
Pernyataan kak abi benar benar membuat gue membisu. tak ada satu kata pun terlontar dari bibir gue hingga beberapa menit, kak abi hanya memandangi gue aja. Seolah olah kak abi lagi mencari jawaban dari mata gue.
" Apa yang kamu khawatirkan ren?" tanya kak abi.
" Ngk papa kk...Ya udah yuk kita cari umang - umang nya lagi kak" ujar gue mengajak kak abi untuk mengalihkan pertanyaan kak abi. Kak abi menyatukan alisnya, Kayaknya kak abi tahu kalau gue lagi mengalikan pertanyaan dari nya.
Gue menarik tangan kaka abi agar kak abi bangkit dari duduk nya. Kak abi pun berdiri, kami jalan mengitari pinggir pantai. Kami pun menutip beberapa umang umang yang memang sangat banyak dipantai.
Tiba tiba kak abi meraih tangan gue sehingga gue pun berhenti berjalan.
" Ren...." seru kak abi. Kak abi memegang tangan gue sehingga kami berhenti berjalan
__ADS_1
" Ya kak..." jawab gue.
" Sebenarnya ada yang ingin kakak bicarakan ama kamu dan kakak rasa ini moment yang pas untuk kakak bicara" ujar gue. Deq... jantungku serasa mau copot saat mendapat tatapan mata yang sangat teduh dari mata kak abi dan kak abi meraih kedua tangan gue untuk dia genggam.
" Waduh kak abi mau bicara apa ya...kok gue ke ge eran gini sih..." gumam gue dalam hati.
" Ren...kakak sangat merindukan mu...Apa kamu ngk merindukan kakak ren?" tanya kak abi.
" Ya sangat rindu lahh" seru gue, Ntah dari mana ni mulut ngk bisa gue rem, reflex ni mulut dengan cepat menjawab pertanyaan kak abi sehingga kak abi melontarkam senyuman termanis nya lebih manis dari pada waktu saat masih obesitas.
" Ren....kakak senang kamu juga rindu ama kakak... Ren kamu tahu kan kalau kakak bukan cowok yang romantis tapi kakak akan berusaha menjadi cowok yang romantis seperti cita cita kamu....Ren Kakak ingin kamu menjadi ibu dari anak anak kakak kelak.... Will You Marry Me....." ujar kak abi mengeluarkan sesuatu dari saku celana nya dan berlutut didepan gue.
Alangkah terkejut nya gue saat mendengar kak abi mengutarakan niat nya untuk menikah dengan gue. Air mata gue pun bergulir ke pipi gue. Yaa gimana gue ngk mewek geis, Karena sebenarnya sedari dulu gue emang sudah menaruh hati kepada kak abi walaupun keadaan kak abi masih obesitas. Gue sangat nyaman saat selalu berada disamping kak abi. Sama seperti sekarang ini. Karena ngk ada jawaban dari gue kak abi memanggil nama gue.
__ADS_1
" Rennn....." Seru kak abi terdengar dari suara nya yang sangat berharap mendapat jawaban dari gue.
" Kak....serius...Gue kan masih sekolah kak" tanya gue yang masih mewek.
" Sekolah kamu kan sebentar lagi lulusan kakak akan tunggu...Masalah kuliah kakak ngk akan melarang kamu kuliah saat setelah menjadi istri kakak" ujar kak abi yang masih berlutut dan masih menyodorkan kotak kecil kearah gue. Gue masih terdiam karena gue sangat bingung harus jawab apa.
Sebenarnya memang gue sudah sedari dulu menaruh hati dengan kak abi karena gue selalu nyaman bila bersama dengan kak abi. Tapi ini terlalu cepat untuk gue menikah. Trus gue harus menanyakan dulu ke mama dan papa dulu, gimana menurut mereka....
ikuti terus ya kelanjutan nya guesss
jangan lupa tambahkan novel ini
menjadi novel favorit kalian y
__ADS_1
dan jangan lupa like and commet ya...