Ikatan Yang Terlupakan

Ikatan Yang Terlupakan
episode:4


__ADS_3

matahari telah berada dipuncak ketinggian ketiga sejoli jomblo di kamar asrama 667...


"embun ayok buruan berangkat jangan dandan mulu.... ga ada cogan di rumah sakit..." teriak emma gemas pasalnya dari tadi ia sudah siap siap dengan setelannya untuk menjenguk sahabat esnya itu. tapi temannya malah asik dandan dan temannya lagi yang satunya


" sewot ama lu... bentar kalik.. erna aja belom dateng..." balas embun ikut kesal.


" kan ada kelas pagi dianya. lebih cepat kalo lo beres dandannya terus kita susul erna.." bela emma.bukanya pilih kasih pada teman , emma tidak bermaksud.


"ya ya ya belain aja teros bestie mu... aku mah apa cuma sebutir lipstik." cibir endang sebal.mendengar itu emma merasa bersalah "oh sial mulut ku bocor lagi." batin emma merasa bersalah.


emma memeluk embun dari belakang dan membisikkan kata kata minta maaf persis seperti kekasih yang telah berbuat salah. "jijik lepasin..."teriak endang bergidik ngeri.ia menjauhkan wajah emma meskupin tubuh mereka masih menyatu.


"brak." tiba tiba erna membuka pintu asrama ia mematung," oh tidak aku dalam bahaya teman sekamar ku menyukai embun." batin erna mulai salah paham." kok punggungku terasa dingin ya" ujar endang dengan suara rendah yang tak terdengar oleh yang lainnya.


"e erna....! " teriak emma. ia berlari mendekati emma hingga "hap." emma memeluk erna erat.


"erna akhirnya kami datang jadi aku ga nunggu lama buat jenguk elsa..." crocos emma yang tidak di dengar erna. erna menurai pelukan mereka ia kemudian menepuk bahu emma dan berkata "tak apa aku mengerti kawan aku akan merahasiakannya." ujar erna nyleneh.


"kamu ga sakit kan?" tanya emma menundukkkan badannya untuk menempelkan wajahnya pada wajah erna ." tapi ga panas!" terang emma polos "aku ga papa kok jangan khawatir" ujar erna tenang nun berbeda dengan hatinya yang ketar ketir.


"udah mesraanya yok jadi jenguk si batu dingin ga?" ujar embun. berjalan keluar asrama


"tunggu" teriak emma girang, ia kemudaian memeluk lengan embun dengan mesra." ayok... akhirya kamu selesai dandan. jadinya bagus juga loh... ga nyangka cantik abis dandan lama." puji emma tanpa sadar.


"khi..hihi..."kekeh erna semakin salah paham.


mereka bertiga mesan ojek masing masing skip sampai di rumah sakit.


disini sekarang emma dan kawan kawan berada, di depan seorang responis rumah sakit.


"anu mbak saya mo jenguk temen saya , namanya elsa ambeien Smith dimana ya mbak, ruangannya.? " tanya emma kepada salah satu perawat.


"maaf karena sekarang ananda elsa ambeien smith berada di ruang vvip , tanpa ijin keluarga tidak ada yang boleh menjenguknya." ujar perawat. seketika emma, embun dan endang menjadi lesu.


"kenapa ga boleh dijenguk tanpa ijin keluarga , lagipula kita ga bakal menyakiti elsa kok kita temen kampusnya.." ujar emma kpd perawat itu.


"kalo begitu silahkan konfirmasi kepada angota keluarga adinda elsa ambeien Smith!" perintah perawat tersenyum paksa.


"eh kalian ada kontak keluarga elsa?" tanya emma kepada temanya yang dijawab gelengan kepala keduanya.


"yahhh bagaimana ini !" ujar emma lesu.


"mereka bersamaku, kakanya elsa ambeien Smith,alan Jackson Smith." ujar alan tiba tiba


" oh tuan smith, selamat datang ini kartu kunjungan anda." ujar perawat itu malu malu.


"what demi apa si brengsek kakanya elsa???! dan muka kak perawat kok kek gitu...mbak jangan tertipu pria di depanmu dari bagsa pria brengsek loh!!" batin emma tampak kaget. sampai wajahnya menunjukan ketidak percayaannnya begitu pula dengan endang dan erna.


"jangan pasang muka kaget kek gitu lah, emang aneh ya ak jadi kakanya elsa!" tanya alan sebal.


" iya aneh bin ajaib!" seru emma tanpa sadar.


"ck .." decak alan meninggalkan ketiga sejoli itu.

__ADS_1


"ehhh tunggu kita juga mau jenguk..." ujar emma menarik tangan endang dan erna.


"tok tok tok!" suara emma mengetuk pintu ruang inap elsa


"ngapain ?" tanya alan heran.


