
Sebuah mobil putih yang baru saja masuk melewati gerbang ke sebuah rumah yang cukup besar telah berhenti dan sontak membuat penghuni rumah melihat sang pemilik mobil tersebut yang ternyata milik sang tuan rumah.
Dari dalam mobil tersebut keluar seorang pria yang tidak lagi muda ataupun terlalu tua, kisaran usia pria itu antara 40 tahunan mengenakan setelan jas berwarna hitam lengkap dengan tas kantor nya yang ia pegang. Pria tersebut bernama Alex Antonio De-luna seorang Ceo di perusahaan milik keluarga nya sendiri De-luna Corp. *oh iya beliau ini Seorang duda beranak 2 loh.... so reader ada yang mau daftar gak?? hahaha*.
Tak berselang lama terlihat seorang gadis cantik yang berlari kecil menuruni tangga mengenakan dress selutut , Ya... Gadis itu adalah Tasya Selestia De-luna *tokoh utama perempuan. hahaha*. Yang disusul oleh adik laki-laki nya yang bernama Dion Maxim De-luna. *Ko cuma bertiga thor ibunya kemana? ok Guys, jadi ibunya Tasya tuh udah meninggal saat Tasya umur 10 tahun dan adik nya saat berumur 8 tahun. ko bisa?? ya karna ibu Tasya meninggal disebabkan beliau menderita penyakit serangan jantung. begitu.... *
Tasya yang berlari lebih dulu untuk menemui sang ayah pun sedikit mempercepat lari nya setelah berhasil menuruni tangga, sedangkan adiknya masih mengejarnya di belakang.
"Ayah, Ayah pulang? ayah bagaimana kabar ayah selama diluar kota? apa ayah makan dengan baik? apa ayah begadang? syukur lah jika ayah baik-baik saja" pertanyaan beruntun dari Tasya pun dilontarkan pada ayahnya itu.
"Tasya, ayah baik baik saja ok. kau ini cerewet sekali". balas ayah dengan tertawa kecil.
"Kakak, kau curang... hah... hah... kau lari lebih dulu dari ku, padahal... hah.. hah.. hitungannya.. hah... belum sampai 3". ucap adik nya yang mencoba untuk menstabilkan napasnya yang turun naik akibat berlari.
"Hahahahaha, Hey kenapa kamu menyalahkan ku, kamu saja yang payah, benar tidak ayah?? ". tanya Tasya pada ayah nya.
Ayah nya yang mendengar pertanyaan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena melihat tingkah kedua anak nya itu. mereka pun duduk di ruang keluarga.
"Ayah, Apa ayah tau? kemarin saat ayah sedang melakukan perjalanan bisnis.........". ucap adik nya yang terpotong oleh selaan Tasya.
" Hey, diam lah kau ini.... menyebalkan". sela Tasya sambil memasang wajah jutek nya.
"Dion, memang apa yang terjadi selama ayah pergi?? ". tanya Alex pada putra nya.
"Itu ayah, kemarin saat kakak menjaga toko desert nya, banyak sekali ibu ibu yang menawarkan anak anak nya pada kakak untuk dijadikan kekasih, hahahaha... bukankah itu sangat lucu... apalagi saat melihat tampang masam kakak yang di paksakaan tersenyum saat mendengar perkataan mereka. Dengan entengnya kakak menjawab "Maaf Saya Gak Berminat Untuk Pacaran, Saya Masih Sekolah" pada mereka dengan wajah kesal dan senyum yang dipaksakan." cerita Dion pada ayah nya sambil sesekali menertawakan kakak cantik nya yang sudah menahan kesal padanya.
"Apa benar begitu Tasya?" tanya ayah nya sambil sedikit tersenyum. dan sedikit menurun naik kan alisnya untuk menggoda putrinya.
Tasya pun menghela nafas dan menjawab pertanyaan ayah nya .
"Iya ayah itu benar. Sangat mengesalkan bila ada yang berkata seperti itu padaku. dikira aku gak laku apa. padahal aku bisa mendapatkan kekasih jika aku mau. hanya saja aku malas melakukannya". ucap Tasya sambil sedikit mengerucutkan bibirnya.
