
hari yang ditunggu tunggu akhirnya tiba. tepat pukul 9.00 WIB lapangan kampus telah padat dengan beribu banyaknya mahasisawa baru.
hari ini adalah hari peresmian tokoh utama kita untuk menjadi mahasiswa baru, langkah menuju kehidupan baru di kota yang kejam ini
peresmian mahasiswa baru diawali dengan podato rektor dan disusul pemasangan almamater ke tubuh maba salah satunya emma. ia mengikuti acara dengan antusias di tengah terik matahari menunggu gilirannya.
cukup lama emma menunggu akhirnya ia dipanggil maju. tiba tiba ia terkejut lalu merasa takut bercampur rasa bersalah pasalnya rektor yang akan melampirkan almamater nya adalah pria itu. iya dosen brengsek yang mencoba untuk menciumnya.
" emma Jannah tun nisa'i…selamat menjadi mahasiswa baru semester satu di kampus impian. selama menjadi mahasiswa di sini saya harap emma bisa mengikuti peraturan dan kewajiban sebagai mahasiswa baru di universitas impian. apakah sudah bersedia? " tanya rektor atau dosen yang baru emma ketahui bernama Alan Jackson Smith.
" saya bersedia mengikuti peraturan dan kewajiban sebagai mahasiswa baru di universitas impian." jawab emma menatap wajah tampan alan.
" saya akan menagih hutang ciuman dari mu emma.ku.sa.yang....." bisik alan,dengan suara serak dan menekankan suara di kata terakhir ditelinga emma disela sela ia melampirkan almamater ke pundak emma.
" DASAR DOSEN BRENGSEK....."umpat emma dalam hati . tangannya sudah mengepal. jikalau dia tidak berada di tempat ramai mungkin dosennya itu sudah ia jadikan samsak hidup.
dengan terburu buru emma masuk ke barisannya. nama nama yang terpanggil pun silih berganti di telingga emma , namun ia tak menghiraukannya pikirannya penuh dengan siasat menjahili alan "hi..hihi..." tampa sadar emma terkikik saat menemukan sebuah ide brilian untuk menjahili alan.
"lagi mikirin apa emma kok ketawa 2 sendiri?" tanya erna penasaran. ia berada di samping kanan emma.
"enggak kok.... cuma mikirin hal yang menyenangkan ." jawab emma tersenyum devil.
" mikirin pak alan ya?" tanya erna jahil..
" engak kok..." bohong emma, mengalihkan pandangannya. ia sedang memikirkan alan tapi tidak seperti pikiran yang dimaksud erna.
"bohong...klo ga kenapa mengalihkan pandanganmu dariku?" tebak erna berlagak seperti psikolog.
" kenapa ga masuk ke jurusan psikologi?" bukannya menjawab emma justru balik bertanya dengan wajah ditekuk...." mulai sekarang emma benci ditanyai ." batin emma menyusun prinsip.
" eh iya iya mafin ya emma yang bai. dan tidak sombong bak malaikat nyasar di hutan.." pinta erna nyeleneh.
"kamu memujiku atau menyumpahiku? " tanya emma .
" oke oke... sekarang aku serius minta maaf , maafin ya..." ucap erna di dengan mata penuh harap yang membuat emma sulit untuk menolak.
"haiisss....okelah." ujar emma pasrah.
" yeyyy...." sorak erna pelan.
" dah lah yuk kembali ke asrama uda selesai acaranya." ajak erna antusias, kemudian ia menyeret emma kembali .
__ADS_1
emma mengedarkan pandangannya kepada kerumunan orang kemudian tanpa sengaja ia terpaku dengan mata tajam alan. keduanya saling menatap tak lupa dengan semirik yang tampak seolah olah mendapat seorang musuh yang menarik.
.
.
.
.
.......................garis pembatas dunia kebatinan..........
(spesial pembahasan seputar alan)
.
.
.
.
.