"ngetuk pintu lah emang ak ngapain lagi" kata emma polos.


"pletak...bodoh." ujar alan setelah menyentil dahi emma.


lalu alan mengesekan kartu kunjungan di kunci pintu(tau yang author maksud klo ga tau cari tau sendiri ) dan tak lam kemudian pintu pun terbuka.


"elsa...kau tak apa kah?" pekik emma heboh. yang membuat teman temanya dan alan geleng geleng kepala.


"ga papa!" balas elsa datar seperti biasanyaa.


kemudian mereka bertiga asik bergosip tentang ini itu bahkan hubungan satpam tampan di kampus tak lepas dari pembicaraan mereka. ruangan yang tadinya sunyi sepi kini menjadi ramai akibat ulah mereka.


sedangkan alan?dia hanya memperhatikan keempat orang dalam ruangan itu yang asik bergosip bahkan kadang mengosipinya seolah olah dirinya tak ada. sesekali embun memperhatikannya namun alan tak menghiraukannya.


"eh udah sore nih kita pulang dulu ya elsa, keburu gelap!" ujar emma hendak pamit.


"iya aku juga" ujar erna dan embun.


"maaf ya ga bisa nemenin lebih lama." ujar erna merasa bersalah.


"iya pulang aja sana." ujar elsa agak tak rela.


"pulang sana jijik sayang sayangan." ujar elsa tak berbohong.


"haha iya... maaf maaf...ayok erna endang kita pulang ke istana kita." ujar emma bercanda.


"kita pamit ya." ujar embun yang diangguki kepala elsa.


"elsa.." panggil alan setelah hanya ada mereka berdua diruangan itu.


"hmm" dehem elsa menjawab.


"menurutmu emma cocok ga jadi kekasih abang?" tanya alan pelan.


"tuk...." elsa seketika melempar anggur yang akan dimakannya ke wajah alan.


"kakak! tolong...kaka boleh macarin siapapun elsa ga peduli, tapi jangan temen elsa!" teriak elsa marah pasalnya elsa tau kakanya sudah banyak membuat wanita sakit hati dan ia tidak ingin emma menjadi salah satunya.


"kenapa..." ujar alan mencoba tetap tenang dibawah amarah adiknya.


"pokoknya jangan , aku ga pengen emma sakit hati karna kaka!" ujar elsa dingin.


"apa kaka sangat brengsek menurutmu?" tanya alan pelan.


"emang" ujar elsa cepat. alan sakit hati karenanya ternyata ia sudah menjadi sangat brengsek dimata adiknya.


"baiklah kaka akan buktikan kalo kaka ga sebrengsak yang elsa pikir!" tekad alan menahan sakit dihatinya, memangnya siapa yang tidak sakit dikatai brengsek oleh adik kecil yang disayanginya.

__ADS_1


"terserah buktikan aja, tapi jangan temen elsa!" ujar elsa Seolah olah mendengar omong kosong belaka.


tanpa mengubris balasan elsa yang dingin alan pulang apartemen nya dengan hati yang terluka.


.


.


^^^bersambung...^^^


.


.


.


.


.


.


.


teater kecil:


" andaikan malam yang sepi dapat bicara...


mungkin aku tak kan kesepian..." emma menyanyi dengan suara cempreng yang keras, membuat teman temannya yang mendengarkannya menutup telinga rapat rapat kecuali alan yang tampak menikmati nyanyian emma?


"pak tolong pinta emma buat berhenti nyanyi please" pinta elsa , erna dan endang dengan suara memelas.


"ibaras sungai yang kering tiada air." emma menaikkan volume suaranya , yang membuat ketiga jomblo itu semakin memelas.


"kenapa nyanyian nya lumayan bagus." ucap alan tanpa beban.


"huh dasar bucin..." batin mereka bertiga .


"please....nanti kita ga ganggu hubungan kalian lagi selama 1 bulan. " ujar erna. yang diberi gelengan kepala alan tanda menolak.


" 1 tahun janji" ujar elsa singkat sambil memurat bola matanya.dan disetujui oleh erna dan endang.


" sepakat..." ujar alan berdiri dari duduknya. ia menghapiri emma dan " chup" Alan mencium bibir emma yang membuat emma langsung terdiam. ketiga jomblo tersebut melongo


"rencana yang bagus sayangku" ujar alan tiba tiba , membuat mereka sadar "ternyata kita dikerjain dasar pasangan bangsat!" teriak endang melempar tasnya.


"tapi janji tetap janji jangan ganggu kita setahun ya bestie!" ujar emma mengingat kan.


"arggg aku benci ditipu!" teriak erna.


"kaborrr...." teriak alan dan emma kompak.


lalu yah kalian tau apa yang terjadi jadi bayangin sendiri ....kaborrr- author

__ADS_1


__ADS_2