
Tasya membuka pintu rumah nya dan buru buru menutupnya tak lupa juga menguncinya. ia tak segera beranjak dari belakang pintu, ia masih berdiam diri disana beberapa saat. ia beranjak mendekati jendela yang berada di sebelah pintu.
ia menyingkap kan sedikit gorden dan mengintip ke luar, ia melihat mobil Gio yang keluar halaman menuju gerbang. setelah mobil Gio tak terlihat Tasya pun menghentikan acara mengintip nya.
"Huh jantung gue lagi senam" gumam Tasya sambil mengusap dadanya.
ia pun beranjak pergi menuju kamarnya, suasana di rumah sangat sepi mungkin ayah dan Dion begitu juga para pelayan sudah tidur pikir Tasya.
sesampainya Tasya dilamar ia menyimpan tasnya ke tempat nya semula. setelah itu ia melempar tubuh nya ke ranjang.
"Huh jantung gue masih senam ternyata" gumam Tasya yang merasa jantung nya masih berdetak kencang akibat ulah Gio.
sekelebat bayangan saat Tasya mencium Gio di cafe dan saat Gio menciumnya kembali di mobil membuat Tasya salah tingkah sendiri, ia memegang bibirnya sambil senyum senyum tan tertawa kecil setelah itu ia memukul mukul angin.
"aaaaahhhhhhhgg bisa gila gue" teriak nya.
dia bangun dari ranjang nya saat ingat ia harus membersihkan tubuhnya sebelum tidur. ia pun pergi ke kamar mandi setelah selesai ia mencari sweeter yang ia pakai tadi sebelum ke kafe.
"Dimana ya? apa udah di cuci sama bi Sri? " gunanya sambil mencari.
"ah ini dia ternyata Huh, kirain udah di cuci. " ucap nya setelah menemukan sweeternya. ia pun beranjak ke kasur nya dan berbaring.
"Good Night kembali calon suami" gumam Tasya saat ingat jika Gio sebelum pergi mengucapkan selamat malam padanya. setelah mengucapkan itu Tasya pun tersenyum dan tertidur.
๐พ๐พ๐พ
Sementara itu di mension twirdzik......
Gio baru saja sampai, ia melangkahkan kaki nya kedalam mension setelah memarkirkan mobilnya. suasana mension juga sangat sepi, Gio melihat jam yang terpasang dan terlihat jam menunjukan pukul 23.00 pantas saja sepi pikir Gio.
Gio memasuki kamarnya lalu melempar tubuhnya ke ranjang dia merasa sangat lelah hari ini, karena tadi jadwal nya sangat padat dan itu belum terselesaikan semua. Yahhh kuliah sambil menyandang status CEO itu tidak mudah..
Gio menutup matanya dan seketika ia teringat kejadian Tasya mencium nya dia langsung bangun dari berbaring nya dan sekarang posisinya sedang duduk.
"uhkkk, bisa gila kalo kayak gini terus" ucap Gio sambil mengusap wajahnya.
dia pun beranjak dari ranjang nya menuju kamar mandi nya untuk membersihkan diri setelah selesai ia pun beranjak mendekati walk in closet dan memilih pakaian santai nya setelah itu ia kembali ke ranjangnya untuk tidur menyusul Tasya ke alam mimpi *Masih LDR ya!!!
๐พ๐พ๐พ
ke esokan paginya........................................
sinar matahari perlahan lahan merambat masuk menyinari ruangan lewat celah celah gorden membuat mata yang semula terpejam rapat perlahan lahan mulai mengerjap karena silau nya cahaya.
bukannya membuat sang insan bangun akan cahaya nya, namun sebaliknya justru sang insan kembali menarik selimutnya menutupi wajahnya agar sang cahaya tak menyilaukan.
namun usahanya sia sia, karena bagaimanapun juga akan tetap menyilaukan. sang insan pun bangun dari tidurnya, ia turun dari tambangnya menuju kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya.
"Non....... non Tasya...... bangun non...... ditunggu tuan buat sarapan!!! " ucap bi Sri pada Tasya. *yup sang insan yang author maksud tadi tuh adalah Tasya.
"iya bi sebentar" jawab Tasya.
Tasya pun segera mengakhiri ritual pagi nya. setelah itu keluar kamar menuju ruang makan tujuan nya untuk apalagi kalu bukan untuk sarapan. dibuang makan pun sudah ada Alex dan Dion.
"pagi yah, pagi ion" sapa Tasya pada Alex dan Dion setelah sampai di ruang makan dan mendudukan tubuhnya di kursi.
"pagi sya" jawab Alex.
"pagi ka" jawab Dion bersamaan dengan Alex.
"kamu ada rencana kemana hari ini sya?" tanya Alex.
