapa ma? lagi ada masalah?" tanya endang yang tanpa mengalihkan pandangannya.
"cuba cerita mungkin kita bisa bantu." erna menawarkan bantuan.
"aku butuh pekerjaan....aku butuh uang buat makan uang sakuku uda habis buat benerin hp yang kecemplung got." keluh emma pada kedua temanya.
"kok bisa kecempung got?" tanya endang dengan tatapan seperti menemukan cerita yang menarik.
"itu semua gara gara pak dosek ?" ucap emma dengan nada kesal.
"pak dosek?" tanya erna memiringkan kepalanya.
" iya pak dosen brengsek!" ujar emma membenarkan.
" ohh terus..." ucap erna seolah meminta emma untuk melanjutkan ceritanya.
" ya karna dia gawai ku rusak." ujar emma
"iya tau maksudku, gimana kronologi ceritanya bam bak...." ujar endang geram sendiri.
"jadi kemaren pas gawaiku ketinggalan di rumah sakit. ternyata gawaiku dibawa sama pak dosek nah kan waku ak mo nyamperin ...." emma menghentikan ceritanya sejenak
"ihhh terus ...jangan setengah setengah lah klo cerita... kumat dah sifat ngeselinya!" ujar erna penasaran.
"oke oke... jadi pas waktu mo nyamperin aku liat pak dosek mau ngebuang gawaiku ke got rumah sakit. jadinya ak lari buat ngehentiin dia tapi uda terlambat gawaiku uda ga bernyawa... hu...hu...hu!waktu aku minta dia buat ganti gawaiku dia malah bilang... hiks hiks ." emma menghentikan ceritanya sejenak . sedangkan erna dan embun menatap emma dengan pandangan memohon kelajutan ceritanya.
"simpati kek.... kalian emang ga berperasaan ya?" tanya emma sedih.
"cup cup cup..... jangan cedih ya ... nanti kamu bakal dapet yang lebih baik...." ujar erna mengelus elus punggung emma sedangkan embun mengangukan kepalanya seolah olah setuju.
"iya amin ya Allah ..." ucap emma mengadahkan kedua tangannya.
"terus dia bilang apa pas kamu minta ganti rugi sama gawaimu?" tanya embun .
"ngeselin banget!!!! ak minta dia tanggung jawab dia malah bilang 'halah cuma gawai rongsokan aja ditangisin, kalo mau jadi pacar aku, bakal aku kasih gawai baru yang paling bagus sekampus...!!' gitu katanya ngselin banget bukan . cuma gara gara dia kaya terus seenaknya ngehina gawai ku yang penuh kenangan! kalian tau ga gawai itu aku dapetin dari hasil menabung uang jajanku loh hiks..." crocos emma entah sedih atau marah.
"terus aku tendang deh dia ke got juga! puas banget liat ekspresi pak dosek yang kayak orang mau pingsan! hahahaaha..." lanjut emma kemudian tak lama ketiganya tertawa terbahak bahak tatkala karna cerita tersebut.
"hahahaha..pasti lucu banget....andai akup disana aku mo liat ekspresi wajah pak dosen killer waktu itu!" kata erna disela tawanya...
__ADS_1
"iya....hahahaha." ujar embun menanggapi.
"hiks terus gimana sama nasib perutku! aku ga punya uang buat makan hoks hiks . " emma tiba tiba menangis tatkala teringat ia tak punya uang sama sekali buat makan bahkan dari pagi ia belom makan sesuap nasi padahal ini sudah menjelang siang.
" jangan sedih kebetulan sepupuku lagi butuh pramusaji di hotelnya. mau? " tawar embun .
"mau mau....banget !"seru emma cepat dan penuh semangat. dan berakhir emma memeluk embun dengan erat.
"oke oke aku bilang dulu sama sepupuku...." setelah mengatakan itu embun menelpon sepupunya tentang masalah emma dan sepupunya menyetujui nya.
" oke oke besok langsung aja ke hotel mawar melati jam 09:00 WIB ingat jangan telat!" ujar embun mengingatkan.
" siap bos!" seru emma memberi hormat bak hormat pas upacara bendera.
"hola hola masalah sudah selesai sekarang emma gih kuliah sana bentar lagi jadwalmu kannn ini jadwalnya pak alan loh!" ujar erna seketika membuat emma tak bersemangat lembali.
"huwaaa aku ga mau ikut pelajarannya pak dosen brengsek itu!! kenapa sebagai ceo perusahaan besar ia masih sempat sempatnya mengajar huwaa......." teriak emma frustasi sampai menguncang embun yamg ada didepannya.
" ehh .....emma hentikan embun sudah kayah orang nahan muntah tuh...."ujar erna mencoba menghentikan tindakan emma yang melebihi kata waras.
" huwa embun maaf..... " ucap emma setelah sadar.
