Immortal Phoenix System

Immortal Phoenix System
episode 6


__ADS_3

Masih ditempat dan waktu yang sama, semua yang ada disana kaget mendengar perkataan Saito.


"kamu tidak tahu cara mengeluarkan elemen mu?" tanya Sora tak percaya. Saito hanya diam seperti orang bodoh.


'Nix bagaimana cara mengeluarkan elemen, aku benar-benar tak tahu? Nix kau mendengarkan ku? cepat beritahu cara mengeluarkan elemen dalam jiwaku'. Saito terus memanggil Nix, burung Phoenix yang sudah terikat dengan jiwanya, Sistem Phoenix tepatnya.


'maaf Tuan, tapi elemen yang ada di dalam diri anda tidak dapat dipindai oleh perangkat saya, maaf, saya kali ini tak dapat membantu Anda.' jawab Phoenix.


Saito mendengus sebal, apa-apaan itu 'tak bisa memindai elemen?' ck seperti ponsel saja, begitu lah kira-kira isi pikiran Saito.


Dengan terpaksa, Saito memutuskan untuk bertanya pada Sora mengenai cara mengeluarkan elemen dari tubuhnya.


"hm apa kalian bisa membantuku mengeluarkan elemen yang ada di diri ku? aku sungguh-sungguh tak tahu cara untuk mengeluarkan elemen." tanya Saito dengan nada memelas nya.


Sora mengangguk lalu duduk berselang di lantai, Saito juga melakukan hal yang sama, duduk didepan Sora sambil melipat kakinya.


"ikuti apa yang ku lakukan, dan satu lagi, harus fokus." ujar Sora lalu gadis itu menutup matanya, kedua tangannya diletakkan di lutut, Saito mulai melakukannya.

__ADS_1


"ayok, kamu pasti bisa Pendekar Cahaya." ucap Kana menyemangati.


"kau harus memfokuskan pikiran mu." ujar Benjiro


"semangat kau pasti bisa." ujar Hikaru sambil tersenyum, Saito mengangguk lalu tersenyum sekilas.


Saito melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Sora tadi, matanya di pejamkan, Saito mencoba menfokuskan pikirannya.


'aku pasti bisa, ayok, fokus Saito, fokus.' Batin Saito menyemangati dirinya sendiri.


Aliran darah didalam tubuh Saito seperti menghangat, dirinya melihat segumpal cahaya orenge.


Rasanya sangat panas, seluruh tubuh Saito mengeluarkan keringat, pelipisnya sudah basah.


Hikaru, Benjiro dan Kana heran melihat itu. Kana menoleh kearah Benjiro.


"Apa yang terjadi dengan pendekar cahaya, kenapa tubuhnya mengeluarkan begitu banyak peluh?" tanya polos Kana pada Ben, Ben menggeleng.

__ADS_1


"Aku tak tahu Kana."


****


Sementara itu di hutan tempat para warga berjaga. Mereka sedang memantau keadaan Ibu kota yang telah hancur mengungkapkan teropong.


"Ibu kota sudah benar-benar rata sekarang." seru seorang laki-laki berambut panjang berwarna putih.


"apa yang harus kita lakukan sekarang Hiro, Iblis itu cepat lambat akan menemukan tempat persembunyian kita!" ucap khawatir pria satu lagi, pria bernama Hiro mengangguk meng'iyakan ucapan sang teman berjaga nya itu.


"Mashiho, seperti kita harus mengumpulkan pasukan untuk menjaga perbatasan, kita harus segera menghancurkan tempat itu, tempat Kurai akuma berada, Menara Kyotaichi." Mashiho mengangguk mendengarkan rencana sang teman.


"iya aku setujuh pada mu Hiro, nanti malam kita akan mengumpulkan pasukan untuk berjaga, ouh yah aku mendengar kalau Sora telah berhasil memanggil pendekar cahaya legendaris itu kemari." ujar Mashiho.


"Hah? kau, yang bener, kau tidak berbohong? terus apa elemen yang dimiliki pendekar itu? apa kekuatan nya lebih kuat dari Ben dan Hikaru?" tanya Hiro antusias, Mashiho menggeleng tanda dia tak tahu, Hiro mendengus pasrah, lalu keduanya fokus dengan tugasnya, yaitu menjaga area hutan penghubung ibu kota dengan tempat yang dibuat oleh para leluhur.


like komen vote favorit.

__ADS_1


maaf jika typo dan yah kek begitu lah


__ADS_2