
Di tempat para leluhur, kelima nya sedang beristirahat, Hikaru dan Ben sudah terlentang kelelahan di lantai, Sora dan Kana sedang duduk, sedangkan Saito, laki-laki itu hanya duduk sambil menyenderkan kepalanya di dinding.
"ah capek sekali." Seru Kana yang nampak kelelahan.
"tadi sungguh pertempuran yang sangat mengesalkan yah!" seru Sora lalu melihat kearah Saito.
"Saito, kau sudah bisa mengeluarkan elemen mu?" Tanya Sora, tadi saat di dalam pertempuran dia sempat memerhatikan Saito yang melawan para musuh dengan kekuatan nya.
Saito yang di tanya jadi gelagapan sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Bagaimana ini, aku harus menjawab apa sekarang, tidak mungkin kan kalau aku memberi tahu mereka kalau aku memilih seorang sistem. Batin Saito
'tuan-tuan, bilang aja kalau anda juga tak tahu, bohong sedikit kan bisa' Suara Nix terdengar di telinga Saito.
"Saito, kamu tidak kenapa-kenapa kan?" Tanya Sora saat melihat Saito melamun. Saito dengan spontan menggelengkan kepalanya.
"aku tak kenapa-kenapa, cuma lelah saja." ujar Saito, Sora menghembuskan nafasnya panjang, lalu tersenyum sekilas.
__ADS_1
"kalau lelah, cepatlah kembali ke kamar mu, kau harus beristirahat dengan baik" Ucap Sora di balas anggukan oleh Saito, saito bangkit dari duduknya.
"Aku kembali ke kamar ku dulu, sampai jumpa." Pamit Saito kepada teman-teman nya, mereka hanya mengangguk sembari melambaikan tangannya kearah Saito yang perlahan menjauh dari mereka.
"dia sedikit aneh yah sekarang." Sora, Kana dan Ben langsung melihat kearah Hikaru yang baru saja bersuara. Ketiganya sama-sama menaikan sebelah alis mereka.
"Aneh bangaimana maksudnya?" Tanya Ben pada Hikaru.
"iya, aneh bangaimana?" Kana ikutan bertanya hal serupa dengan Ben.
"dia beberapa hari ini sering melamun dan seperti tadi, dia terlalu tertutup untuk kita pahami." ujar Hikaru. Ketiga sahabatnya hanya ber'oh saja merespon ucapan Hikaru.
Yang di bilang Hikun/Hikaru ada benarnya, Saito memang sering melamun, dan seperti dia juga merahasiakan sesuatu yang sangat besar dari kita. Batin Sora.
Meraka berempat sibuk membatin. Sementara di sisi lain, Saito telah tiba di kamar nya, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Nix apa tidak apa berbohong?" Tanya Saito.
__ADS_1
"Tidak, selama bukan dalam kejahatan." Ucap Nix tanpa menujukan wujud nya. Saito menghembuskan nafasnya, . Dia begitu frustasi dengan pikirannya sendiri, ini mungkin akan berlangsung begitu lama, ingin sekali dia mengembalikan waktu menuju masa lalu, di mana dia dan ibu nya bersama, dia merindukan ibunya, tidak apa-apa kalau Ema sering tak ada waktu untuk nya yang penting dia bisa melihat ibunya saja walaupun sebentar.
"Nix, tidak bisakah kau membantuku untuk kembali ke tempat asal ku?" Tanya Saito pada Nix.
"tidak bisa tuan, anda belum menyelesaikan tugas anda di sini." ucap Nix merespon pertanyaan dari sang Tuan nya.
"apa itu berarti kalau aku menyelesaikan misi ku, aku bisa kembali ke asal ku?" tanya Saito bersemangat.
"tidak, karena setelah menyelesaikan misi ini, anda akan menuju misi selanjutnya di dimensi yang berbeda." ucap Nix.
"Apa? akan ada misi selanjutnya?" Saito benar-benar kaget saat mendengar pernyataan dari sang sistem.
"Iyah tuan" Saito mengusap wajahnya frustasi.
"terus kapan aku bisa kembali ke asal ku?" Tanya Saito lagi.
"tidak akan pernah tuan, karena raga anda telah musnah." ujar Nix apa adanya.
__ADS_1
like komen vote favorit
maap jika gaje.