Istri CEO Yang Ingin Disayang

Istri CEO Yang Ingin Disayang
BAB 18 Kembali Seperti Biasa


__ADS_3

“Iya. Aku sudah memikirkannya itu adalah yang terbaik untuk kita berdua, untuk apa hidup bersama jika kita tidak saling mencintai. Itu hanya akan menyakiti salah satu di antara kita” ucap Key dengan hati yang begitu pilu


“ jika kau benar-benar tersiksa dengan pernikan ini aku akan menuruti semua keinginanmu. Maafkan aku jika belum bisa membuatmu bahagia” ucap Al dengan perasaan yang tak menentu. Sebenarnya perasaan Al juga sakit ketika mendengar Key yang mengiginkan perpisahan darinya tapi dia tidak bisa menahan Key untuk tetap disisinya. Al belum tau bagai mana sebenarnya perasaanya terhadap istrinya itu. Al takut menahan key tetap di sisinya jika di suatu saat nanti dia tetap tidak bisa memcintai Key sebagai istrinya.


Setelah mengatakan itu Al keluar dari kama dan menutup pintu kamarnya dan meninggalkan key yang tetap menagis.


Key yang mendengar perkataan Al semakin sedih dan menangis sejadi-jadinya saat Al keluar dari kamarnya


“Tidak bisakah kau belajar mencintaiku, tidak adakah sedikit perasaan untukku sehingga dengan mudahnya kau menyetujui keinginanku” bati key yang menangis dengan memeluk bonekanya dengan erat


“Aku sangat mengharap kau tidak menetujuinya. begitu bodonya aku yang mengharap kau tidak menyetujui perintaanku” tambah Key


Key terus menagisi nasibnya yang harus berpisah di usia muda, padahal umur pernikahannya baru seumur jagung dan seharusnya mereka bahagia dan manjalin kasih seperti pasangan yang lain tapi takdirnya begitu berbeda. Key hanya berusaha menerima kenyataan walau pahit dan menyakitkan.


Key yang lelah menangis dan mengantuk pun tertidur dengan masih memeluk boneka kesayangannya.


-------


Di tempat lain Al yang berada di rungan kerjanya duduk sambil melihat dokumen yang ada di meja kerjanya. Al tidak bisa konsen dengan pekerjaannya di pikiranya masih terngiang dengan perkataan Key yang menginginkan perpisahan.


Al yang tidak bisa fokus memilih kembali ke kamarnya.


Kreeek... bunyi Al membuka pintu, Al melihat Key tertidur membelakanginya dengan memeluk boneka. Al mendekat ke arah kasur dan duduk di tepi tempat tidur memperhtikan punggung key dan dengan nafas yang teratur menandakan Key sudah tidur.


Al pun memilih merebahkan tubunya untuk istirahat.


--------


Hari ini adalah hari senin dimana semua orang mulai sibuk dengan aktifitasnya karena waktu libur mereka telah berakhir. Begitu pula dengan Key, hari ini adalah hari pertamanya magang di salah satu perusahaan ternama di kotanya. Key yang baru bangun karena bunyi alaramnya yang begitu keras. Key bangun dan melihat Al sudah tidak ada di sampingnya. Tidak bisa di pungkiri key begitu mengharapkan Al selalu ada di sampingnya.


“Mengapa aku begitu sedih, bukannya ini yang aku inginkan Al menjauhiku, sejujurnya aku sangat mengaharap kau bisa mempertahankan aku tetap di sisimu” batih Key

__ADS_1


Dengan segera key beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi. Setelah 20 menit kemudian key keluar sudah dengan pakaian rapi untuk ke kantor dimana tempat key magang. Key mengambil hp dan memasukan kedalam tasnya dan keluar dari kamar menuju ruang makan untuk sarapan.


“Pagi Nyonya” sapa para pelayan secara serempak ketika melihat Key sampai di meja makan


Sesampainya di meja makan Key langsung menarik kursi dan duduk di meja lalu mengambil sarapan yang sudah di siapkan para pelayan untuknya.


“Oh iya apa Al berangkat pagi sekali?” tanya Key kepada pra pelayannya


“Iya Nyonya Tuan berangkat pagi karena ada penerbangan pagi” jawab salah satu pelayannya


“Penerbangan?” tanya Key


"Iya nyonya tuan ada penerbangan ke jepang untuk perjalanan bisnis” jelas pelayan


“Oh” hanya oh yang dapat di ucapakan oleh Key yang menutupi perasaan sedihnya yang kini sudah di abaikan oleh AL.


