Immortal Phoenix System

Immortal Phoenix System
Episode 4


__ADS_3

Tubuh Saito mengeluarkan cahaya berwarna merah bercahaya, tubuh Saito sekarang berada di perbatasan antara dimensi dan alam semesta.


tempat itu hanya memliki sedikit pencahayaan, kotak-kotak dan juga persegi dimana-mana, Saito bingung, dia terus melihat kesana-kemari.


"aku dimana, bukannya tadi aku tenggelam yah?" nguma Saito, kaki nya terus melangkah tak tahu arah tujuan berharap dirinya menemukan orang lain di sana, walaupun kenyataannya hanya ada dirinya sendiri disana.


Tempat yang dipenuhi oleh bangun ruang, mata Saito bermain sangat liar, mencari seseorang yang ada di sini, ditempat dirinya berada sekarang, namun nihil, tidak ada seorang manusia pun disana kecuali dirinya.


"Sebenarnya aku dimana? Kenapa tempat ini sangat aneh!?" Seru Saito kebingungan. Tempat itu begitu sunyi dan tenang, tidak ada tanda-tanda kehidupan disana, hanya kegelapan yang ada.


"Manusia, akhirnya kamu datang." Suara seseorang membuat Saito kaget dan spontan melihat kesana-kemari dengan sangat liarnya.


"Siapa itu? Siapa yang berbicara?" Tanya lantang Saito.


" System diaktifkan, pemain sudah berada ditempat."


"Pemasangan system akan segera dimulai, dan akan dihitung mundur dari lima." Suara robot menginterupsi indera pendengaran Saito.


Tubuh Saito tiba-tiba melayang ke udara, dan tempat itu yang tadi gelap sekarang menjadi sangat terang, dan hal itu membuat mata Saito merasakan dampaknya...silau tentu nya.


Suara robot tadi kembali memenuhi tempat itu, tak ada wujudnya hanya ada suara nya saja.

__ADS_1


"Pemain diharapkan tenang dan lebih Rileks." Tubuh Saito seketika menegang dengan derup jantung yang kian cepat, keringat dingin mulai membasahi pelipis Saito.


Sebuah cahaya merah menyalah tiba-tiba keluar dari tubuh Saito, Saito meringis saat panas dari cahaya yang lebih mirip bola api itu mengenai kulit putih nya.


"System selesai dibangkitkan, tingal menunggu pemasangan."


"Pemasangan System akan dimulai dalam waktu... 5." Suara robot itu mulai menghitung mundur. Cahaya merah itu mengelilingi tubuh Saito.


Hitungan mundur sudah hampir berakhir.


"Satu...system terpasang." Cahaya merah itu masuk kedalam tubuh Saito. Seketika tubuh Saito mendapatkan energi yang sangat luar biasa.


"Pemain siap bertarung melawan Kurai Akuma, lokasi akan ditentukan oleh pusat system control."


"ASTAGA, aku dimana, kenapa aku ada di atas pohon." Kaget Saito. Dia menghela nafasnya.


"Sekarang bagaimana cara untuk turun." Saito meringis melihat kebawah. Pohon dengan tinggi hampir menyertai panjang pohon kelapa.


Kepala Saito pusing, dia menepuk-nepuk pipi putihnya


"Ah sepertinya aku barusaja bermimpi." Seru Saito

__ADS_1


"Benar-benar mimpi yang aneh." Lanjut Saito.


PLAKKKK


"ASTAGA KENAPA SAKIT, APA INI BUKAN MIMPI." Teriak Saito, pipinya memanas akibat tamparannya sendiri, yah Saito menampar wajah nya sendiri untuk membuktikan kalau dirinya bukan mimpi.


"Tuan, anda sungguh memalukan." Suara seseorang membuat Saito hampir terjatuh dari atas pohon itu, untung saja dia bisa menahan dirinya.


"Siapa itu?!" Tanya Saito dengan wajah ketakutannya.


"Ini aku tuan." Sebuah cahaya keluar dari diri Saito. Cahaya itu perlahan menjadi seorang burung Phoenix.


"Aku Nix, sistem yang akan membantu tuan mengalahkan Kurai akuma, aku yang akan membantu Tuan membangkitkan kekuatan yang tersegel didalam tubuh tuan." Ujar burung Phoenix yang bernama Nix itu. Saito manggut-manggut seperti orang bodoh_-


"Jad_" kata-kata saito terhenti saat seorang gadis berteriak sambil menunjuk ke arah Saito.


"ITU DIA, KANA, HIKARU, BENJIRO, KEMARI." Teriak gadis berwajah cantik itu.


"Astaga  Fumiko Sora." Lelaki dengan rambut di kuncir kuda berjalan menuju gadis yang namanya baru disebutkan itu.


"Jiro, diatas pohon, itu dia." Sora menuju Saito yang berada diatas pohon.

__ADS_1


"Wow apa itu pendekar Cahaya hitam itu?" Ujar gadis berwajah imut— Keiko Kana. Sora mengangguk men'iyakan.


like komen vote favorit


__ADS_2