Immortal Phoenix System

Immortal Phoenix System
Episode 7


__ADS_3

Hari-hari telah berlalu dengan cepat di tempat para leluhur. Ini adalah hari ke empat Saito di di dimensi yang tak ia tahu itu. Hari-hari Saito hanya menjadi beban disana, pasalnya tidak ada kekuatan di tubuh nya sama sekali, hanya tubuhnya yang memancarkan cahaya merah gelap.


Di kamar milik Saito, laki-laki itu nampak sedang berbicara.


"Nix apa kau benar-benar tak tahu dengan elemen yang ku miliki? ini sangat menganggu, ucapan mereka sungguh menganggu gendang telinga ku." Lirih Saito. N


'Maaf Tuan, tapi kali ini saya memang benar-benar tak tahu tentang elemen anda, karena ada sesuatu yang menyegel nya.' Saito menghembuskan nafasnya lelah saat mendapatkan jawaban dari Nix, sistem Phoenix abadi yang sudah terikat dengan nya.


'Tuan, saya berharap kita bisa segera menyelesaikan misi ini, saya takut jika anda tak bisa membunuh Kurai akuma'


"emang kenapa kalau aku tak bisa membunuh si kurai-kurai itu?" Tanya Saito judes.


'Saya takut kita mati di sini tuan, karena saya tak mau mati' Jelas Nix membuat Saito berdecak kesal.

__ADS_1


"Kau cuma mementingkan diri mu sendiri, dasar ayam gosong." Kesal Saito.


'heh tuan, saya ini Phoenix bukan ayam gosong' Protes Nix yang tak terima di katain ayam gosong, sekarang Nix, Phoenix api itu sedang terbang tepat di depan muka Saito.


"Terserah, tapi kau memang lebih mirip ayam gosong." Nix yang kesal pun langsung menghilang dari hadapan Saito.


Saito terkekeh lalu kembali terdiam, laki-laki itu kembali menghembuskan nafasnya lelah.


"Apa aku bisa mengalahkan kurai akuma itu? bahkan aku saja tak tahu elemen yang ada pada tubuh l


"Apa aku akan mati sekali lagi? sungguh menjijikkan, mati di dunia sendiri lalu melakukan reinkarnasi dan mati lagi karena tak bisa bertahan di dunia aneh ini."


Sementara di sisi lain, di rumah Saito, Ema terlihat begitu terpukul akan kepergian sang putra semata wayangnya. Tubuh Saito telah di temukan dan sudah di makamkan.

__ADS_1


Dunia Ema telah ancur dengan berakhirnya hidup sang putra terkasih, Ema sangatlah mencintai Saito, bahkan lebih dari dirinya, putra nya itu yang menjadi tujuan hidupnya sekarang, tapi sekarang tujuan hidupnya telah pulang ke pada Tuhan, Saito Kenzo telah tiada.


"Hiks hiks, Saito Kenapa kamu tega ninggalin ibu." Air mata Ema tak henti-hentinya mengalir sejak pulang dari pemakaman, tempat peristirahatan Saito.


Ema wanita paru baya yang tak pernah menangis dengan keras nya kehidupan, tapi sekarang rasa nya air matanya tak akan berhenti mengalir, Ema bahkan tak menangis di saat suami nya Zey meninggalkan nya dan memilih menjalin asmara dengan wanita lain di luar sana, padahal saat itu Ema sedang mengandung Saito.


"Maafkan ibu sayang, mungkin selama ini ibu selalu memarahi mu, tapi bukan berarti ibu membenci mu, tapi ibu mengkhawatirkan mu, ibu tak mau kamu kenapa-kenapa, ibu mohon kembalilah untuk ibu." Ema memeluk erat foto Saito yang dari tadi di pegang nya.


"Kamu pergi, terus sekarang ibu sama siapa? ibu tak punya siapapun kecuali kamu nak, sekarang ibu benar-benar sendirian." Suara Ema terdengar serak, tenggorokan nya benar-benar kering sekarang, air mata nya juga sudah tak mampu untuk keluar. Dunianya benar-benar hancur tanpa Saito.


like komen vote favorit


jangan di hujat author baru pemula

__ADS_1


typo maklumi


__ADS_2