" i..iya.." jawab embun singkat sambil menahan sedikit rasa pusing di perutnya.
" kalo gitu aku langsung cus ke kampus bay kawan.....jangan kangen!" ujar emma terlampau pede..
sepanjang lorong emma berjalan santai sambil menahan rasa laparnya ingin sekali ia makan tapi i tak punya uang sepeserpun, mau pinjam pun ia masih merasa sungkan pada temannya mau minta ibunya dikampung tapi ia merasa menjadi beban mengingat ia termasuk orang miskin.
emma tiba tiba merasa lemas pada tubuhnya. "bruk...."tiba tiba ia pingsan didekat kelasnya. ia mendengar samar samar suar maskulin memanggilnya namun ia sudah tidak punya tenaga untuk menjawab panggilan tersebut.
" ehhh...ini dimana? rumah sakit?" tanya emma tanpa sadar ia berada di ruangan asing yang menyerupai rumah sakit.
" iya....kita dirumah sakit." tiba tiba suara yang dikenalnya menyapa indera pendengaran emma.
" srnior, kenapa disini?" tanya emma setelah itu ia bangkit dari tidurnya sendiri.
" kamu kira aku mau disini? " ujar ratna balik bertanya tanpa mengalihkan pandangannya pada ponsel.
" kalo ga mau ngapain disini? sampai bawa makanan dan minuman segala. " ujar emma tanpa sadar.
"kau kira aku Sudi nunggu kau bangun. kalo bukan karna....." ucapan ratna berhenti ketika ia mengingat kejadian 4 jam yang lalu...
....4 jam yang lalu.....
" brukk ...." emma pingsan tepat didepan kaki alan...
"emma ....ma....emma...." pangil alan berupang ulang...karna emma tak penjawab pangilannya ia pun menggendonya ke rumah sakit kampus.
namun ditengah perjalanannya ia berpas pasan dengan ratna. " ratna!" panggil alan dengan suara maskulinnya.
__ADS_1
"ya? ada apa pak alan?" tanya ratna to the point , ia sedikit melirik gadis yang digendong ala karung beras dipundak alan.
"tolong bawa orang ini ke rumah sakit ! karna saya harus mengajar. " perintah alan tanpa basa basi.
"tapi pak...." ratna hendak menolak namun tiba tiba alan memotong ucapan ratna.
" nanti aku sebarin loh kalo sebenarnya ratna suka dengan sesa.... hemph...." ancaman alan terhenti karna ratna tiba tina membungkam mulut alan dengan tangannya. "Diam!" peringat ratna.
"oke oke ini jangan pergi sebelum ia siuman atau ....."belum sempat ratna menyelesaikan ucapannya..." iya iya tau ...." ratna buru buru memotongnya dengan nada ketusnya yang khas.
...
"nih makan abis itu jangan lupa minum obatnya!" perintah ratna.
"o...ke" jawab emma menerima roti dan obat mag yang disodorkan ratna.
"uda tau sakit mag parah malah biarin perut kosong dari kemaren. dasar bodoh. " cibir ratna.
"senior khawatir denganku? " tanya emma tersenyum lebar.
"enggak lah, ngapain khawatir sama junior bodoh kayak kamu...." bantah ratna tak terima.
"iya iya terus kenapa senior ngantar aku ke rumah sakit kampus bahkan nunggu sampe siuman, memberikan makanan dan minuman dan juga obat mag?" tanya emma jahil ."
"kalo itu terpaksa. kalo bukan karna irang itu bakal ku buang kau ke sungai Amazon !" ujar ratna sadis.
"aduh jangan dong senior." pinta emma.
"makanya diam. jangan tanya tanya mulu." perintah ratna ketus.
"oke" jawab emma...
setelah selesai meminum obatnya, ia berjalan sepoyongan keluar ruangan itu namun ratna menghentikannya. " mau ke mana?" tanya ratna masih dengan nada ketus nya.
"mau ke kelas. " jawab emma dengan polosnya.
"ngapain? kelas pak alan uda selesai dari tadi,ini uda sore! kamu sih pingsannya lama banget. " sarkas ratna ikut berdiri.
"aduh... gimana ini....aku belom ijin. kalo nilaiku kurang gimana huwaa mampos aku!" teriak emma dilanda kepanikan ia geleng geleng sesekali menarik rambut hitammya.
"uda ku bilang sama pak alan. " ujar ratna ketus namun dalam hatinya menahan tawa ulah tingkah emma yang lucu baginya.
"huwaa...makasih senior..." ujar emma memeluk ratna.
"hmmm" ratna berdehem pelan .
"ayo kembali ke asrama!" lanjut ratna. ia kemudian memapah emma yang masih lemas ke asrama wanita.
^^^bersambung .....^^^
__ADS_1