
Dirumah kediaman Alvaro, Keysa terus menolak untuk makan yang di paksa oleh pelayan.
“Nyonya ayo dimakan makanannya kalau tidak nanati sakitnya akan semakin parah.” Kata pelayan.
“Sudah berapa kali aku bilang key ngak mau...“ air mata Keysa mengalir dipipinya yang lembut membuat pelayan makin cemas dibuat Keysa.
Keysa lasung berbaring menutupi tubuhnya dngan selimut hingga sampai menutupi bahunya. Keysa terus menagis dan sambil menyebut nama Al.
“Al ... kok kamu ngak punlang Key rindu... hiks hiks...” kata- kata itu yang selalu di ucapkan Keysa sampai matanya berat dan terpejam hingga tertidur pulas. Pelayan yang melihat pun merasa iba terhadapnya.
Al yang baru sampai di bandara langsung cek in setelah itu dia langsung naik ke pesawat yang akan terbang ke Indonesia. Di dalam pesawat dalam perjalanan AI membuka hp nya di layar hp terpampang sebuah foto seorang perempuan yang tengah memegang dagu sambil tersenyum, Al memperhatikan foto tersebut sambil mengingat kejadian dua hari yang lalu dimana Keysa yang berlari menuruni tangga mengejarnya sambil berteriak.
“Al kau mau pergi kemana?” tapi Al tetap tak memperdulikannya dan terus berjalan keluar rumah tampa melihat Key.
Key yang terus mengejar Al sampai akhirnya dia meraih tangan Al.
“Al tunggu kau mau pergi kemana ...” tanya Key.
“Bukan urusanmu” jawab Al dengan nada emosi dan berteriak pada Al sambil menghempaskan tangan Key yang tengah memegangnya hingga key terpental ke lantai akibat dorongan dari Al yang sangat kuat. Al melangkahkn kakinya keluar rumah tampa memperdulikan Key.
Key yang jatuh terduduk dengan mata berckaca-kaca air mata yang seakan akan meronta ingin keluar dari pelupuk mata. Key yang memegang dada yang sakit bagai di tusuk-tusuk jarum karena di perlakun seperti yang orang yang tak di inginkan.
Al yang terus berjalan menuju mobil yang di sambut oleh supirnya dengan di bukakan pintu mobil dengan segera Al msuk kedam mobil tersebut. Al yang di dalam mobil menoleh keara Key yang masih duduk di lantai dengan tak peduli dan memerintahkan supirnya untuk jalan.
Key yang melihat mobil Al bergerak melaju langsung bangun untuk mengejar mobil al dan berlari mengejar al dengan berlari sekuat tenga
“All tungguuuuuu jangan tinggal kan Key..... Alllllll.....” Key yang merasan kelelahan tapi tidak berhenti mengejar dan akhirnya terjatuh dengan lutut yang terbentur dengan aspal jalan yang mengeluarkan darah segar, Al yang berada di dalam mobil hanya melirik di kaca sepion mobil denga acuh dan tidak peduli.
__ADS_1
“Tuan Nyonya jatuh” kata supir sambil melirik kaca spion mobil.
“Apa aku mengijinkanmu untuk bicara” Al berkata dengan aura dinginnya.
"Tapi tuan nyonya...” supir
“Biarkan saja dia.” Al yang memotong perkataan supirnya.
Sebenarnya dalam hati Al juga merasa kasihan tapi amarah mengalahkan rasa kasihan amarah yang membuncah sehingga AL seperti tidak punya hati. Key yang masih duduk di jalan hanya bisa melihat mobil yang di kendarai al semakin menjauh dan hilang tak terlihat.
Tak lama datang dua orang pelayang yang mengejar key dan menghampiri key yang masih menangis tersedu – sedu. “ nona ayo kita pulng ...” dua pelayan memengan tangan key dan memimpin key untuk berdiri untuk pulang awalny key berotak tapi tetap dipaksa oleh kedua pelyan tersebut untuk berbalik untuk pulang.
Key yang berjalan pulang di bantu oleh kedua pelayannya sesekali menoleh ke belakang mengharap Al berbalik arah dan menghampirinya dan memeluknya walau pun key sadar hal itu akan terwujud hanya dalam mimpinya.
