
Hari berikutnya di alam tempat Saito tinggal. Hari Senin pagi, semua siswa kelas 10 A baru saja selesai melakukan olahraga. Saito dan Yoshi duduk dibawah pohon rindang yang ada di lapangan. nafas keduanya sama-sama memburu, keringat bercucuran membasahi pelipis keduanya.
"HEI KAU CUPU." Teriak seseorang, Saito dan Yoshi menoleh melihat siapa yang berteriak lagi. Yoshi berdecak kesal melihat siapa orang yang berteriak tadi.
'Yoriko Chan, kau selalu mencari masalah dengan ku!' Yoshi membatin. Yoshi sangat kesal dengan teman sekelasnya itu, Yoriko Chan, siswa laki-laki yang selalu mencari masalah dengan nya, Yoshi sudah beberapa kali memperingati anak laki-laki, namun tidak di hiraukan oleh Yoriko. dirinya selalu mengangguk dan membabukan Saito.
Siswa laki-laki berambut hitam itu berdiri tepat didepan Yoshi dan Saito duduk.
"heh Cupu, belikan minuman untuk ku." suruh Yoriko, Saito yang mau bangkit dari duduknya dicegah oleh Yoshi. Yoshi menatap tajam Yoriko, yang di tatap hanya memutar bola matanya kesal.
"cepat belikan minuman untuk ku, kau yang bayar " suruh Yoriko lagi.
Yoshi bangkit dari duduknya, dan berdiri tepat didepan anak laki-laki yang lebih pendek dari nya itu.
"kau punya kaki, kau punya tangan dan kau punya uang, jadi pergi beli sendiri." Yoriko menatap sinis Yoshi.
__ADS_1
"aku malas beli sendiri makanya suruh si cupu untuk membelinya." balas Yoriko lagi.
"oh kau malas, baiklah, biar ku patahkan kakimu, dan aku yang akan membeli minuman untuk mu." Balas Yoshi dengan seringaian.
"sini kaki kau, akan ku patahkan sekarang juga." lanjut Yoshi membuat Yoriko bergidik ngeri. Yoriko langsung pergi meninggalkan Saito dan Yoshi. Yoshi kembali duduk disebelah sang sahabat lalu menepuk pundak sang sahabat.
"To, kalau disuruh-suruh sama mereka gak usah dituruti, makin kamu mau-mau aja di babuin sama mereka maka mereka makin ngelunjak nanti nya." nasehat Yoshi.
"dikasih hati minta nya jantung jangan dikasih, karena jika kamu turutin kamu bisa mati, Saito." lanjut Yoshi.
jam olah raga sudah habis, Saito dan Yoshi bangkit dari duduknya.
"ayok ke kelas." ajak Yoshi dibalas anggukan kepala dari Saito. keduanya kembali kekelas.
***
__ADS_1
Bel pulang sudah berbunyi sekitar sepuluh menit yang lalu, semua murid High school academic sudah pulang, kecuali Saito, anak lelaki itu sedang membersihkan kelas yang kotor, dia di hukum oleh pak Hamada karena tidak mengerjakan PR, sebenarnya Saito sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya tetapi karena ulah Yoriko dengan geng nya , Yoriko and the geng merobek buku PR nya dan akhirnya kejadian itu terjadi , Saito disuruh membersihkan kelas 10 A yang sangat luas itu seorang diri, lantas kemana Yoshi, kenapa dia tak membantu Saito? anak lelaki itu sudah pulang di jemput oleh orang tua nya di jam pelajaran fisika dengan alasan ada acara keluarga yang tak bisa ditunda.
Saito pulang dari sekolah, jam sudah menunjukkan pukul tujuh belas lebih tiga puluh menit, senja sudah mendapatkan warnanya, anak lelaki berambut cokelat pirang itu berhenti di depan sebuah jembatan besar. Saito berdiri di pembatas jembatan, melihat kebawah.
"aku selalu mendengar suara itu." Saito memejamkan matanya, mendengar suara yang terus memanggil namanya. suara yang sama yang terus memanggilnya dari kemarin malam.
tubuh Saito ditarik dan akhirnya
Brurrrr~
Tubuh rikih Saito ditelan air sungai. mata Saito masih terbuka, kedua tangan dan kakinya mencoba untuk berenang, tapi nihil, bukanya naik kepermukaan, malah tubuh Saito makin tenggelam seperti ditarik kebawah.
'kenapa, siapa yang menarik ku dan menyuruh untuk tenggelam.' Saito membatin sambil mencoba berenang naik kepermukaan.
like komen vote favorit
__ADS_1