"gak kemana mana yah! kenapa? ". tanya Tasya
"bukan apa apa, hanya mengingatkan... jika nanti malam om Arthur akan kesini untuk makan malam dan membahas soal perjodohan kamu sama Gio " ucap Alex panjang.
"Ahhhh iya ayah" jawab Tasya yang setelah itu hening tak ada yang bersuara karena mereka sudah mulai memakan sarapannya.
setelah sarapan Tasya berniat jalan jalan menyegarkan paru paru nya dengan oksigen pagi hari yang masih bersih. Tasya pun beranjak ke kamar mengambil kunci motor kesayangannya dan pergi keluar.
di ruang keluarga ada Dion yang sedang duduk malas bersama ponselnya.
"kak mau kemana? " tanya Dion .
"nyari jodoh" ucap Tasya bercanda sambil terus melangkahkan kakinya ke garasi.
"hah! apa maksudnya? " gumam Dion.
Dion yang melihat Tasya sudah keluar sampai tak terlihat pun menghiraukan gumamannya dan kembali fokus pada aktivitasnya yang Tidak Melakukan Apa Apa itu.
sesampainya di garasi Tasya mencari cari motor kesayangannya setelah terlihat ia pun menghampiri motor itu.
"Ahhhh puppy gue kangen banget sama lo" ucap Tasya pada motor nya sambil mengusap ngusap motorny
...visual puppy "motor kesayangan Tasya "...
"udah lama ya gue gak make lu puppy, kita jalan jalan sekarang" ucap Tasya.
Tasya pun menyalakan motornya dan mengendarainya keluar rumah.
"jalan jalan non" sapa security rumah nya.
"iya kang ujang" jawab Tasya.
Tasya pun meninggalkan kediaman nya dengan mengendarai motornya......
"ah segera banget, coba dari dulu ya kalo gue libur kayak gini tiap pagi.... paru paru gue pasti sehat karena tercuci oksigen pagi yang murni" gumam Tasya.
setelah lelah berjalan jalan Tasya pun memutuskan untuk pulang tapi sebelum itu dia mampir sebentar ke minimarket untuk membeli snack setelah selesai ia pun mengendarai puppy untuk pulang.
saat di perjalanan tiba tiba.........
"Aaahhhhkkkkkk! Duhhh sakit banget anjir! " ucap Tasya.
sebuah mobil menyerempet Tasya dari belakang membuat Tasya dan puppy nya oleng sampai terjatuh. Tasya menoleh pada mobil yang berhenti tidak jauh di depannya.
"woi kalo bawa mobil tuh hati hati!!! lo kira ini jalanan punya nenek moyang lo!!" teriak Tasya emosi.
mobil yang menyerepet Tasya pun kembali berjalan tanpa sepatahkatapun atau bahkan orang yang mengendarainya tidak meminta maaf.
"sialan, bukannya minta maaf malah pergi. awas aja gue tandai lo" ucap Tasya melihat plat mobil itu.
__ADS_1
"duh, seenak nya banget dikira ni jln punya nenek moyang nya apa, gue aja gak tau nenek moyang gue siapa" ucap Tasya sambil berusaha membangunkan motornya.
"Huwaaaaa puppy gue lecet, Ahhh atit banget heart ini" ucap Tasya sambil memegang dadanya penuh drama. saat ia melihat goresan di badan motornya akibat kejadian barusan.
"huuuuu gue ngerawat dan ngebesarin puppy gue dari kecil ampe kinclong Glowing sembriwing kayak gini dengan sepenuh hati malah dibikin kegores kayak gini, emang bener bener kebangetan tuh orang semoga dia jomblo seumur hidup karna udah nyakitin puppy gue" kutuk Tasya.
"eh btw emang puppy pernah kecil? perasaan gue waktu beli puppy udah segera gini? ah bodo amat Hihhh puppy gue" racau Tasya.
Tasya pun mengendarai puppy kembali untuk pulang....
๐พ๐พ๐พ
Pov Back Beberapa menit sebelum kejadian Tasya dan puppy di serempet Orang Gila.....
terlihat dua orang gadis keluar dari salah satu toko yang berada di seberang mini market tempat Tasya mampir setelah jalan jalan.
saat dua gadis itu akan masuk ke mobilnya ia melihat Tasya yang keluar dari minimarket. salah satu gadis itu pun memberitahu gadis satunya....
"Jess.... Jessica... " ucap wanita yang memanggil jessica
"kenapa Ros? " jawab jessica
*yess right dua gadis itu adalah Jessica Lim dan Rossa Adnan
"gue kayak ngeliat cewek yang waktu itu di cafe sama Gio deh jess" ucap Rossa pada Jessica.
"hah! serius? " jawab Jessica.
"serius...... nah tuh dia tuh lo liat! " ucap Rossa sambil menunjuk ke Tasya yang sedang menyalakan motornya.
