
Mas abi membawa mobil kearah pantai kembali dan memarkirkan mobil tepat di parkiran mobil tempat yang tadi.
" Ok disini aja ya sayang" ujar mas abi lagi lagi mengelus pipi renata.
" Iya mas..." jawab renata sambil melontarka senyuman terindah nya. Mas abi pun menyiapkan tempat duduk untuk diratakan sehingga busa dibuat tidur. Tak lama mas abi bergelut dibelakang sana akhir nya kelar juga. Jok belakang mobil disulap mas abi jadi layaknya tempat tidur.
" Ok sayang da siap" ujar mas abi.
Gue pun kebelakang mobil tanpa keluar mobil terlebih dulu melainkan melangkah dari depan langsung kebelakang. Mas abi hanya tersenyum senyum aja melihat tingkah gue. Gue udah berada dibelakang mobil dan membaringkan badan gue. Dan gue bingung kenapa mas abi masih duduk dikursi supir.
" Mas kenapa masih disitu ayo sini?" tanya renata polos.
" Sayang....mas tidur disini aja, Kalau mas tidur disitu mas takut khilaf" jawab mas abi yang membuat gue tersentak jantung gue langsung berpacu.
Gue begok ato stupid ya. Hahahahha. Gue baru sadar ini sama aja kalau kami tidur 1 ranjang. Kayak malam pengantinan nihh...Blusss buka gue pasti merah padam lagi. Gue pun terdiam ngk bisa ngomong jadinya.
__ADS_1
Waktu pun berlalu, gue hampir tertidur tapi selalu terbangun tak kala gonjangan terjadi saat mas abi gelisah dengan posisi tidur nya. Gue yang ngk tega langsung memanggil mas abi.
" Mas...apa nyaman tidur kayak gitu?" tanya gue ragu.
" Sayang tidur lahh....mas ngk papa" jawab mas abi.
" Tapi dari tadi rena merasa mas ngk nyaman tidur kayak gitu" ujar renata.
" Udah mas ngk apa apa!" seru mas abi. Dengan melangkah kayak putri keraton jalan dengan lutut gue mendekati tempat duduk mas abi dan memeluk mas abi dari belakang walau masih terhalang oleh jok mobil. Gue terasa kalo kak abi terkejut medapat perlakuan seperti itu dari gue.
" Mas tidur ama rena ya...." ajak renata ke abi.
" Kamu yakin sayang?" tanya abi yang menolehkan pandangan nya ke arah renata.
" Tapi janji ngk bakal macem macemin rena" tanya renata.
" Siap tuan putri" jawab mas abi semangat langsung keluar dari mobil depan menuju kebelakang mobil.
__ADS_1
Saat mas abi mau masuk ke dalam belakang mobil, mas abi menatap gue seolah oleh meminta izin. Dengan sedikit anggukan kecil dan senyuman mengisyaratkan mengizinkan mas abi untuk masuk. Mas abi pun masuk kecanggungan mulai melanda kami berdua diam membisu. Tapi mas abi denga cepat memecahkan keheningan antara kami berdua.
" Sayang makasih ya..." seru mas abi menghadap kearah gue dengan posisi tidur. Gue pun dengan posisi tidur memiringkan tubuh gue sehingga menghadap mas abi. Dan mata kami pun bertemu.
" Sayang...makasih juga kamu da mau terima cincin dari mas..." seru mas abi sambil mengelus wajah gue.
" Iya mas, tapi sabar ya...rena harus ngomong dulu ama papa dan mama serta kak renaldi dan kak jodi" ujar gue.
" Iya sayang...yang penting kamu nya sayang udah mau nerima mas dalam hidup kamu sayang dan menerima ajakan mas married, mengenai om dan tante apa perlu mas ikut bantu bicara?" tanya mas abi. Gue semakin bingung kenapa mas abi kayak nya ngotot banget pengen cepet cepet nikah ama gue. apa kebelet kawin ya.
ikuti terus ya kelanjutan nya guesss
jangan lupa tambahkan novel ini
menjadi novel favorit kalian y
dan jangan lupa like and commet ya...
__ADS_1