Ikatan Yang Terlupakan

Ikatan Yang Terlupakan
episode 8


__ADS_3

hari ini adalah pertama kalinya ia diajarkan oleh pak alan meskipun. itu hanya berlaku padanya bukan mahasiswa lainnya.


"selamat pagi semuanya!" sapa alan pada semua mahasiswanya.


"sebelum memulai pelajaran saya akan mengabsen kehadiran kalian!" seru alan dengan wajah tanpa ekspresi.


"kaila!"


"hadir"ujar kaila mengangkat tangannya. Nama mahasiswa selanjutnya pun kian berganti dipanggil


"emma Jannah tun nisa'i "


"hadir" emma mengangkat tangannya begitu dipanggil.


"Regan " panggil pak alan. namun tak ada jawaban untuknya.


"Regan !" alan kembali memanggil nama regan. dan masih belum dijawab.


"Regan tidak datang pak!" ujar salah seorang teman regan.


"kenapa tidak datang?" tanya alan kepada teman regan dan juga kepada yang lainnya.


"saya tidak tau pak!" jawab temannya.


"baiklah berarti alfa!" putus alan.


"lanjutkan pelajaran kemarin. tugas yang saya beri sudah dikerjakan semua?" tanya alan.


"hah ada tugas! tugas apa kenapa aku ga tau sama sekali!!??" batin emma panik.


"kumpulkan!" perintah alan.


satu persatu mereka .mengumpulkannya dimeja guru. kemudian alan menghitung jumlahnya dan menyamakan dengan siswanya.


"hanya ada 21! siapa yang tidak mengumpulkan jujur!" kata alan dengan tegas. dengan takut takut emma mengangkat tangannya.


"emma jannah tun nisa'i !" panggil alan keras. tanpa sadar emma langsung menjawab "Ya!"


"setelah selesai kelas kamu datang ke ruangan saya!" ujar alan tampak garang. namun ternyata didalam hatinya sedang berbunga memikirkan cara balas dendam karena memukul ************. "akhirnya ada kesempatan berdua dengannya! he he he !" ujar alan dalam hatinya.


"okey!" seru emma pasrah. "gawat pak alan mungkin akan balas dendam karena yang kemaren" batin emma khawatir. perasaanya bercampur aduk antara sedih, khawatir dan takut. selama pelajaran emma menjadi tidak fokus hingga saat pelajaran usai.

__ADS_1


"erna ! aku harus gimana!" keluh emma pada sahabat nya yang berada tepat disampingnya.


" ya mao gimana lagi datang ke ruang pak alan sana !" perintah erna.


"nanti aku masih belum mempersiapkan mental!" jawab emma atas perintah erna.


"kenapa ga bilang bilang kalo ada tugas erna? apa kamu bukan sahabat baikku. hatiku sakit bak tertancap duri. kenapa aku ga liat kamu ngerjain tugas padahal kita satu asrama!" tanya emma dengan nada hiperbola.


"hadeh....jangan kebanyakan drama. aku sih niatnya mo ngasih tau tapi kamunya aja pas inget mo bilang kamu uda ga ada ato uda tidur. " ujar erna ngeles.


" Jadi semua salah aku! kamu tega ya!" ujar emma mendrama.


"mendrama sekali lagi aku daftarin kamu ke eskskul drama!" ancam erna karena sebal.


"idih ogah!nanti aku repot sendiri. " ujar emma.


"haih.... maaf emma lain kali bakan aku kasih tau."ujar erna merasa bersalah.


"iya.aku juga salah ga tanya. aku kira tidak ada tugas untuk hari pertama. ternyata aku salah, pak alan terlalu jahat bak iblis. ini semua salahnya " curhat emma menyalahkan alan.


"ah iya pak alan yang salah.buruan sana temuin iblis itu sebelum ngamok dan menghancurkan kampus. " jawab erna atas curhatan emma.


"ah iya klo gitu aku duluan ya!" pamit emma yang dijawab erna seadanya.


"masuk!" perintah seseorang dari dalam. emma membuka pintu itu didapatinya alan sedang menatapnya intes di meja penuh tumpukan dokumen. dimana mana ada dokumen cuma di sekitar sofa yang tidak ada dokumen nya.


"duduk!" perintah alan tanpa banyak bicara emma mendudukkan dirinya di sofa.


"siapa bilang kamu boleh duduk disofa." ujar alan ketika emma baru saja duduk di sofa.


"lalu aku harus duduk dimana?" tanya emma menatap mata alan dan memiringkan kepalanya sebal."imut sekali....isteriku!" teriak alan dalam hatinya telah terpesona.


"ehem..."dehem alan mencoba menetralkan degup jantungnya.


"duduk disini!" ujar alan sambil menepuk pangkuannya.


"bapak yakin?" tanya emma.


