
Sudah hampir satu jam Saito pingsan, tak ada tanda-tanda akan sadar kan diri, Kana sudah memanggil tabib untuk memeriksa dan memberi obat pada Saito, tapi nihil tak ada perubahan sama sekali.
sementara di alam bawah sadar nya Saito, Saito nampak begitu senang, dia tersenyum sangat lebar, disana ada Ema yang memeluk nya begitu erat dan sesekali Ema mengecup kening sang anak penuh kasih sayang.
"saito, ibu sangat menyayangi mu, jadi kembali lah, kamu harus kembali." Tubuh Ema perlahan menghilang dan menjadi cahaya yang beterbangan.
"ibu, jangan tinggalkan aku, ibu." Saito menangis histeris.
Perlahan tubuh Saito juga ikutan menghilang menjadi serpihan cahaya yang berterbangan di udara.
BRUKKKK
"Saito kamu tidak apa-apa?" Tanya Sora yang melihat Saito terbangun dan duduk.
"Saito, kamu tidak kenapa-kenapa kan?" Sora berjalan perlahan namun pasti, dia mencoba mendekati Saito yang terduduk dengan pancaran mata yang nampak kosong.
Sora memegang bahu lebar Saito dan sedikit mengundang bahu Saito.
__ADS_1
Saito tak merespon sama sekali, dia hanya terdiam melihat kedepan, wajahnya tak berekspresi sama sekali.
"Saito kamu jangan membuat ku takut, Saito." Panggil Sora, Sora yang melihat gelagat aneh Saito pun berlari meninggalkan kamar tersebut, dia berniat mencari tabib dan ketiga temannya, pasalnya dia hanya sendiri menjaga Saito.
Tangan Saito tergepal, matanya memerah, urat lehernya menegang, rahangnya juga mengeras. Saito turun dari ranjangnya.
'Tuan anda mau kemana?' Nix muncul dengan wujud burung Phoenix di depan Saito.
"Membunuh kurai akuma itu, aku ingin segera pulang, aku merindukan ibu ku." Ucap Siato sungguh-sungguh.
"Aku ingin kembali." Tegas Saito, dia sekarang di penuhi oleh amarah dan kebencian, tangannya begitu gatal ingin menghantam seseorang dan membunuh seseorang.
Saito berjalan meninggalkan kamar tersebut, Nix mengikuti sang tuan nya.
'astaga aku hanya sistem pendamping tuan, aku hanya bisa membimbing dan meminjamkan kekuatan ku, tapi aku tak bisa mengendalikan tuan ku yang keras kepala ini' Nix terus terbang mengikuti Saito dari belakang, tuan nya yang satu ini sulit untuk di atur dan sangat keras kepala, dan juga dia sangat kekeh ingin kembali ke dunia aslinya, padahal Nix sudah beberapa kali bilang kalau dia tak bisa kembali lagi ke dunia aslinya, karena tubuh lamanya sudah tiada, hm kecuali dengan satu cara, yaitu melakukan reinkarnasi, itu pun jika berhasil, kalau tidak maka jiwa nya yang sekarang juga akan mata dan tak bisa melakukan reinkarnasi.
Sementara di sisi lain, Sora sudah kembali ke kamar Saito di rawat dan tentunya diikuti oleh ketiga temannya dan satu orang tabib, mereka begitu kaget saat melihat kamar itu kosong.
__ADS_1
"Dimana Saito?" Tanya Sora entah pada siapa, mata nya beredar kesana-kemari.
"Sora dimana Saito?" Tanya Hikaru dan mendapatkan gelengan kepala dari Sora sebagai respon.
"Aku tidak tahu, tadi saat aku pergi dia ada, tapi sekarang dia menghilang." ujar Sora sedang paniknya.
Ben yang merasakan kepanikan Sora pun lantas memberi arahan pada kawan-kawan.
"Kita akan berpencar untuk mencari Saito, Kana kau yang mencari lewat udara, Hikaru di perbatasan, aku di kota ." Hikaru dan Kana mengangguk lalu segera pergi meninggalkan kamar tersebut.
"aku?" Tanya Sora, karena dia yang tidak mendapatkan pembagian pencarian.
"kamu tunggu disini, mungkin saito hanya pergi sebentar, kami juga sekalian patroli." jelas Ben dan langsung meninggalkan Sora.
like komen vote favorit
maaf jika ceritanya agak lemot dan banyak typo plus gak jelas, di maklumi aja, baru pemula soalnya.
__ADS_1