Immortal Phoenix System

Immortal Phoenix System
episode 9


__ADS_3

Di sebuah menara di tengah perkotaan yang sebagian bangunannya telah rata dengan tanah. Seorang laki-laki bertanduk sebelah menyungihkan senyum licik.


"sebentar lagi kekuatan alam semesta akan menjadi milikku, hahaha." Suara tawa itu menggelegar memenuhi penjuru bangunan itu.


"Sebentar lagi, bumi yang fana ini akan musnah menjadi serpihan debu." Sebuah smirk terukir di wajah tidur itu.


Hushhh


Seketika laki-laki itu langsung menghilang dari sana dan hanya menyisakan suara tawa yang menggema.


Sementara di sisi lain, di tempat Saito dan empat teman barunya itu berada, di sebuah hutan lebat.


"Apa kita akan menyusup ke kota?" Tanya Kana pada Ben.


"tidak menyusup, tapi kita hanya berkunjung." Jawab Ben sangat tenang.


"Iyah yang di katakan Ben benar, kita cuma berkunjung ke kota." ujar Hikaru menyetujui ucapan Ben, tak lupa dengan tangan yang merangkul pundak Ben.


Keempat nya sudah lengkap dengan pakaian lusuh dan tudung untuk menutup wajah.


"ayok." Mereka mulai melangkah keluar dari hutan perbatasan antara kota dan hutan.


Bangunan kota yang dulu sangat indah sekarang telah hancur berkeping-keping tanpa sisa kecuali menara di tengah kota.


debu dan asap berterbangan memenuhi bangunan itu. Tujuan mereka ke kota adalah mencari buku mantra dan obat-obatan di rumah lama Sora yang sudah hancur.


"disini, ini rumah ku." Sora berhenti tepat didepan tumpukan bangunan yang udah rata dengan tanah. Sora membacakan mantra lalu dengan ajaib semua puing-puing bangunan itu terangkat keatas, menampakkan ribuan buku yang berserakan.


"Cepat cari buku yang tadi ku bilang." Suruh Sora dianggukin oleh Ben dan ketiga teman nya. Mereka mulai mencari buku dan beberapa obat-obatan.


Tak butuh waktu lama, Saito menemukan buku mantra yang dibilang Sora tadi sebelum berangkat dan dia juga menemukan beberapa ramuan didalam tabung kecil yang terbuat dari kayu.


"Aku mendapat kan bukunya, dan juga beberapa ramuan yang mungkin bisa berguna untuk kita." Seketika semuanya berhenti melakukan gerakan nya, hingga akhirnya semua kembali tersadar oleh suara Sora.


"cepat, aku tidak bisa menahan puing-puing bangunan ini terlalu lama lagi." Semuanya langsung menyingkir dari sana, seketika semua puing-puing yang tadi melayang terjatuh ketempat semula menciptakan suara dentuman.


Brukkkkkk~


"fiuhhh, akhirnya selesai juga, puing-puing itu sangat berat." Seru Sora

__ADS_1


"coba ku lihat Buku dan ramuan nya, hm awas jika salah mengambil buku, maka akan ku tendang kalian berempat." Saito langsung memberikan buku mantra dan ramuan yang tadi ditemukan nya di dalam tumpukan buku.


"ini bukunya." Sora langsung mengambil buku yang diberi Saito dan langsung membuka nya.


Baru membuka sampul nya saja buku tersebut sudah memancarkan cahaya, membuat Sora tersenyum lebar, lalu menutup buku tersebut, setelah itu Sora memeriksa ramuan yang Saito dan Hikaru temukan, dan hasilnya membuat Sora kembali tersenyum.


"Bagus teman-teman, kalian memang bisa diandalkan, tak sia-sia aku mengeluarkan banyak tenang untuk mengangkat reruntuhan bangunan itu." Ujar Sora bangga kepala keempat teman nya itu.


"Ayok kalau begitu, kita harus segera pulang, sebelum para iblis itu mengetahui kedatangan kita." Ajak Kana.


"iya ayok." Ucap keempat nya serentak.


Baru ingin melangkah tiba-tiba segerombolan iblis berbentuk hewan muncul didepan mereka, menghalangi jalan mereka. Keempat sempat kaget karena kemunculan tiba-tiba para iblis itu.


"Sialan, baru juga di bilang udah muncul saja." Umpat Ben.