"saya bukan bapak mu!"( aku suamimu!)lanjut alan dalam hatinya.bukannya menjawab alan justru mempermasalahkan panggilan emma padanya


"lalu saya panggil bapak apa?" tanya emma tambah sebal.

__ADS_1


"iya kamu masih mau nilai tidak?" tanya alan mengancam. "dasar menyalagunakan kekuasaan mentang mentang dosen seenaknya saja ! kalo aku udah lulus aku bakal buat hidup bapak sengsara !" dumel emma dalam hatinya.


meskipun engga emma tetap duduk dipangkuan pak alan. "puas!" ucap emma kesal. dalam hati emma menyumpahi alan dengan penghuni kebun binatang.


alan tak memedulikan kekesalan Emma padanya. ia sudah sibuk dengan perasaan bahagia yang sudah lama hilang darinya. tanpa banyak bicara alan meletakan kertas folio dan bolpoin di depan emma."silahkan buat essai..... temanya cinta yang terlupakan!" perintah alan .


"bapak..." belum selesai emma bebicara alan terlebih dahulu memotongnya."panggil alan!!!!" tegas alan tak terima penolakan.


"tapi itu tidak sopan...anda dosen saya saya tidak seharusnya memanggil anda dengan nama langsung saya panggil pak alan aja ya pak!!?" tawar emma.


"panggil alan atau sayang!" ancam alan dengan senyum semirik yang menakutkan dimata emma.


"Arghh alan bercanda kan !kok temanya tentang cinta kan saya dari jurusan akutansi seharusnya tentang keuangan !" bantah emma. ia tak habis pikir dengan dosennya itu bagaimana bisa ia menuliskan essai tentang cinta ia saja tak mengerti apa itu cinta.


"disini siapa dosennya?!" tanya alan mengimintidasi sambil menempelkan dahinya pada dahi emma.


"anda!" jawab emma takut


"kalau begitu nurut!" perintah alan mutlak. emma hanya dapat mengikuti perintah alan dengan enggan."argh....menyebalkan !!" teriak emma mencapai puncak kekesalannya sedangkan alan terkekeh geli melihat reaksi emma.


alan mengecek dokumen yang menumpuk di mejanya sambil sesekali melirik emma yang tampak mengerjakan tugasnya dengan enggan.


"wangi tubuhmu tidak berubah, wangi bunga mawar yang menggoda! semoga hatimu saat mengingat kenangan kita juga tidak berubah. " batin alan bahagia akhirnya dari sekian tahun lamanya ia bisa memeluk istrinya lagi. walaupun dengan kondisi dan suasana yang berbeda.


sekitar 1 jam telah berlalu sedangkan kertas emma hanya terisi beberapa patah kata saja. "ahhh aku lelah berpikir...tak tahu harus menulis apa lagi...bukan bukan karna aku bodoh ini karna topik yang diberikan terlalu ambigu dan transparan !" batin emma frustasi.


karna hal itu membuat emma tak bisa diam duduk dipangkuan alan. ia berniat untuk menggeser pantatnya mencari tempat yang nyaman."kok makin ga nyaman duduk di pangkuan pak alan."batin emma heran.


tanpa emma sadari alan menjadi terangsang. alan menahan mati matian menahan diri untuk tidak melahap emma sekarang. "ini bukan saatnya!! ini belum waktunya??!!" pikir alan mencoba menangkan dirinya.


"eh??!!" ujar emma saat menyadari ada sesuatu yang keras menempel di pantatnya. wajah emma memerah semerah tomat. emma menoleh ke arah alan. ia melihat wajah alan yang bergairah dan menurut emma itu tampan?! "Eh apa yang aku pikirkan dia itu cabul jelekk!!" batin emma menyangkal ketampanan alan.


tanpa alan sadari tangganya menyentuh punggung emma pelan pelan meraba hingga ke pa*****a emma. "ahh cabul!! plak!" teriak emma ketika menyadari kejahilan tangan alan. emma langsung keluar dari ruangan itu setelah menampar pipi mulus alan hingga bengkak.


emma berlari ke asramanya... saat sampai ke asrama ia langsung meringkuk di kasurnya sambil memegang dadanya yang terus berdebar.


"ke..kenapa aku tidak merasa sedih setelah dilecehkan alan?? kenapa aku justru merasa senang?! ada apa dengan diriku??!!dan apa apaan dengan perasaan rindu ini??!!" batin emma bertanya tanya pada dirinya sendiri.


sedangkan disisi lain alan memegang pipi yang ditampar emma. ia memandang ke arah kertas esai emma di sana hanya berisi beberapa patah kata saja. "cinta itu menyakitkan jangan main main dengan cinta!" ujar alan membaca tulisan emma.


"bagimu cinta itu menyakitkan ya istriku sayang!" guman alan tersenyum pahit . ia memandang langit-langit ruangan dengan tatapan kosong.

__ADS_1


^^^BERSAMBUNG 😋^^^


__ADS_2