
Sekarang jam sudah meninjukkan jan 11 siang tapi kedua manusia tersebut masih betah dengan alam mimpi mereka masing – masing. Setelah 30 menit kemudian al bangun dan meraih jam di atas nakas jam menunjukkan jam 11:30 dan menaruh kembali jam ke tempatnya, lalu Al memperhatikan wajah istrinya yang sedang tidur pulas tanpa sadar Al tersenyum melihat wajah canti Key dan mengusap pipi key dengan lembut tiba – tiba perut Key berbunyi menandakan perut key sedang lapar, Al melepaskan tangan Key yang memeluknya mengoyang–goyangkan tubuh key dengn pelan agar key bangun.
“Key bangun kau harus makan. Ayo bangun key kau sudah cukup lama tidur” Key yang tak peduli uacapan Al tetap saja memejamkan matanya engan untuk membukanya, al yang melihat Key tak kunjung membuka matanya menarik wajah Key hingga mendonggak ke atas menghadap wajah Al tapi Key tetap saja tak kunjung membuka matanya memecet ujung hidung key agak keras, Key yang merasakan sakit langsung membuka matanya dan menatap Al dengan mata yang berkaca–kaca.
Key menatap wajah Al denag sedih, air mata pun tak dapat di tahan Key lalu memejamkam matanya yang di sertai jatuhnya air mata di pipi Key yang lembut. Al yang melihat Key lalu berucap.
“Apa sesakit itu aku memencet hidungmu?” tanya Al deengan nada wawatir. Key yang mendengar pertanyaan AL hanya menggelengkan kepala,
“Terus kenapa menangis kalau tidak sakit?” tanya Al lagi. Key terus saja diam tak menjawab pertanyaan Al, melihat Key yang membisu lalu menarik key kedalam pelukannya lagi dan menenagkan key. Setelah tenang Al melepaskan pelukan key dan turun dari tempat tidur.
“Mau kemana Al?” key
“Tunggulah sebentar aku akan mengambilkan makanan untukmu.” Al
Setelah beberapa menit Al datang dengan sebuah nampan dan semankuk bubur segelas air dan beberapa pil dalam botol kecil di atas nampan Al langsung duduk di tepi kasur.
“Key ayo bangun makan dan makan obatmu” Al
“Key ngak mau...” jawab Key dengan keras
“Key ayolah bagaimana kau bisa sembuh jika kau tak makan” Al
Key yang mendengar perkataan Al langsung duduk dan mengambil nampan berisi makanan dan obat lalau membuangnya ke lantai.
Prankkkkk... bunyi mangkuk dan gelas pecah, Al yang melihat itu langsung berdiri.
“Key apa yang kau lakukan,,,lihat makananmu,,, sekarang kau mau makan apa... lihat obatmu juga tumpah...” Al berucap dengan nada tinggi
“Apa yang kau inginkan sebenarnya...” tanya Al
“Apa kau ingin sakit terus seperti ini,,,” Al bicara negan nada tinggi dan emosi yang meluap – luap menatap Key yang berada diatas kasur.
Key yang mendengar kemarahan Al hanya bisa menunduk dan menangis lalu brkata
“Key hanya mau di temani saja Key hanya ingin sedikit waktumu... jika Key glak sakit Al pasti gak akan ada disini kan...” Key menatap Al dengan mata yang berlinang air mata lalu melanjutkan kalimatnya “ key ngak papa sakit yang penting Al selalu ada untuk key”.
__ADS_1
Al yang mendengar pernyataan key langsung meninggalkan key dan keluar dari kamar dan menutup pintu. Key yang melihat Al pergi sangat kecewa, Key perlahan–lahan merebahkan tubuhnya dan menup tubuhnya dengan selimut samapai kelehrnya. Key terus menangis meratapi kehidupannya kenapa harus seperti ini, key hanya berharap Al memberikan perhtian kepadanya tidak lebih.
Di luar kamar Al menghampiri para peralayan meminta pelayan menyiapkan lagi bubur dan obat untuk key yang baru. Al duduk di sofa menunggu makanan key jadi sambil memijit kepalanya sendiri, setelah 15 menit kemudian pelayan menghampiri AL.
“ Tuan ini bubur Nyonya sudah siap” pelayan menyerah makanan tersebut
“Ohh... kemarikan biar aku saja yang memberikannya “ Al mengambil bubur dari pelayan dan membawa ke kamar Key.
KREEKK...
