
Saito sekarang berada di tempat yang di buat oleh para leluhur bersama dengan Sora dan ketiga temannya.
Saito sekarang ditempatkan disebuah ruangan, ruangan itu terdapat sebuah kasur dan lentera yang menerangi ruangan itu. Saito sekarang sedang di interogasi oleh Sora dan Hikaru.
"apa kamu pendekar cahaya hitam yang dikirim oleh pelacak kristal?" tanya Sora penuh keseriusan, Saito tidak mengerti, dia menggaruk kepalanya sambil berujar
"Pendekar cahaya hitam? apa itu? aku tak pernah mendengar kan hal semacam itu?" tanya Saito. dengan wajah ke bingungan.
"hemm sebenarnya ini alam apaan? kenapa disini sangat aneh?" tiba-tiba waktu berhenti, semua yang ada disitu berhenti kecuali Saito.
"apa yang terjadi? kenapa mereka semua berhenti bergerak?!" Saito kaget bukan main saat menyadari keempat remaja didepannya berhenti.
Tuingg~
"tuan sekarang berada di dimensi Cahaya ini adalah dimensi spiritual, semua orang melakukan aktivitas mereka dengan Sihir dan kekuatan, semua yang ada disini mempunyai Kekuatan Roh dan Hewan roh." Seekor burung Phoenix dengan ajaibnya terbang didepan Saito. dan aneh nya burung itu dapat berbicara.
"Kau barusan berbicara? siapa sebenarnya kamu?" tanya Saito sambil menunjuk burung Phoenix didepannya itu. Burung Phoenix itu mendekat kearah Saito dan berdiri diatas bahu Saito, anehnya api yang ada pada tubuh Phoenix itu tidak membakar Saito sama sekali.
__ADS_1
"Tuan, aku Nix adalah Phoenix yang sudah terikat dengan jiwa anda, Aku adalah Sistem Keabadian, Aku yang akan membantu anda bertahan hidup didunia ini." ucar Phoenix itu. Saito melongo mendengar penjelasan sang Phoenix yang bernama Nix itu.
"Ya Tuhan, sebenarnya saya dialam mana sih ini sekarang, kenapa semua yang ada disini aneh, dan kenapa hal ini berbau fantasi dan sihir, jika ini hanya mimpi tolong bangunkan saya." batin Saito sambil mengusap wajahnya yang kusut.
"Anda tidak sedang bermimpi Tuan, ini semua nyata." ujar Phoenix itu sepertinya bisa mendengar isi hati Saito tadi.
"kau bisa menyegarkan batin ku?" tanya Saito tak percaya, Phoenix itu mengangguk.
"jiwa kita sudah terikat Tuan, jadi saya bisa mendengarkan batin Anda." ucap Phoenix itu.
Shutttt~
"Hei Pendekar cahaya, lihatlah tubuhmu memancarkan cahaya." Ucap heboh Kana saat melihat tubuh Saito memancarkan cahaya. Saito yang tadi melamun sekarang tersadar.
"hah?!"
"tubuh mu bercahaya, wah." takjub Hikaru dan Kana.
__ADS_1
"tak salah lagi, dia adalah Pendekar cahaya yang dikirim pelacak krista untuk membantu kota kita dari jeratan iblis Kurai akuma itu." ucap Sora bersemangat sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Hei pendekar cahay_" ucapan Kana dihentikan oleh Saito.
"Aku Saito bukan pendekar cahaya apalah yang kalian bicarakan." ujar ketus Saito, Kana mengaruk tekuk.
"hm baiklah Sa-Saito." lirih gugup Kana.
"Apa elemen yang kau milik Saito?" tanya Benjiro.
Saito bingung dengan pertanyaan yang dilontarkannya oleh Benjiro.
"E-elemen apa yang kau maksud?" tanya Saito.
"elemen adalah sebuah komponen energi yang bersifat magis yang ada pada tubuh manusia disini." ujar Sora menjelaskan, Saito mengangguk walaupun tidak mengerti.
"Sekarang coba tunjukkan Elemen yang kau milik Saito, aku ingin melihat seberapa kuat energi yang kau milik, Kita harus mengecek energi mu dahulu sebelum menyerang si iblis Kurai akuma itu." ucap Benjiro. Saito kali ini seperti orang bodoh, dirinya hanya mengaruk rambut nya yang tidak gatal lalu bertanya.
__ADS_1
"Bagaimana cara mengeluarkan elemen itu?" semua yang ada disana kaget tak kecuali Sora sendiri, apa-apaan ini? seorang pendekar cahaya hitam tidak mengetahui cara mengeluarkan kekuatan? sungguh sulit untuk dipercaya.