"eh. lo bener itu dia. ckk pucuk dicinta ulan pun tiba" ucap Jessica.
"maksud lo? " tanya Rossa.
"gue mau ngasih tu cewek pelajaran karena udah bikin gue malu di cafe" ucap jessica.
"hah lo serius?" tanya Rossa.
"Of course. kita pergi sebelum dia pergi jauh" ucap Jessica sambil menunjuk Tasya yang sudah menjalankan motornya.
Jessica dan Rossa pun memasuki mobilnya dan mengikuti Tasya dari belakang. saat di jalanan yang agak sepi Jessica mempercepat laju mobil nya dan mendekati Tasya.
and you know lah apa yang terjadi, Jessica menyerepet Tasya sampai terjatuh menggunakan mobilnya. tidak jauh Jessica menghentikan mobilnya.
"lo... lo gila jess, gimana kalo tadi kelepasan dan dia mati" ucap Rossa tak habis pikir.
"kenapa? toh dia gak mati kan lo liat" ucap Jessica.
"jess lo boleh ngasih pelajaran ke dia, tapi gak gini. astaga jantung gue" ucap Rossa.
"payah lo" ucap Jessica pada Rossa.
Jessica melihat Tasya yang urung iringan membangunkan motor nya sambil menggerutu dari kaca mobilnya. dan kemudian Jessica pergi melajukan mobilnya.
begitulah......
๐พ๐พ๐พ
Tasya kini sudah sampai di rumah nya. ia memadukan puppy ke garasi berdampingan dengan phoni *mobil kesayangannya*
Tasya pun mendudukan tubuhnya di sofa depan Dion. Dion pun melihat Tasya. dan....
"kak pipi lo kenapa? " tanya Dion sambil mendekati Tasya dan memegang wajah Tasya dengan kedua tangannya.
"hah emang kenapa? " tanya Tasya balik.
"eh gue nanya lo, lo malah nanya balik. bercermin sana" ucap Dion.
Tasya pun mengambil handphone nya untuk bercermin.
"eh, kirain cuma si puppy doang yang ke gores, ternyata pipi gue juga" ucap Tasya sambil mengusap pipinya yang tergores.
"emang kenapa bisa kayak gini?" tanya Dion.
Tasya pun menceritakan apa yang terjadi padanya tadi. dan Dion pun mendengarkan Tasya bercerita. Dion yang mendengar cerita Tasya merasa kesal dengan perbuatan si pengemudi mobil.
"lo inget nomor plat mobil nya gak kak?" tanya Dion.
"tadi sih inget, tapi karena kepalang kesel sekarang lupa" jawab Tasya sambil nyengir.
"Yaudah, lo mending sekarang lo mandi deh, liat noh debu di baju lo, abis itu batin tuh pipi" ucap Dion.
"iya ok cerewet lo" ucap Tasya.
"heh, gini gini juga gue sayang sama lo kak. makanya gue perhatian ama lo" ucap Dion.
"iya iya. makasih adek ku yang tampan" ucap Tasya sambil mengacak rambut Dion setelah itu berlari kabur ke kamar.
Dion yang rambut nya di acak acak Tasya pun hanya mendengus kesal.
Tasya kini berada dilamar nya bersiap ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. saat hendak mencuci muka pipinya yang tergores terasa perih. beberapa menit kemudian ia selesai melakukan ritual mandi dan semuanya.
ia kembali turun kebawah menghampiri Dion yang masih duduk manis di sofa ruang keluarga sambil memainkan laptopnya.
"dek, punya plester gak? punya gue gak ada" ucap Tasya.
"plester? bentar gue cari dulu" ucap Dion.
Dion pun beranjak ke kamarnya untuk mengambil plester. ia pun menemukan plasternya dan segera kembali menghapiri tasya, setelah itu menyerahkan beberapa plaster ke Tasya.
tasya pun menerima plaster luka dari Dion.
"astaga lucu banget, gak nyangka gue selera lo kayak gini" ucap Tasya pada Dion.
"pake aja kak gak usah berisik" ucap Dion.
"Cihhh, makasih" ucap Tasya.
"hmmmmm" jawab Dion singkat
Tasya pun memakaian plaster luka pada luka goresan di pipinya namun agak kesusahan. Dion pun melihat Tasya yang memang agak kesusahan untuk memasang plasternya.
__ADS_1
"sini gue bantu pasangin" ucap Dion.
"Aaahhhhkkkkkk so sweet banget sih adik ku ini.... makasih" ucap Tasya.
"iya sama sama" ucap Dion.
setelah itu mereka pun sibuk dengan kegiatannya masing masing.
๐พ๐พ๐พ
Pov Gio.
Gio kini sedang bersiap untuk berangkat kekantornya. sebelum itu ia menyempatkan diri untuk sarapan terlebih dahulu bersama Arthur dan Indah.
