Istri CEO Yang Ingin Disayang

Istri CEO Yang Ingin Disayang
BAB 12 sakit


__ADS_3

Key yang melihat mobil Al bergerak melaju langsung bangun untuk mengejar mobil Al dan berlari mengejar Al dengan berlari sekuat tenga


“Al tungguuuuuu jangan tinggal kan key..... Alllllll.....” Key yang merasa kelelahan tapi tidak berhenti mengejar dan akhirnya terjatuh dengan lutut yang terbentur dengan aspal jalan yang mengeluarkan darah segar, Al yang berada di dalam mobil hanya melirik di kaca sepion mobil denga acuh dan tidak peduli.


“ Tuan Nona jatuh” kata supir sambil melirik kaca spion mobil.


“Apa aku mengijinkan mu untuk bicara” Al berkata dengan aura dinginnya.


“ tapi Tuan Nyonya...” supir


“Biarkan saja dia.” Al yang memotong perkataan supirnya.


Sebenarnya dalam hati Al juga merasa kasihan tapi amarah mengalahkan rasa kasihan amarah yang membuncah sehingga Al seperti tidak punya hati. Key yang masih duduk di jalan hanya bisa melihat mobil yang di kendarai Al semakin menjauh dan hilang tak terlihat.


Tak lama datang dua orang pelayang yang mengejar Key dan menghampiri key yang masih menangis tersedu–sedu.


“ Nyonya Muda ayo kita pulang ...” dua pelayan memengan tangan Key dan memimpin key untuk berdiri untuk pulang awalnya key berotak tapi tetap dipaksa oleh kedua pelayan tersebut untuk berbalik untuk pulang.


Key yang berjalan pulang di bantu oleh kedua pelayannya sesekali menoleh ke belakang mengharap Al berbalik arah dan menghampirinya dan memeluknya walau pun key sadar hal itu akan terwujud hanya dalam mimpinya.


----------


Sesampainya di rumah Key dibaringkan di atas kasur, Key yang tak berdaya hanya menurut dan pelayan membersihkan luka dan membalutnya, Key yang berbaring dengan mata yang terbuka yang dibanjiri air mata sesekali memejamkan matanya. Setelah lelah menangis Key terlelap tidur.


------


Disi lain Al yang sampai di kantornya dirunganya duduk dikursi kebanggaanya sambil melihat beberapa file yang ada di mejanya, tiba – tiba hpnya berbunyi...


“Ada apa ...” Al


“Maaf tuan perusahaan yang ada di Paris ada masalah dan Tuan harus turun tangan sendiri karna hanya Tuan yang dapat menyelesaikannya” Andre


Al berfikir dalam diam lalu ber dehem “ehemm baik, tolong pesankan tiket pesawatnya sekarang” perintah Al


“Baik tuan” Andre


---------


Malam harinya pelayan masuk kemar Key dengan membawa makanan untuk Key. yang masi memejamkan mata dengan tubuh yang tak bertenaga membuat pelayan marasa prihatin terhadap Nyonya Mudanya tersebut.


pelayan meletakkan makanan di atas meja yang ada didekat kasur lalu duduk di pinggir kasur di samping Key.

__ADS_1


“Key ayo bangun makan” kata pelayan tak lain adalah Dini yang menyentuh tangan key yang senbari mengusap-usapnya.


“Key bangunlah dan makanlah” kata Dini lagi yang tak menapat jawaban dari key


Key yang merasa terusik perlahan membuka matanya yang silau akibat cahaya lampu dan memcoba menyesuaikan dengan cahaya lampu kamarnya.


“Key makanlah kau belum ada makan dari kemarin” kata Dini


Key hanya menggelengkan kepalanya dan matanya melihat ke arah langi-langit kamar.


“Key makanlah nanti sakitmu akan mejadi semakin parah jika kau tidak makan” kata Dini yang memebujuk Key


“Aku ngak lapar bak” jawab Key


Setelah lama membujuk key tapi tak membuahkan hasil Dini pun keluar meninggalkan Key yang kini sudah kembali tertidur.


