
Setelah gue dan ratna menunggu cukup lama menunggu akhir nya salah seorang wanita dari meja informasi menghampiri kami dan berkata....
" Maaf mbak...pak renaldi sudah menunggu anda diruangan nya mbak bisa langsung kelantai 25, sebelah sana lift nya" ujar mbak nya sambil menunjuk kearah lift.
" Makasi ya mbk....ayo rat" seru renata membuyarkan lamunan ratna.
Gue dan ratna langsung bergegas menuju ke arah lift. Saat kami berjalan menuju lift seseorang telah gue tabrak...etsss disini gue ngk tau siapa yang nabrak atau ditabrak intikan kami berbenturan. Gue terpental hingga jatuh terduduk dan seseorang tersebut juga jatuh terduduk. Seseorang tersebut berdiri dan berusaha membantu gue untuk berdiri juga. Ratna memegangi gue.
" Lue ngk papa ren?" Tanya ratna cemas cuma gue balas dengan senyuman tapi tak henti hentinya tangan gue mengusap usap bokong gue yang masih terasa sakit.
" Renataa...." ujar seseorang tersebut. Merasa nama gue disebut, gue pun menolehkan wajah gue kearah suara yang menyebut nama gue tadi.
Gue memandang seseorang tersebut yang rupa nya sorang laki laki ya lumayan tamvan lahh. Gue terus melihat keturunan adam tersebut untuk membuka ingatan gue, apakah gue mengenal nya atau tidak. Tapi dia tau nama gue, berarti dia kenal gue.
__ADS_1
" Mmm maaf anda siapa ya, emang kita saling kenal?" tanya renata penasaran. Tiba tiba seseorang tersebut mendekati gue dan mengelus elus kepala gue.
" Ternyata kamu udah besar, kalau kakak ngk salah terakhir kita jumpa itu kamu masih kecil banget baru masuk smp" ujar laki laki tersebut, membuat gue menyatukan kedua alis gue.
" Tunggu....tunggu...kakak?! lue siapa?" Tanya gue lagi semakin bingung.
" Ntar kamu juga tau, udah yuk kita naik renaldi dan yang laen pasti udah nunggu" ujar laki laki tersebut tanpa merasa bersalah karena sudah membuat renata dan ratna bingung plus penasaran.
Gue dan ratna sudah berada didepan lift. Dan lift pertama yang terbuka lift yang berada disamping gue bukan didepan gue, tepat nya lift khusus direktur. Laki laki tersebut melangkah kan kaki nya masuk ke dalam lift khusus itu, membuatku semakin berpikir keras siapa ni cowok.
" Yuk masuk" ajak laki laki itu ke gue agar ikut masuk kedalam lift bersama dia.
" Ngak ahh itukan lift khusus, gue dan sahabat gue pake lift yang ini aja" jawab gue sedikit ketus.
__ADS_1
" Kamu tuh tetap low profil ya, ngk berubah" ujar nya yang semakin membuat gue berfikir siapa laki laki itu masa gue yang ingat sihhh.
Uhh rasa kesal menyelimuti hati gue tak kala gue tak kunjung mengingat siapa tuh cowok. Lama bergelut dengan pikiran gue sendiri tanpa sadar lift depan gue terbuka, gue segera masuk kedalam lif. Saat pintu lift hampir tertutup sempurna, sebuah tangan menghalangi pintu lift yang membuat pintu lift tersebut terbuka kembali.
Ternyata tangan laki laki tersebut yang menghalangi pintu lift kami dan dia pun masuk kedalam lift dimana kami ada didalam nya. Didalam lift cuma ada gue, ratna dan laki laki tersebut. Kebisuan menyelimuti kami.
Lift terbuka dilantai 3, banyak orang yang menunggu didepan lift tapi tak satupun yang jadi masuk. Gue menyatukan kedua alisku. Lift berlanjut kelantai berikut nya. Dilantai 5 lift terbuka lagi, ada beberapa orang yang hendak masuk tetapi setelah melihat kedalam lift mereka ngk jadi masuk. Lift pun berlanjut kembali dan kali ini berhenti dilantai 9. Lagi lagi orang yang hendak masuk kedalam lift, tiba tiba tidak jadi masuk setelah melihat kedalam lift. Lift pun berlanjut lagi. Gue mengitari mata gue keseluruh sudut lift untuk mencari keanehan yang membuat mereka semua pada ngk jadi masuk lift. Mereka seperti melihat setan atau apalah itu.
ikuti terus ya kelanjutan nya guesss
jangan lupa tambahkan novel ini
menjadi novel favorit kalian y
__ADS_1
dan jangan lupa like and commet ya...