Al membuka pintu kamar key dan melihat key yang berbaring membelakangi pintu, Al meletakan nampan bubur di atas meja dekat kasur dan mendekati Key lalu menyentuh bahu Key dengan lembut lalu membuka selimut Key sambil berucap
“Ayo aku akan menyuapi kamu makan” kata Al
Namun key tetap menolak dan menepi tangan Al supaya menjauh dan berkata
“Sudahlah Al jangan lagi peduliin Key dan berhentilah berpura–pura baik denganku jika kau memang ingin pergi pergilah mungkin Key memang ngak pantas untuk mendapatkan perhatian dan kasih sayangmu, seharusnya Key sadar dari awal siapa Key untukmu, Key yang tak pernah di anggap ada dari awal, Key akan berusaha berhenti berharap sama dengan mu Al, jika kau ingin pergi pergilah Key bisa mengurus diri Key sendiri” key mengucapkan kata–katanya dengan berling air mata.
Al yang mendengar pernyataan key terkejut tak menyangka key begitu mengharap kepdanya, mendengar key yang memita untuk meninggalkannya tiba – tiba merasa sakit seperti ada yang meremas hatinya dengan begitu kuat.
Melihat key yang seperti itu, Al langsung bangkit dari duduknya dan merebut manguk bubur dari tangan key dan meletakkan di atas meja Key yang terkejut melihat apa yang di lakukan AL lansung berdiri ingin merebut mangkuk bubur tersebut tapi sayangnya key kehilangan keseimbangan untuk berdiri tubuhnya jatuh ke arah Al yang berdiri tegak didepannya dengan sigap menanggkap tubuh key dan memeluknya dengan erat.
“Maafkan aku Key...” Al berucap dengan lirih
“Lepas Al....” Key yang berkata dengan berteriak sambil memukul dada Al. Key yang tak henti memukul dada Al, Al langsung menangkap tangan Key yang sudah tak berdaya lalu mencium punggung tangan yang digunakan untuk memukul Al degan lembut, lalu berucap
“Maafkan aku,,, maafkan aku yang membuatmu jadi seperti ini aku ngak akan ninggalian kamu lagi Key aku menyesal apa yang sudah aku lakukan kepadamu” ucap Al dengan penyesalan.
Key yang masih terus menangis di pelukan Al menggenggam kemeja Al dengan kuat.
Al berusaha menenangkan key dengan mengusap puncak kepala key dengan lembut, setelah selesai al mendukkan key di tepi kasur dan Al duduk di sampingnya mengusap air mata Key dan menyibakkan rambut Key yang menutupi wajah cantik key.
Al meraih mangkuk bubur dan menyuapi dan tidak mendapat penolakkan dari key, Al menyuapi Key dengan sabar hingga habis.
“Aku mau mandi” key
__ADS_1
“Biar ku bantu” Al
Key hanya diam dan Al mengendong Key pergi kekamar mandi samapi di dalam kamar mandi Al menurunkan key lalu mengisi air hangat pada bak mandi.
“ Keluarlah Key bisa mandi sendiri” Key
“Baiklah kalau sudah selesai tolong panggil saja aku” Al
Key yang hanya diam saja Al pergi meninggal Key dan menunggunya didepan pintu berdiri dengan tangan bersedekap di dadanya.
Setelah 30 menit kemudian key yang tak kunjung keluar membuat Al kawatir “ Key apa kau sudah selesa?” tanya Al dari luar kamar mandi
Tak mendapat jawaban dari Key membuat Al semakin kawatir
“ apa kau baik– aik saja?”
“ key aku masuk,,,”
Ketika Al mau membuka pintu tapi lebih duli Key memmbuka pintunya dengan memakai baju mandinya Al yang melihat Key yang baik–baik saja lalu menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.
“
"Biar aku bantu” belum mendapat jawaban dari key Al langsung menganggat key menuju kasur dan membaringgakannya di atas kasur dan menyelimuti key sampai keperut.
“Istirahatlah” Al langsung mencium kening Key memejamkan mata seakan – akan menikmati ciuman dan sentuhan yang di berikan Al.
“tidurlah aku akan mandi dulu dan setelah itu aku akan menemanimu” Al berucap sambul mengelus rambut panjang Key lalu meninggalkan key pergi membersihkan diri.
-------------------------------------------
Terima kasih telah mampir....
jangan lupa beri aku like ya☺
yang suka di persilahkan komen dan yang gak suka juga hasutan komen ya 😍😃😉
__ADS_1