"kenapa tidak, bukankah ayah membebaskan mu untuk berpacaran jika kamu mau asal kamu bisa menjaga dirimu" tutur Alex. ya... Alex tidak mengekang anak anak nya jika mereka mempunyai kekasih walaupun mereka masih Sekolah. Dion saja putra kedua nya yang baru berusia 17 tahun dan menginjak Kelas 1 SMA sudah berpacaran. Berbeda Dengan Tasya yang mempunyai motto hidup *Pacaran Merepotkan lebih baik menjomblo, dan Menghalukan Bias Virtual*
Tasya sedikit menautkan alisnya dengan bingung dan sedikit memutar bola matanya.
"Ayah, ayah ini kenapa? orang lain biasanya melarang anak nya berpacaran tapi ayah malah membebaskan aku berpacaran" tuturnya bingung sambil menggelengkan kepalanya. "Tasya gak mau pacaran ayah. Pacaran Sangat Merepotkan. cukup menghalu saja dengan pacar virtual ku itu sudah cukup". tutur nya sambil tersenyum.
Alex dan Dion yang hanya mendengarkan celotehan Tasya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. karna anak perempuan nya sangat berbeda dengan nya dan Dion yang seorang playboy *hahahaha.
__ADS_1
"Ayah, ayah pasti lelah setelah bekerja dan mendengarkan ocehan kakak yang cerewet ini. lebih baik ayah segera istirahat di kamar. aku akan menyuruh bibi Sri untuk menyiapkan makan malam". ucap Dion yang sudah lama terdiam dan hanya menyimak percakapan ayah dan kakak nya itu.
eh btw bibi sri itu asisten rumah tangga sekaligus pengasuh Tasya dan Dion yang sudah bekerja semenjak Tasya dan Dion masih kecil.
"enak saja, kau juga cerewet. dasar ember". ketus Tasya pada adiknya.
"sudah-sudah kalian ini ada ada saja. ok Dion Tasya ayah istirahat dulu yah... baik baik kalian berdua." ucap Alex sambil berdiri dan pergi meninggalkan mereka ke kamarnya. singkat kata Tasya dan Dion pun pergi ke kamarnya masing-masing yang sebelum itu Dion memerintahkan bi Sri untuk menyiap kan makan malam.
sekitar jam 7 malam mereka menghabiskan makan malam dan melanjutkan cerita masing masing sambil bersenda gurau.... setelah puas mereka pun segera melenggang masuk ke kamar masing masing untuk beristirahat melanjutkan mimpi kemarin malam.
*******************************/////////////////******************************
Tasya bangun sekitar jam 9 pagi, dia duduk sebentar di tepi ranjang dan melirik beberapa potret biasnya di dinding
"kyaaaa pacar virtual aku ko pada ganteng ganteng banget sih hari ini!!! bikin gemas deh emmmhhh" pekiknya.
dan bergegas turun mengambil minum di dapur karna merasa haus. Dengan penampilan yang masih memakai piyama tidurnya yang kusut, rambut yang masih acak-acakan, bahkan dia tidak mencuci muka sama sekali... *bisa reader bayangkan penampilan nya seperti apa*. sepanjang perjalanan dia menari nari dan bersenandung ria menyanyikan lagu kesukaannya berjudul Idol tanpa memperhatikan sekitarnya bahwa ada beberapa pasang mata yang memperhatikan kekonyolan nya itu.
"Oh.... Oh... uwoooooo.... Oh.....Oh... uwoooooo uwoooooo....oh.. Ohhh uwoooo". nanyinya yang lirik nya paling gampang sambil menaik turun kan tangan nya.
beberapa pasang mata itu terus memperhatikan kekonyolan Tasya tanpa mengeluarkan suara, sang ayah yang melihat hanya bisa menggelengkan kepala sedangkan yang lain hanya bisa diam sambil menahan tawa.
"astagfirullah, non ngagetin bibi aja. selamat pagi juga non tasya. non ada yang bisa bibi bantu?". jawabnya sambil mengusap dada dan berbalik melihat anak majikannya yang sudah bi Sri anggap seperti anaknya sendiri.
"hehehehe, bibi kaget ya, maafin Tasya ya bi. Emm.. bi Tasya haus air di kulkas masih ada gak bi?? " tanya nya sambil nyengir kuda.