Sesampainya di rumah key dibaringkan di atas kasur, key yang tak berdaya hanya menurut dan pelayan membersihkan luka dan membalutnya, key yang berbaring dengan mata yang terbuka yang dibanjiri air mata sesekali memejamkan matanya. Setelah lelah menangis key terlelap tidur.
“ ada apa ...” Al
“ Maaf tuan perusahaan yang ada di jepang ada masalah dan tuan harus turun tangan sendiri karna hanya tuan yang dapat menyelesaikannya” Andre
Al berfikir dalam diam lalu ber dehem “ ehemm baik, tolong pesankan tiket pesawatnya sekarang”
“Baik tuan" Andre
--------
Flasback of
__ADS_1
Kini Al sudah dalam sebuah taxi menuju rumah. Suasana hati Al tak menentu mengingat key yang tengah sakit. Al sudah tak sabar ingin sampai kerumah dan menyentuh orang yang membuat hatinya seperti sekarang. Setelah 40 menit kemudian taxi yang di tumpangi Al berhenti di depan sebuah rumah megah dengan halaman rumah yang luas dan pohon yang rindang menghiasi rumah yang membuat kesan yang adem. Al langsung membuka pintu mobil dan baerjalan masuk kerumah dengan terburu – buru seakan seperti oarang tak sabaran. Sampai di depan pintu para pelayan menyambut kedatangan Tuan Mudanya.
“ selamat datang Tuan Muda...” kata para pelayan sambil menundukkan kepala.
“ Dimana keysa ...” kata nya dengan nada yg keras yang terdengar kawatir.
“ Nyonya muda ada di kamarnya tuan.” Kata salah satu pelayan.
Al yang mendengar jawaban dari pembantuntunya langsung bergegas menaiki tangga menuju ke kamar key yang berada di lantai dua, sampai di depan pintu kamar Al membuka pintu dengan tidak sabaran.
Ketika pintu terbuka pandangan Al tertuju ke arah keysa yang terbaring lemah dan tak berdaya seakan–akan dia wanita yang lemah dan begitu rapuh dengan wajah yang pucat pasih, melihat key yang seperti itu membuat hati Al seakan -akan tertancap duri yang begitu menyakitkan, hatinya merasa sedih dan ada rasa menyesal atas apa yang telah di lakukannya terhadap Key.
Al berjalan mendekati Key yang tengah berbaring tidur dengan sebelah tangan di terlipat di atas perut dan selimut menutupi tubuhnya sampai kepignggangnya, Al duduk di tepi kasur dan menatap wajah canti kesya denga kasih sayang, Al meraih tangan key yang terlipat di atas perutnya dengan tangan kanannya dan tangan kirinya menyentuh pipi Key dengan selembut mungkin. Al mengusap sisa air matanya yang sudah mengering dipipinya, dan menyelipkan anak rambut ke telinganya yang menutupi wajah cantiknya, tangan Al terus bergerak mengelus lembut rambutnya.
Hati Al benar – benar lega ketika sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana keadaannya. Baru kali ini Al merasakan perasaan seperti ini, perasaan takut kehilangan, terluka saat mendengar kalau Key sedang sakit. Dengan melihatnya Al merasakan telah menemukan apa yang selama ini yang ia cari, ia bagaikan menemukan berlian yang hilang, dan seakan-akan takut berliannya akan hilang dan ingin menjaganya dengan segenap kemampuannya yang ia punya.
Al terus membelai wajah cantik Key, Key yang merasa terusik dan mulai membuka matanya, mata Key langsung tertuju kepada orang yang membelainya.
“Key...” kata Al
Key melihat dan mendengar suara yal yang menyebut namanya masih tidak percaya kalau Al yang ada didepannya adalah nyata, dengan tidak pecaya apa yang dilihatnya dan yang didengarnya key kembali memejamkan matanya.
----------------------------------------------------------
Terima kasih telah mampir....
jangan lupa beri aku like ya☺
__ADS_1
yang suka di persilahkan komen dan yang gak suka juga hasutan komen ya 😍😃😉