Key yang baru mengetahui Al pergi keluar negri tanpa mengabarinya sangat kecewa dan key terlihat tidak nafsu untuk sarapan. Key hanya meminum air susu segelas tinggi lalu Beranjak pergi.


“Tapi Nyonya belum memakan sarapan anda” ucap pelayan


“Aku tidak nafsu, aku akan makan diluar saja” ucap Key kepada pelayan dan melanjutkan langkanya keluar dari rumah.


Di depan rumah sudah ada mobil beserta supir yang siap mengantar Key kemapun dia pergi. Walau Al kembali bersikap seperti biasanya tapi tidak pernah mengabaikankebutuhan dan tanggung jawabnya sebagai suami dengan menyiapkan apa yang di butuhkan Key.


“Silahkan Nyonya....” ucap supir yang membukakan pintu mobil untuk Key


“Terima kasih....” ucap Key yang masuk kedalam mobilnya


Setelah Key masuk kedalam mobil supirnya pun masuk dan segera mengantarkan Key tempat tujuannya. Di dalam perjalan Key hanya melamun dan melihat keluar jendela dengan tatapan kosongnya.


“kenapa hatiku begitu berharap padamu, apa aku yang terlau egois untuk menahanmu tetap di sisiku, apakah aku memang ngak sepadan disandingkan denganmu yang begitu sempurna. Jika aku di izinkan memeninta sesuatu permintaanku adalah untuk tetap disisimu” batih Key yang mebanyangkan kisahnya yang pilu dan menyedihkan. Key memejamkan matanya yang tak sanggup menahan perasaannya yang saat ini sangat menyesakkan dada dan merindukan suaminya yang perlahan menjauhinya.

__ADS_1


Tampa sadar mobil telah sampai di depan kantor dimana Key magang.


“Nyonya kita sudah sampai” ucap supir yang sudah disamping Key membukakan pintu untuk Key yang sedang melamun dan tidak menyadari ia telah sampai.


“Oh baiklah” ucap key yang mendengar ucapan supinya dan melihat keluar lalu turun dari mobilnya.


Setelah Key turun, key mengedarkan pandangannya melihat bangunan yang begitu megah. Setelah beberapa menit Key sadar dari terpesonanya melihat bangunan yang begitu tinggi dan megah, Key teringat Lala.


“Dimana dia” ucap key yang menedarkan pandanganya mencari seseorang


“Key....” teriak Lala yang berada di belakang Key sambil melambaikan tangannya kearah Key, Key yang mendengar teriakan Lala pun langsung melihat ke arahnya. Lala melangkah kearah sahabatnya tersebut


“ ayo kita masuk” ucap Lala dan hanya di angguki oleh Key. mereka masuk kedalam dan langsung menghampiri meja resepsionis yang tidak jauh dati pintu utama kantor tersebut.


“permisi....” ucap Key


“ ya ada yang bisa dibantu?” tanya resepsionis tersebut dengan ramah


“Oh ya kami berdua adalah masiswa magang disini” ucap Lala


“Silahkan naik ke lantai paling atas ada ruangan di sebelah kiri rungan pertama disana ada pak Hendra yang akan memngarahkan kalian” ucap resepsionis itu dengan ramah


“ Baik, terima kasih bak” ucap Key dan Lala secara bersamaan. Setelah mereka tau mereka harus kemana mereka langsung melangkah keruangan yang di maksud tersebut dengan langkah yang semangat.


----------------------------------------------------------


Sebelumnya aku minta maaf karena upnya teralu lama, dan terima kasih yang sudah mau membaca dan mampir di novelku ini yang jauh dari kata sempurna. Ini adalah novel pertamaku jadi aku benar-benar ngak punya pengalaman dalam manulis untuk itu mohon pengertiannya jika ceritanya masih simpang siur. Untuk itu jangan sungkan memberikan kritik dan saran buat aku😊☺


Jangan lupa kasi aku like ya.....😍


Dan jangan lupa tinggali aku komen kalian.....🙃

__ADS_1


Terima kasih😘


__ADS_2