
Dikantin sekolah kami berlima duduk berbarengan. Hari ini Alex gantian mentraktir kami.
" Geis kalian pesan apa?" tanya Alex
" Gue bakso...."ujar Bambang
" Gue nasi goreng seafood...." ujar Samuel
" Gue Sate deh...." ujar Ratna
" Gue bakso juga deh sama dengan Bambang..." ujar Renata.
Sekolah gue ini sekolah swasta yang terbilang elit dikota J, jadi jangan heran kalo menu dikantin gue restoran menu lengkap geis. Alex pun segera memesan makanan buat kami. Sambil menunggu pesanan datang kami berlima bercanda tawa seriang mungkin. Seakan akan dikantin itu cuma kami berlima. Banyak pasang mata menatap kami sinis terutama memandang gue dan Ratna. Tapi ada juga yang memandang kami dengan kagum yaitu berlalu untuk Alex dan Samuel.
" Geis ntr pulang sekolah kita nonton yuk" seru Alex meminta disela sela makan kami yang hampir kelar.
" Sori nih geis gue ngk bisa soalnya kak Renaldi nyuruh gue kekantornya sepulang sekolah" jawab Renata.
__ADS_1
" Apa Ren, Lu mau kekantor kak Renaldi?!Gue ikut yaaa pleaseeee" seru Ratna merayu, gue tau kalau ratna sahabat gue ini emang sangat mengidolakan kak Renaldi.
" Ok...." jawab gue santai.
Selesai kita makan Samuel, Bambang dan Alex mengisi waktu istirahat yang masih ada sekitar 30 menit lagi dengan bermain basket. Banyak kaum hawa yang bersorak sorak gembira melihat mereka bermain basket sedangkan gue dan Ratna hanya duduk dipinggir lapangan tanpa mengiraukan mereka yang karena kami asyik dengan gadge kami.
Tiba-tiba ada seorang perempuan berpenampilan cupu banget menghampiri kami. Gue dan Ratna menghentikan kegiatan dengan gadge kami lalu memperhatikan gadis itu. Gue perhatikan dia dengan seksama dia seolah olah ingin mengatakan sesuatu tapi susah untuk mengatakan nya. Karena gue ngk sabar menunggu nya bicara, gue mengambil inisiatif untuk buka pembicaraan.
" Ada keperluan apa lue kemari?Mmmmm sin...ta" tanya Renata mengeja nama gadis itu di betname nya
" Iii..yaa kak, nama saya sin..ta,saya kemari iii..ngin memberikan iii...ni kak" ujar Sinta gugup sehingga dia pun ngomongnya terbata bata.
" Lue ngapain gugup gitu ngomong ama kita kita, kayak kita ni singa ato hantu aja" seru Ratna. Gue langsung menyenggol lengan Ratna karena gue ngk mau ni cewek makin gugup lagi.
" Ada keperluan apa Sinta dan ini buat siapa?" tanya Renata sambil menerima bingkisan dari tangan Sinta.
" Is...ka" ujar Sinta yang langsung kabur nyicing nth kemana.
__ADS_1
" Yeee dia malah kabur" ujar Ratna bingung. gue memperhatikan bingkisan yang diberikan Sinta untuk adik gue Iska. Lagi lagi ada pengagum adik gue yang perlu bantuan gue hahaha....
Bel pertanda waktu istirahat telah selesai pun berbunyi. Samuel, Alex dan Bambang menghentikan permainan mereka dan menyamperin gue dan Ratna.
Gue dan ke 4 teman gue pun bergerak menuju kelas dan berpisah dengan Bambang karena di harus kekelas nya yang berbeda dengan kami berempat. Didalam kelas gue masih memegang bingkisan dari sinta menebak-nebak akan isi nya. Lalu Alex yang memang dari tadi memperhatian gue yang sedang memegang bingkisan tersebut.
" Bingkisan dari siapa Ren?" tanya Alex
" Sinta" jawab gue singkat.
" Buat Iska Lex, dari teman nya" ujar Ratna menambahkan. Alex hanya ber ohh ria. Percakapan kami pun terhenti dikala guru masuk dan pelajaran pun dimulai.
ikuti terus ya kelanjutan nya guesss
jangan lupa tambahkan novel ini
menjadi novel favorit kalian y
__ADS_1
dan jangan lupa like and commet ya...