"ada non, mau bibi ambilkan?? " tanya nya.
"eh, gak usah bi. biar Tasya ambil sendiri aja. bi bibi masak apa hari ini?" tanya nya kembali sambil membuka kulkas untuk mengambil air minum.
"seperti biasa non". tuturnya.
"Ohhh, bi.... bibi cantik banget deh bi hari ini... berasa awet muda" goda Tasya pada bi Sri sambil menaik turunkan alisnya.
ya begitulah Tasya, gadis ceria, cerewet, dan ramah kesemua orang tanpa pandang bulu.
"ih non bisa aja godaanya, udah ah bibi mau lanjut masak lagi". tuturnya dengan wajah malu sambil terus melanjutkan masaknya.
"hehehehe.... iya bibi cantik". tutur nya.
__ADS_1
Tasya melirik sebuah box musik di pantry dapur, dan segera menyalakannya menggunakan remote control.... memainkan musik kesukaannya yang masih dinyanyikan oleh biasnya, kali ini berjudul Run Bts musik yang baru di rilis idolanya itu.
dengan semangat Tasya menari dan mengikuti lirik lagu dengan lincah. saat musik akan berakhir Tasya berniat untuk kembali ke kamar, masih dalam posisi menari dan menyanyi dengan memegang remote dan air minum. saat melewati ruang tamu dia melakukan gerakan berputar putar sambil meminum air nya.
saat musik berhenti gerakan berputar Tasya pun selesai dengan ending Tasya menghadap ke ruang tamu dan sontak saja Tasya terkejut dan diam mematung dengan mulut menganga mengeluarkan air yang iya minum yang belum sempat iya telan. dia melihat ayah, adik, dan 3 orang asing yang sedang memandang nya sambil menahan tawa.
ayah nya hanya bisa menggelengkan kan kepala dan memijat pelipisnya sambil menahan malu di depan tamu nya atas kelakuan putri nya tersebut.
setelah lama terdiam, Tasya pun tersadar dari keterkejutannya dan mencerna apa yang ia lihat dan lakukan semenjak tadi. refleks Tasya mengangkat tangan nya yang memegang remote dan mematikan musik yang masih menyala tadi.
Tasya melirik ayah nya dan bertanya.
"ka..lian.... ka..lian melihatnya??"gugup nya.
mereka hanya mengangguk.
"se.. muanya?? dari awal?? ". tanya nya lagi
mereka pun masih mengangguk. Tasya pun terdiam dan terkejut kembali. dengan wajah yang memerah menahan malu dia pun berbalik dan berlari menaiki tangga dan berteriak pada ayah nya.
"aaaahhhh ayah, kenapa ayah tidak bilang jika ada tamu. aku sangat malu ayah!!!" teriaknya dari lantai atas.
mereka yang berada di ruang tamu pun tak bisa menahan tawa lagi. dan mereka pun menertawakan tingkah tasya, terutama Dion yang tertawa ngakak karna menertawakan ulah kakaknya.
sedangkan di dalam kamar, Tasya tak henti henti nya mengutuk dirinya sendiri karna telah bertingkah sekonyol itu tanpa memperhatikan sekitarnya. dia berguling guling dan memukul dirinya sendiri dengan bantal karna masih merasa malu atas kejadian tadi.
tapi ada satu hal yang membuat nya tertarik, apakah itu?? ya.... dia adalah kakak tampan di ruang tamu yang ia lihat tadi. dia pun tersenyum usil saat mengingatnya
*hah jiwa genit nya Tasya mulai muncul ya Guys Wkwkwkwk.
tak berselang lama bi Sri pun mengetuk pintu kamar Tasya yang tertutup.
"non, ini bibi non. non disuruh tuan bersiap untuk makan siang bersama dengan tamu tuan non" tuturnya sedikit berteriak.
Tasya kaget, "hah makan siang bersama, bareng tamu ayah? sama kaka tampan? mati aku, aku masih malu" batinnya.
"ah iya bi sebentar, Tasya siap siap dulu. nanti Tasya turun"jawab nya sedikit berteriak.
Tasya pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, serasa sudah bersih dia pun keluar dan menghampiri salah satu pintu lemari dan membuka nya...........
__ADS_1