"Son, kamu langsung ke kantor?" tanya Indah.
"iya mih" jawab Gio.
"tumben! " ucap Indah.
"hari ini aku gak ada kelas di kampus, so... aku langsung ke kantor aja.. lagipula dilantik juga lagi sibuk banget" ucap Gio.
"Hmmmmm. son?" Arthur memanggil Gio yang jelas jelas ada disampingnya.
"kenapa pih? " tanya Gio.
"enggak, cuma mau ngingetin... nanti malam kita ke rumah om Alex buat bahas soal perjodohan kamu sama Tasya. papih harap kamu dikantor gak lembur.
"Hmmm Gio usaha pih" ucap Gio.
"Hmmm baguslah" ucap Arthur.
mereka pun tak ada yang bersuara lagi karena sedang memakan sarapannya. beberapa menit kemudian mereka telah menyelesaikan sarapannya.
"aku pamit ke kantor dulu pih, mih" pamit gio.
"ok, Hati hati son" ucap Indah.
"Hmmm "jawab Gio.
diperjalanan, Gio menelepon asistennya yang bernama Alan Mahendra. panggilan pun tersambung.
visual Alan Mahendra *asisten Ceo *
๐งAlan.
Hallo!
^^^๐งGio.^^^
^^^Alan, saya sedang dalam perjalanan ke kantor.^^^
^^^apa saja jadwal saya hari ini?^^^
๐งAlan.
jadwal anda tidak banyak boss. hanya ada tiga jadwal saja.
^^^๐งGio.^^^
^^^Hmmm ok. jelaskan lebih detail saat saya sudah sampai.^^^
๐งAlan.
baik boss!.
Gio pun mengakhiri sambungan teleponnya. beberapa menit kemudian ia sudah sampai di perusahaan. saat memasuki kantor Gio melihat alan menunggu nya di lobi.
alan pun menghampiri Gio.
"selamat pagi boss" sapa alan sambil setengah membungkukan badan nya.
"ya pagi. jadi apa saja tugas ku hari ini" ucap Gio menanyakan.
"anda hanya ada 3 tugas saja hari ini boss. pertama jam 11.00 anda ada janji makan siang dan membahas kerjasama dengan CEO perubahan A, jam 13.00 anda ada meeting dengan CEO perubahan B, dan terakhir jam 15.00 anda harus mengobservasi lahan proyek yang akan anda jadikan pusat perbelanjaan boss" ucap alan panjang lebar sambil berjalan berpotongan dengan Gio menuju ruangan Ceo di lantai 9.
Gio melirik jam tangan di pergelangan tangannya dan menunjukan jika sekarang baru jam 09.30. dia masih punya waktu 1 jam 30 menit untuk bersantai dan mempelajari materi untuk sejenak sebelum melaksanakan tugasnya.
"baiklah, aku akan ke ruangan ku terlebih dahulu untuk mempelajari materi yang akan kita gunakan dalam semua jadwal. jika sudah waktunya hubungi aku" ucap Gio.
"baik boss" ucap alan sambil menganggukan kepalanya.
Gio pun memasuki ruangan pribadinya begitupun dengan alan yang memasuki ruangan nya sendiri tepat di sebelah ruangan Gio.
Beberapa jam kemudian.....................
Tepat jam 17.00 Gio sudah menyelesaikan semua jadwal nya hari. dia pun memutuskan untuk pulang karena Indah sudah terus menelepon nya dari tadi.
Gio pun berpamitan kepada alan yang masih setia dengan beberapa dokumen yang tersisa.
"karena jadwalnya sudah tak ada aku akan pulang. kau sudah saja pekerjaan mu dan pulang lah" ucap Gio pada alan.
"hah tumben sekali dia baik" batin alan
"baik boss" ucap alan sambil membereskan sisa dokumennya. karena... Hey kapan lagi ia bisa pulang cepat seperti sekarang.
Gio dan Alan pun keluar dari kantor menuju parkiran menghampiri mobilnya masing masing. dan pulang.
15 menit telah berlalu Gio kini sudah berada di mansion nya dan disambut oleh Indah.
"kau sudah pulang Son! " tanya Indah.
"belum, aku masih dikantor" celetuk Gio.
Indah yang mendengar jawaban Gio meringis. putranya bercanda dengan wajah datar sungguh tidak cocok.
"Yaya lucu sekali. sana bersihkan tubuh mu dan bersiap lah kita akan menemui calon mantuku yang cantik" ucap indah
tanpa sepatah katapun Gio meninggalkan Indah menuju kamarnya. setelah sampai di kamar Gio menyimpan tas kerjanya di sofa, dan melepas pakaian formal.
Gio pun mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. setelah selesai ia beranjak ke walk in closet dan mengambil pakaian untuk ia kenakan malam ini.
__ADS_1
contoh visual outfit yang gio kenakan