.
merintis karirnya dari nol meskipun berasal dari keluarga crazy rich. wajah tampan yang bak model membuatnya dikerumuni wanita cantik jikalau ia tidak terkenal dengan sifat brengseknya.
punya kehidupan yang lebih dari cukup namun entah mengapa ia memilih menjadi seorang dosen? walaupun sudah menjadi donatur terbesar di kamusnya mengajar.
meskipun seorang dosen ia tidak selalu mengajar di kelas banyak kelas yang ia tinggalkan bila ditegur kenapa mau jadi dosen kalau mengajar saja seenaknya oleh pak direktur kampus?
ia akan menjawab dengan wajah tengilnya" suka suka aku lah yang jadi donatur terbesar sekaligus pemegang saham terbesar disini. kenapa? mau melawanku silahkan angkat kaki." ('kapitalisme yang kejam' batin pak direktur kampus tak mampu melawan balik alan)
seperti yang ku katakan alan adalah seorang ceo. tapi ia hanya mengerjakan hal hal yang penting saja. semua masalah yang menurutnya sepele ia akan memberikan semuanya kepada sekretarisnya yang malang meskipun merupakan teman baik alan.
dan yah setiap mereka bertemu teman alan akan selalu mengeluh soal pekerjaan yang berat akibat ulah alan. namun alan tidak menghiraukanya dan justru mengejek nya." siapa suruh aku ceonya dan pemiliknya..." setelah itu temanya tak mampu melawan balik.hanya mampu menelan kekesalannya.
tapi taukah kalian kenapa alan jadi brengsek? baiklah akan author beri sedikit bocoran....
oke ini bocorannya!
__ADS_1
( alan seorang duda malang...)
"pfttt....hahaha..." tawa emma pecah
" dasar bocah emang kenapa kalo aku duda, aku cuma menemui orang yang salah.." teriak alan membantah.
"ya ya ya duda malang selalu benar ...hahaha... kabor " ejek emma. berlari menjauhi alan yang mengejar dibelakangnya.
" ehem... lupakan kelakuan tokoh utama kita mari kita lanjutkan cerita bobrok ini..." narator ay……
hari pertama jadi maba tentunya pasti ada masa orientasi yang dilaksanakan antara BEM dengan mahasiswa baru....
" oke kalian pasti udah tau kalo ada ketua BEM ngomong didepan kalian saat pertama masuk kampus?..." tanya ratna selaku wakil ketua Bem.
" tau kak...!" jawab para maba serentak...
" brak....saya ga nanya kalian tau ga saya cuma nanya nama kegiatan kali ini apa!" teriak ratna .
"orientasi!" Jawab mereka.
"nah....sekarang tugas paling penting apa....?" tanya ratna dengan suara cempreng nya yang keras.
" ya mana kita tau orang sampean belum ngasih tau dasar absurt.." cibir emma tanpa sadar
"apa...." teriak ratna "siapa tadi yang ngomong maju!" perintah galang menunjuk emma untuk maju ke depan. mau tak mau emma menuruti apa kata ketua bem itu.
"hais...mulut sialan keknya perlu di kasih hukuman geprek ayam super pedas nanti.." batin emma menyalahkan mulutnya atas masalah yang ditimbulkannya.
" tutup mata !"perintah ratna, dan diturutin emma . "aduh sial aku mo diapain nih..." batin emma cemas.
ratna kemudian mencoret coret muka emma dengan bolpoin merah yang membuat coretan itu menjadi tampak kontras dengan kulitnya yang putih.
" sekarang buka mata mu!" perintah ratna setelah mencoret wajah emma. melihat wajah emma yang tragis erna di sana tampak merasa iba namun ia tak bisa melakukan apa apa lantaran ia takut dengan wakil ketua bem sekaligus anak bos ayahnya.
ratna menyodorkan sebuah kertas berwarna pink dengan sedikit hiasan berbentuk cinta. " minta tanda tangan 10 anggota bem dan ketua bem...saya beri waktu tiga jam.!" teriak ratna dengan suara cempreng nya .
saat emma mulai bersiap menjalankan tugas tiba tiba ratna menahannya. ia mendekatkan wajah cantiknya ke wajah rata rata penuh coretan rumus rumus fisika "oh ya riasan yang kuberi jangan sampe luntur loh.." peringat ratna dengan semirik nya kemudian ia menepuk pelan kepala emma dan mendorongnya menjauh.
" ingat itulah kalo berani macam macam dengan bem!" teriak ratna lantang untuk memperingati mahasiswa baru lainnya. teriakan itu sampai di telinga emma."ck apa harus separah ini.." decak emma sebal.
"paham!" teriak ratna lantang..
__ADS_1
" paham!" teriak balik mereka.
^^^ bersambung*…^^^