"dasar makhluk-makhluk pengganggu." kesal Hikaru.


"Tidak perlu banyak omong, sebaiknya kita langsung saja membasmi para iblis itu." Ujar Kana, seketika tubuh gadis berwajah imut itu terangkat ke udara.


Sebuh bola angin besar muncul di tangan Kana.


"Rasakan ini para sampah menyebalkan."


Bola angin Kana berhasil membuat dua Iblis itu terjatuh lalu menjadi debu.


Ben tersenyum miring, lalu pakaian Ben berubah menjadi baju tempur tak lupa dengan pedang cahaya di tangan nya, Ben mulai berlari kearah para iblis yang sudah berpecah itu.


"Rasakan sayatan pedangku para hewan menjijikkan."


hushhh... jlepp


Ben berhasil memusnahkan dua iblis dalam sekali ayunan pedangnya. Tak ingin ketigalan, Sora dan Hikaru juga mengeluarkan kekuatan mereka, Sora dan Hikaru melakukan perpaduan elemen, Sora membuat Manusia raksasa dari tanah lalu Hikaru yang membuat badan manusia tanah itu di kelilingi api.


"Ayok serang bersama Sora yaaa."


Semuanya kembali menyerang kecuali Saito, dia hanya berdiri jauh dari pertempuran itu seperti orang bodoh.


"Aku tak memiliki kekuatan, maaf tidak bisa membantu sama sekali." Lirih Saito.

__ADS_1


'hei tuan, kepada anda menjadi cemen begini, ayok mungkin sekarang adalah waktu yang tepat untuk mengeluarkan elemen yang tersegel dari tubuh mu' Nix muncul di hadapan Saito.


"tidak berguna, karena itu akan sia-sia, aku ini hanya beban, jadi tetap beban." Ucap Saito lemas. Nix yang kesal melihat tuan nya yang sangat mudah putus asa pun melakukan transformasi menjadi Pedang api.


"Nix apa yang kamu lakukan." Kaget Saito saat melihat tranformasi Nix si burung Phoenix menjadi pedang api dengan lambang kepala Phoenix.


'ayok cepat ambil aku dan serang para iblis itu tuan' Perintah Nix dalam wujud pedangnya.


"ta_tapi."


'jangan bilang kalau anda tidak bisa mengayunkan pedang juga'


"ti-dak bukan begitu ta_tapi aku hanya takut."


'cepatlah tuan, tidak ada waktu lagi, teman-teman anda juga sudah kelelahan, apa anda hanya akan melihat dan menonton seperti orang bodoh saja, hah!' Kesal Nix.


Saito menarik dan menghembus nafasnya kasar, lalu mengambil Pedang Phoenix di dapan nya.


Hushh~huttttt


dengan sangat ajaibnya tubuh Saito memancarkan cahaya merah pekat seperti beberapa hari yang lalu, Saito juga lebih berenergi sekarang.


"wow kekuatan mu kuat juga Nix."


'tuan bukan waktunya memuji kekuatan saya, karena saya juga tau jika saya kuat, jadi maju lah, saya akan membantu anda dalam bertarung' Siato mengangguk mendengar ucapan sang Sistem Phoenix nya.


Lalu dengan secepat kilat Saito dan Nix berhasil mengalahkan sebagian Iblis itu membuat keempat temannya kaget.


"Siato, apa dia sudah membangkitkan elemen nya, ini energi nya sangat kuat." Seru Kana yang takjub melihat kecepatan dan kelincahan Saito saat menyerang pada iblis itu.


Tak hanya Kana yang takjub, tapi Ben, Hikaru dan Sora juga tercengang melihat Saito yang ikut bertarung melawan iblis-iblis itu.


"Wow, apa itu Saito, dia sangat kuat." Seru Hikaru yang berada di atas bahu Manusia Tanah buatan Sora.


"HEI HIKARU, JANGAN DIAM SAJA, CEPAT LAWAN IBLIS ITU, SEBENTAR LAGI KEKUATAN KU AKAN HABIS." teriak Sora yang berada di bawah.


Hikaru hampir saja terjatuh dari manusia Tanah, tapi untung nya tidak jadi.


"Dasar Sora, mengangetkan saja." Kesal Hikaru lalu fokus menyerang para musuh lagi.

__ADS_1


like komen vote favorit


maaf jika banyak typo


__ADS_2