---------


Kini Al sudah berada di Paris dan menuju hotel di mana dia tinggal untuk beberapa hari saat berada di Paris. Sesampainya di kamar hotel Al meletakkan mantelnya dan duduk di sofa besandar di sandran sofa dengan kepala menghadap kelangit-langit kamar dengan mata terpejam karena perjalanan yang lama membuatnya lelah.tak berselang lama Al memejamkan matanya dia teringat Key saat mengejarnaya dan terjatuh memebuat Al merasa kwatir.


Al mengeluarkan hp dari saku celana dan menelfon salah satu pelayan yang ada di rumahnya.


Tring... tring....


“ Hallo” suara pelayan


“Ini aku Al. Bagaimana ke adaan Key?” tanya Al


“ Nyonya masih tidak enak badan Tuan dan nyonya muda tidak mau makan tuan” pelayan menjelaskan yang sebenarnya kepada Al


Selesai berbicara kepada pelayan Al memutuskan panggilannya. Tak bisa dipungkiri Al juga sangat mengkuatirkan keadaan Key saat ini.


Kini sudah dua hari Al berada di paris. Al saat ini sedang mengadakan rapat dengan para kariyawan di perusahaanya dan Al memimpin rapar. Selesai rapat Al meninggalkan ruangan tersebut dan kembali keruangannya.


Sesampainya dirungannya Al langsung duduk di kursi kebesaranya lalu memeriksa berkas yang ada di mejanya. Saat melihat berkas-berkas Al selalu terigat dengan Key dan tidak bisa fokus pada pekerjaannya saat ini. Al yang semakin kwatir dengan keadaan Key memutuskan untuk mengubungi salah satu pelayan rumahnya untuk menanyakan keadaan Key saat ini. Al meraih hpnya yang terletak di atas meja kerjanya dan menghubungi pelayannya.


Tring....tring.... hp pelayan berbunyi. Pelayan yang mendengar bunyi hpnya pun langsung mengangkat pangilan dengan cepat saat tau tuanyalah yang menelfonnya.


“Hallo Tuan” jawab pelayan


“Hallo bi....”(suara laki-laki di seberang yang terdengar kawatir)

__ADS_1


“Ya tuan” ( salah satu pelayan rumah alvaro )


“Bagaimna keadaan Keysa bi...” suara al yang tak menutupi kekuatirannya pada Key.


“ nyonya masih sakit tuan, nyonya juga menolak untuk makan dan nyonya juga menolak untuk dibawa kerumah sakit.” Kata pelayan menjelaskan ke Al tentang keadaan Keysa.


“ tolong jaga dia aku akan terbang ke Indonesia sekarang mungkin malam nanti saya akan sampai.” Al


“baik tuan “ kata pelayan.


Setelah menutup telvon wajah Al menunjukan kecemasan. Al langsung menghubungi sekertarisnya


“ Andre tolong pesankan tiket untuk pulang sekarang “ kata Al


“ tapi tuan masih ada pertemuan untuk sore ini...” Andre


“ kamu yang gantiin aku, semua aku percayakan ke kamu” al


“ tapi tuan .....” Andre


“ aku ngak akan ngulang kata –kata ku lagi Andre.” Al


“ baik tuan...” Andre


Al menutup tefon dan menlanjutkan melihat dokumen yang ada di mejanya al menyelesaikan semua dokumen yang harus di tandatangani dengan segera. Setelah satu jam berlalu pintu di rungannya ada yang mengetuk.


Tok.. tok... tok....


“Masuk” Kata Al dari dalam ruangan. Pintu di buka oleh andre dan mendekat ke arah meja tuannya.


“Tuan penerbangan anda ke indonesia tiga puluh menit lagi” Andre


“Baik aku akan berangkat sekarang . semua urusan yang ada disini aku percayakan semua pada mu.” Kata Al


“Baik tuan “ saut Andre.


Al langsung memakai jasnya dan keluar menuju mobil yang di sambut oleh supir yang membukakan pintu untuk al. Al langsung menuju bandara, didalam perjalanan Al masih memikirkan Keysa.


------------------------------------------------------------


Terima kasih telah mampir....

__ADS_1


jangan lupa beri aku like ya☺


yang suka di persilahkan komen dan yang gak suka juga hasutan komen ya 😍😃😉


__ADS_2