Immortal Phoenix System

Immortal Phoenix System
episode 16


__ADS_3

Menara itu hancur berkeping-keping, membuat kota di penuhi oleh debu dan asap, sekarang flower city telah bebas dari dekapan iblis terkutuk itu, Saito dan keempat temannya itu telah berhasil menyelamatkan kota kecil itu dari musuh.


Nafas ke-lima nya nampak naik turun dengan sangat cepat, tak peduli dengan udara yang dipenuhi debu mereka tetap sangat rakus menghirup udara.


"huftt akhirnya semuanya telah selesai." Seru Kana lalu tersenyum pada teman-teman itu.


"Semua nya berkat Saito, dia yang membunuh di pengendali iblis itu." Ujar Sora sambil mengulas senyum di pipi gembul nya itu.


Ke-lima nya tersenyum sangat tulus.


"Ini semua berkat kerja tim kita." Ucap Saito. Ben mengangguk lalu merangkul pundak Saito.


"yah kau benar sekali Saito, kita dapat mengalahkan Kurai akuma dengan kerja tim kita, walaupun tidak di atur strategi nya hahaha." Ben mengakhiri ucapannya dengan gelak tawa yang cukup besar, membuat teman-teman itu meringis.


yakk Ben, aku sangat membenci tertawaan mu, aku lebih menyukai Ben yang cool. Batin Hikaru sambil menutup telinganya dengan tangan.


astaga Benjiro, tertawaan mu dapat menghancurkan perusahaan gendang telinga ku. Batin Kana sambil memasangkan kapas kedalam telinganya.

__ADS_1


Ini sebabnya aku lebih menyukai Ben yang cool dan terlihat bodoh amat. Sora nampak sedikit menghindar dari sana.


Benjiro yang melihat teman nya itu langsung menghentikan tertawaan nya, seketika raut wajah berubah menjadi tegas dan dingin.


"kenapa kalian begitu jauh berdiri nya?" Tanya Ben dengan tatapan mengintrogasi , membuat Hikaru, Kana dan Sora menelan ludah dengan susah payah.


"aku aku hanya mau kentut tadi, hehe jadi sedikit menjauh." Hikaru cengengesan dengan keringat dingin yang mulai bercucuran. Kini tatapan Ben menuju Sora, membuat yang di tatap jadi gelagapan mencari alasan.


"itu anu, aku hanya ingin memasang tali sepatu ku yang lepas saja, jadi mundur sedikit hahaha." Alasan Sora sambil mencoba sealami mungkin.


"itu aku aku aku aku." Alis Ben semakin terangkat membuat Kana semakin kesulitan mencari alasan hingga akhirnya.


"SUARA TERTAWAAN MU SANGAT KERAS DAN HAMPIR MEMBUAT TELINGA KU RUSAK." Teriak Kana sambil menutup mukanya dengan kedua tangan. Keadaan menjadi hening seketika.


"puftt." Saito mencoba sekuat tenaga untuk tak tertawa, bahkan sekarang telinga dan muka nya sudah sangat merah karena menahan tawa.


Mereka sangat lucu hahaha. Batin Saito.

__ADS_1


hingga beberapa detik kemudian, suara tertawa Ben kembali mengelegar.


"ayoklah teman-teman, apa suara tawaku sangat berisik sampai membuat kalian risih, tapi tak apa, ini momen berharga jadi ayok kita makan dan merayakan nya bersama." Ben merangkul pundak Saito dan Hikaru dan membawa dua laki-laki itu bersama, sementara yang cewek hanya menggelengkan kepalanya.


"ayok Sora kita juga harus merayakan ini bersama." Kana merangkul pundak Sora, keduanya ikut berjalan.


Di tempat para leluhur, mereka semua sedang merayakan pesta atas keberhasilan ke-lima kesatria yang telah membebaskan city flower dari rengkuhan sang iblis kegelapan, Kurai akuma.


"Bersulang." Kelima kesatria itu bersulang sambil tertawa bersama.


"mari kita sama-sama mengigat dan menyimpan momen ini di dalam hati masing-masing, walaupun suatu saat kita tidak bersama lagi." Ucap Kana bersemangat.


"iya kita harus mengingat dan menggenang momen berharga ini." Ujar Ben menguruskan.


like komen vote favorit


maap ceritanya gak menarik dan entahlah.

__ADS_1


__ADS_2