
Ledakan besar itu tak jauh dari tempat Saito dan teman-temannya berdiri waktu itu. Baju ke lima nya sekarang sudah kotor oleh debu efek dari ledakan tadi..
"siapa yang membuat ledakan tadi?" Tanya Hikaru dengan mata berkeliling mencari seseorang yang bersangkutan dengan ledakan baru saja, tapi nihil, tak ada seorang pun kecuali mereka berlima di sana.
hushhh~
"Awas Hikaru." Kana berhasil menangkis belati yang mengarah kearah Hikaru dengan bola angin nya.
"hati-hati semau, waspada." ucap Ben mengingatkan keempat temannya itu, bisa saja sang musuh yang mengincar mereka di balik asap debu yang berterbangan di udara hasil dari ledakan besar tadi.
Sementara seseorang di balik asap itu tersenyum miring dengan sebelah tangan memutar-mutar belati emas.
Kelima nya sekarang kebingungan, mau pergi dari sana tak bisa karena jalannya di tutup debu, mau menyerang pun tak bisa karena bisa saja kekuatan yang mereka gunakan berbalik arah kearah mereka sendiri. Bahkan Kana saja sudah mencoba menghilangkan debu-debu itu dengan angin topan nya, tapi tetap saja, debu-debu itu gak mau hilang malah semakin banyak.
"Sial, debu-debu ini tak mau menghilang." umpat Ben sangat kesal.
'Tuan, ada seseorang di dekat ini, jadi waspadalah, orang itu memiliki maksud jahat'
Saito mengangguk merespon ucapan Nix yang hanya bisa di dengar nya.
Mata Saito bergerak sangat liar, mencari objek yang sedang mengintai mereka.
__ADS_1
'Nix, bisakah kau memberi kekuatan untuk ku seperti kemarin, aku melihat musuhnya, tapi aku tak bisa melawannya hanya dengan tangan kosong' ucapan Saito bisa di mengerti oleh Mix, burung Phoenix itu langsung keluar dari dalam bayangan Saito, Nix langsung berevolusi menjadi pedang api seperti kemarin.
"Bagus Nix, mari kita menyerang bersama." Saito langsung menerjang masuk ke dalam debu tebal itu.
"Saito kau mau kemana." Kaget Sora saat melihat Saito menghilang di dalam debu tebal itu, yang lain juga menyadarinya dan ikutan kaget
TINGG~
"Ck ck ck, ternyata kau bisa menyadari keberadaan ku yah." Ucap laki-laki berjubah hitam itu dengan smirk di wajahnya. Saito tak menanggapi dan terus menyerang laki-laki berjubah itu dengan sangat brutal. Laki-laki berjubah itu dengan mudahnya menangkis setiap serangan yang di berikan oleh Saito.
"Hanya itu saja kemampuan mu anak muda hm?" Tanyanya meremehkan kekuatan Saito. Rahang Saito seketika mengeras dengan nafas yang naik turun, dia sangat membenci seseorang yang meremehkan nya, dulu saat di dunia asalnya dia juga sangat marah karena di remehkan oleh orang-orang di sekitar nya, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa, dan hanya bisa mendengar omongan pedas orang-orang itu, tapi mungkin kali ini Saito tak akan membiarkan orang yang meremehkan berbicara hal buruk tentangnya, apalagi merendahkan nya dan meremehkan nya.
Tubuh Saito mengeluarkan aura merah pekat dengan warna hitam, aura elemen dan kebencian nya menjadi satu.
"Tak kan ku biarkan orang rendahan seperti mu menghinaku." Teriak Saito penuh amarah.
SREKKKK~
SREKKKK~
Baju yang di gunakan Saito telah koyak di beberapa bagian, bahkan sudah menampakkan bagian perutnya.
__ADS_1
Tubuh Saito ikutan melayang seiring dengan aura yang di keluarkan oleh tubuh nya.
HUSHH~
DUARRRR~ BUMMM ~
Bola api besar yang di keluarkan Saito hampir saja mengenai laki-laki berjubah itu tapi untungnya laki-laki itu bisa menepis serang dari Saito dengan kekuatan tornado nya.
"Sangat menarik." Seru laki-laki berjubah itu.
Laki-laki misterius itu menguatkan panah api dari tangannya lalu mengarahkan kerah Saito.
"Rasakan kekuatan ku bocah nakal." Ucap laki-laki itu sebelum melepaskan senar panah nya. Anak panah api itu melaju seperti kilat kearah Saito.
'Tuan hati-hati' ucap Nix khawatir, Saito yang sudah di kendalikan oleh amarah tak menghiraukan ucapan Nix, Saito mulai mengeluarkan bola api nya bertubi-tubi dan melemparkannya kearah laki-laki misterius itu.
"kau sangat agresif anak muda, tapi maaf aku tak punya waktu lama untuk bermain-main dengan mu, jadi kita akan berjumpa di lain waktu." Laki-laki misterius itu langsung menghilang dari sana, meninggal kan Saito yang mengamuk.
"SAITO HENTIKAN." Teriak Sora dan Ben bersamaan.
BRUKKKKKK
__ADS_1
Tubuh Saito tergeletak di tanah, dia mengeluarkan begitu banyak energi dan membuatnya pingsan.
"ayok kita bawa dia pulang." ujar Hikaru dibalas anggukan oleh ketiga temannya. Ben yang memiliki proporsi tubuh yang besar pun bertugas mengangkat tubuh Saito.