
Renata telah dikamar kak abi sejak setengah jam tapi dia tak sanggup untuk ngomong mengenai masalah Mas Abi telah melamar nya.
"Dek sebenar nya loe mau ngomong apa sih, dari tadi arah pembicaraan mu muter-muter mulu, Kalau loe belum mau ngomong nya ya udah gue mau tidur" ujar kak Renaldi beranjak ke atas tempat tidur. Saat kak Renaldi hendak naik ketempat tidur tangan Renata mencegah tangan kak Renaldi.
" Kak Abi melamar gue kak" Seru Renata sambil menundukkan kepalanya dan masih menggenggam tangan kak Renaldi. Kak Renaldi yang posisi memunggungi Renata pun memejamkan matanya sejenak saat mendengar Renata akhirnya mengatakan yang seharusnya sedari tadi dia katakan.
Kak Renaldipun membalikkan tubuhnya dan berjongkok didepan Renata, sekarang mereka saling bertatapan.
" Sekarang kak tanya ama kamu dek, Kamu cinta ama Abi jawab pertanyaan kak dengan jujur, karena sejujurnya kakak sudah tau niat Abi melamar kamu, Karena sehari sebelum dia ngajak kamu jalan ke kota xxxx Abi datang ke kantor kakak meminta izin dan restu untuk menjadikan kamu istrinya" Seru kak Abi, sontak membuat Renata terkejut dan membulatkan matanya.
" Haaaakkhh kapan kak?kok kakak ngk bilang sih ama Rena?"ujar Renata yang masih dalam posisi terkejut.
"Kan da kakak bilang 1 hari sebelum Abi mengajak kamu jalan jalan ke kota xxxx, Dek kamu blum jawab pertanyaan kakak, Perasaan kamu gimana ke Abi?"
flashback on
1 hari sebelum ke kota xxx
Abi mendatangai kantor Renaldi. Ruang kantor Renaldi pun diketuk seseorang dan ternyata sekretaris Renaldi bernama Aldi.
" Permisi Pak, ada Pak Abi mau ketemu" seru Aldi ke kak Renaldi.
" Persilahkan masuk" Jawab kak Renaldi. Kedatangan Abi disambut hangat oleh kak Renaldi.
" Hai Broo, wahh seneng gue bisa ketemu ama loe" seru kak Renaldi membalas pelukan kak abi. Dan saat sekretarisnya mau keluar Renaldi angkat bicara.
__ADS_1
" Di kenali dan tandai wajah pak Abi ini, Beliau juga pemilik perusahaan ini, saya maklumi kamu hati ini karena kamu baru dan hanya bertugas untuk mengantikan Firmann yang lagi sakit" ujar kak Renaldi tegas.
" Baik pak" jawab aldi
" Sekarang kamu boleh ke meja kamu" ujar kembali kak Renaldi.
" Gue laper ni gue bawa makanan dan kopi gue beli di tempat biasa kota nongkrong" ujar mas Abi ke Kak Renaldi. Mereka langsung menuju sebuah ruanga khusus yang masih berada didalam ruang kerja Renaldi. Abi menata makanan dimeja yang tak besar tapi cukup untuk 2 orang makan.
" Sebenarnya loe maua ngomong apa? Bi gue kenal banget sama loe walaupun kita terpisah cukup lama karena loe di sidney tapi kita tetap komunikasi dan loe seperti ini pasti ada hal yang penting yang ingin loe bicarain kan ama gue?" tanya Kak Renaldi selidik.
" Hehehe loe tahu aja, baiklah Ren gue ngk akan basa basi lagi gue akan to the poin ya, Sebenar nya gue kesini meminta izin loe yang ke dua kali nya untuk menjaga, menyayangi dan mencintai adik loe renata dengan menjadikan renata sebagai isteri gue" seru Abi yang membuat yang sedang menyerup kopi langsung menyemburkan kopinya ke wajah Abi.
" Aduhh sori bro gue ngk sengaja abis nya loe ngejuti gue sih" ujar kak Renaldi langsung menyodorkan tissue ke arah Abi.
" Sabar-sabar abi, demi Restu" gumam abi
..
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ikuti terus ya kelanjutan nya guesss
jangan lupa tambahkan novel ini
menjadi novel favorit kalian y
__ADS_1
dan jangan lupa like and commet ya...